Terjemahan Matan Al Qowaidul Arba’ – Bagian 4
February 28, 2020 No Comments Artikel Islami Abu Rayyan Sakti, Lc.

متن القواعد الأربع

Terjemahan Matan Al Qowaidul Arba’ – Bagian 4

  • Kaidah ke-3 :

Bahwa nabi g berada di tengah-tengah manusia yang beragam tata cara peribadatan mereka. Diantara mereka ada yang menyembah malaikat, ada pula yang menyembah para nabi dan orang-orang sholih, menyembah pepohonan dan bebatuan, bahkan diantara mereka ada pula yang menyembah matahari dan bulan, akan tetapi rasulullah yang memerangi mereka semua tanpa membeda-bedakan diantara mereka. Dalilnya firman Allah ,

“ Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. ”  QS. Al Anfaal : 39

 ودليل الشمس والقمر قوله تعالى ( وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ)

Dan dalil (tentang adanya penyembahan kepada) matahari dan bulan, yaitu firman Allah ,

“ Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah. ” QS. Fushilat : 37

ودليل الملائكة قوله تعالى (وَلا يَأْمُرَكُمْ أَنْ تَتَّخِذُوا الْمَلائِكَةَ وَالنَّبِيِّينَ أَرْبَاباً)

Dalil (tentang adanya penyembahan kepada) malaikat, yaitu firman Allah ,

“ dan (tidak mungkin pula baginya) menyuruhmu menjadikan malaikat dan para nabi sebagai sesembahan. ” QS. Ali Imraan : 80

ودليل الأنبياء قوله تعالى ( وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ)

 

Dalil (tentang adanya penyembahan kepada) para nabi, yaitu firman Allah ,

“ Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?”. Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”. ” QS. Al Maidah : 116

دليل الصالحين قوله تعالى (أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَه)

Dalil (tentang adanya penyembahan kepada) orang-orang shalih, yaitu firman Allah ,

 “ Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. ” Al Israa : 57

ودليل الأشجار والأحجار قوله تعالى (أَفَرَأَيْتُمُ اللَّاتَ وَالْعُزَّى)

Dalil (tentang adanya penyembahan kepada pepohonan dan bebatuan), yaitu firman Allah ,

“ Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap al Lata dan al Uzza. ” QS. An Najm : 19

(وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الْأُخْرَى)

“ dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)? ” QS. An Najm : 20

وحديث أبي واقد الليثي رضي الله عنه قال خرجنا مع النبي صلى الله عليه وسلم إلي حنين ونحن حدثاء عهد بكفر وللمشركين سدرة يعكفون عندها وينوطون بها أسلحتهم يقال لها ذات أنواط فمررنا بسدرة فقلنا يا رسول الله اجعل لنا ذات أنواط كما لهم ذات أنواط الحديث .

Dan hadist abi waqid al laitsi radhiyallahu anhu, beliau berkata: dahulu kami pernah keluar berperang bersama rasulullah g dalam perang hunain, dan kami dikala itu baru masuk islam. orang-orang musyrikin memiliki sebatang pohon yang mana mereka tinggal disana dan menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon itu, yang dikenal dengan nama dzaatu anwaath, lalu kami melewati pohon itu dan kami berkata: wahai rasulullah, buatkanlah untuk kami dzaatu anwaath sebagaimana mereka memiliki dzaatu anwaath….dst. (hadits)

 

  • القاعدة الرابعة : أن مشركي زماننا أغلظ شركاً من الأولين لأن الأولين يشركون في الرخاء ويخلصون في الشدة ومشركو زماننا شركهم دائماً في الرخاء والشدة والدليل قوله تعالى (فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ)

 

Tags

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *