Umdatul Ahkam Hadits-22

admin

Kajian Umdatul Ahkam
Hadist ke-22

Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata :

أَتَيْتُ النَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – وَهُوَ يَسْتَاكُ بِسِوَاكٍ رَطْبٍ , قَالَ: وَطَرَفُ السِّوَاكِ عَلَى لِسَانِهِ , وَهُوَ يَقُولُ: أُعْ , أُعْ , وَالسِّوَاكُ فِي فِيهِ , كَأَنَّهُ يَتَهَوَّعُ

“Aku datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada saat beliau sedang menggosok gigi dengan siwak yang basah, dan ujung siwak berada dilisannya. Beliau mengeluarkan suara, “u’ u’.” sementara kayu siwak berada di mulutnya seolah ingin muntah.”

[HR. Bukhori 244 dan Muslim 254]

Faidah :
1. Disunnahkan bersiwak menggunakan pohon ud yang basah. Pada dasarnya siwak merupakan bagian dari ibadah.

2. Abu Musa Al Asy’ari menuturkan, ia datang menemui Nabi shallallahu alaihi wasallam saat beliau bersiwak dengan siwak basah, karena siwak basah lebih membersihkan dan tidak rontok dimulut saat digunakan sehingga bisa mengganggu.

3. Beliau meletakkan siwak di lidah dan bersiwak dengan sempurna hingga seperti mau muntah.

4. Bersiwak bukanlah termasuk hal yang kotor. Sehingga jika ada seseorang yang bersiwak di sebuah pertemuan (majelis), tidak boleh dicela dengan mengatakan bahwa bersiwak itu termasuk hal yang kotor atau menjijikkan.

5. Jika termasuk hal yang kotor, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak akan melakukannya di hadapan manusia.

6. Disyariatkan bersungguh-sungguh ketika bersiwak karena kebersihanya akan lebih sempurna.

Materi Kajian Umdatul Ahkam
Pemateri Ustadz Abu Hanan Abdullah Amir Maretan
Tempat Masjid Besar Kaum Ujung Berung Bandung
Waktu 26 Oktober 2019
Penyelenggara FKII / Yayasan Daar Al Atsar Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Umdatul Ahkam Hadits-23

Kajian Umdatul Ahkam Hadist ke-23 Dari Urwah bin Al Mughirah bin Syu’bah dari Bapaknya ia berkata : كُنْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَأَهْوَيْتُ لِأَنْزِعَ خُفَّيْهِ فَقَالَ دَعْهُمَا فَإِنِّي أَدْخَلْتُهُمَا طَاهِرَتَيْنِ فَمَسَحَ عَلَيْهِمَا “Aku pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam suatu perjalanan, aku lalu merunduk (ingin) […]
Umdatul Ahkam Hadits-23