Umdatul Ahkam Hadits-06

admin

Kajian Umdatul Ahkam
Hadist ke-06

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallahu alaihi wasallam bersabda :

إِذَا شَرِبَ الْكَلْبُ فِي إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْسِلْهُ سَبْعًا
ولمسلم 🙁 أُولَاهُنَّ بِالتُّرَابِ)

“Jika anjing minum pada bejana salah seorang diantara kalian, maka hendaklah ia mencucinya hingga(sebanyak) tujuh kali.”

Dalam riwayat Muslim : “Dan yang pertama kali dengan tanah.”

[HR. Bukhori 172 dan Muslim 279]

Faidah :
1. Jilatan anjing adalah najis yang berat karena sangat kotor.

2. Jilatan anjing pada bejana atau tempat makan, menyebabkan bejana atau tempat makan tersebut menjadi najis.

3. Wajib mencuci bekas jilatan anjing tujuh kali dengan air dan satu kali dengan tanah. Dan yang lebih utama menggunakan tanah diawalnya kemudian dilanjutkan dengan air.

4. Syaikh shalih Al Utsaimin menuturkan, “Didahulukanya tanah karena cucian dengan air yang dilakukan setelahnya lebih menambah kebersihanya.”

5. Imam Nawawi menuturkan, “Menurut pendapat yang benar, sabun tidak dapat menggantikan tanah.

Materi Kajian Umdatul Ahkam
Pemateri Ustadz Abu Hanan Abdullah Amir Maretan
Tempat Masjid Besar Kaum Ujung Berung Bandung
Waktu 23 Maret 2019
Penyelenggara FKII / Yayasan Daar Al Atsar Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Umdatul Ahkam Hadits-07

Kajian Umdatul Ahkam Hadist ke-07 Dari Abullah bin Mughafal radhiyallahu anhu, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda : إِذَا وَلَغَ الْكَلْبُ فِي الْإِنَاءِ فَاغْسِلُوهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ وَعَفِّرُوهُ الثَّامِنَةَ فِي التُّرَابِ “Apabila seekor anjing menjilat bejana kalian, cucilah sebanyak tujuh kali, dan gosoklah dengan tanah pada pencucian yang kedelapan.” [HR. Muslim 280] […]
hadits ke 7 umdatul ahkam