Umdatul Ahkam Hadits-18

admin

Kajian Umdatul Ahkam
Hadist ke-18

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhu berkata, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lewat di dekat dua kuburan baru, kemudian beliau bersabda:

إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ ثُمَّ أَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا نِصْفَيْنِ فَغَرَزَ فِي كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَ فَعَلْتَ هَذَا قَالَ لَعَلَّهُ يُخَفِّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا

“Sesungguhnya keduanya sedang disiksa, dan keduanya disiksa bukan karena dosa besar. Yang satu disiksa karena tidak bersuci setelah kencing, sementara yang satunya suka mengadu domba.” Kemudian beliau mengambil sebatang pelepah dahan kurma yang masih basah, beliau lalu membelahnya menjadi dua bagian kemudian menancapkannya pada masing-masing kuburan tersebut. Para sahabat pun bertanya, “Wahai Rasulullah, kenapa engkau melakukan ini?” beliau menjawab: “Semoga siksa keduanya diringankan selama pelepah pohon ini basah.”

[HR. Bukhori 218, Muslim 292]

Faidah :
1. Ketetapan adanya adzab kubur.

2. Tidak berhati-hati dari najis adalah salah satu sebab mendapatkan adzab kubur. Oleh karena itu, hukumnya WAJIB berhati-hati dari najis. Hadits tersebut menjelaskan bahwa kencing merupakan sebab khusus adanya adzab kubur. Hal ini dikuatkan dengan hadits riwayat Hakim dan Ibnu Khuzaimah, “kebanyakan adzab kubur disebabkan air kencing.” Ibnu Hajar berkata, “Sanadnya shahih”.

3. Haram mengadu domba di antara manusia. Ia juga merupakan sebab adanya adzab kubur.

4. Kisah sayang Nabi terhadap sahabatnya dan kesungguhan beliau menjauhkan mereka dari keburukan.

5. Menutupi dosa dan aib yang tercermin dari keduanya dengan tidak menyebutkan nama penghuni kubur tersebut.

6. Sabdanya, “Keduanya tidak di adzab karena sesuatu yang besar” maksudnya bukan karena dosa besar. Sebab meninggalkan namimah (mengadu domba) dan berhati-hati dari air kencing bukanlah urusan yang susah dan memberatkan. Adzab keduanya menjadi besar lantaran adanya kerusakan yang muncul akibat perbuatan keduanya.

Nawawi berkata, “Sebab keduanya dianggap besar, karena mereka tidak menjaga diri dari air kencing, yang demikian itu menyebabkan batalnya shalat maka meninggalkanya termasuk dosa besar, dan melakukan namimah (mengadu domba) merupakan keburukan yang terburuk.”

Materi Kajian Umdatul Ahkam
Pemateri Ustadz Abu Hanan Abdullah Amir Maretan
Tempat Masjid Besar Kaum Ujung Berung Bandung
Waktu 28 September 2019
Penyelenggara FKII / Yayasan Daar Al Atsar Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Umdatul Ahkam Hadits-19

Kajian Umdatul Ahkam Hadist ke-19 Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي أَوْ عَلَى النَّاسِ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلَاةٍ “Sekiranya tidak memberatkan ummatku, niscaya aku akan perintahkan kepada mereka untuk bersiwak (menggosok gigi) pada setiap kali hendak shalat.” [HR. Bukhori […]
Umdatul Ahkam Hadits-19