Umdatul Ahkam Hadits-05

admin

Kajian Umdatul Ahkam
Hadist ke-05

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata, bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

لا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ الَّذِي لا يَجْرِي , ثُمَّ يَغْتَسِلُ مِنْهُ
وَلِمُسْلِمٍ : لا يَغْتَسِلُ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ وَهُوَ جُنُبٌ.

“Janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian kencing pada air yang tidak mengalir, lalu mandi darinya.”

Dalam riwayat muslim : “Janganlah salah seorang di antara kalian mandi di Air yang tergenang, sedangkan dirinya dalam keadaan junub.”

[HR. Bukhari 239 dan Muslim 283]

Faidah :
1. Larangan kencing di air yang menggenang menunjukkan haramnya perbuatan tersebut. Lebih diharamkan lagi buang air besar, baik airnya sedikit maupun banyak. Namun hal ini tidak berlaku pada air laut karena air laut tidak menjadi najis disebabkan hal yang sedikit, bahkan air laut bermanfaat untuk memenuhi banyak kebutuhan selain bersuci dari hadats.

2. Larangan mandi di air menggenang dengan cara berendam di dalamnya, terlebih karena junub meskipun tidak diiringi dengan kencing, sebagaimana dalam riwayat muslim.

3. Diperbolehkan mandi berendam di air yang mengalir. Namun lebih baik menghindarinya.

4. Adanya larangan segala sesuatu ujung pangkalnya karena kotor.

Materi Kajian Umdatul Ahkam
Pemateri Ustadz Abu Hanan Abdullah Amir Maretan
Tempat Masjid Besar Kaum Ujung Berung Bandung
Waktu 23 Maret 2019
Penyelenggara FKII / Yayasan Daar Al Atsar Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Umdatul Ahkam Hadits-06

Kajian Umdatul Ahkam Hadist ke-06 Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallahu alaihi wasallam bersabda : إِذَا شَرِبَ الْكَلْبُ فِي إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْسِلْهُ سَبْعًا ولمسلم 🙁 أُولَاهُنَّ بِالتُّرَابِ) “Jika anjing minum pada bejana salah seorang diantara kalian, maka hendaklah ia mencucinya hingga(sebanyak) tujuh kali.” Dalam riwayat Muslim : “Dan yang […]
fiqih umdatul ahkam