Umdatul Ahkam Hadits-25
March 5, 2020 No Comments Artikel Islami admin

Kajian Umdatul Ahkam
Hadist ke-25

Dari Ali radhiyallahu anhu dia berkata :

كُنْتُ رَجُلًا مَذَّاءً وَكُنْتُ أَسْتَحْيِي أَنْ أَسْأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَكَانِ ابْنَتِهِ فَأَمَرْتُ الْمِقْدَادَ بْنَ الْأَسْوَدِ فَسَأَلَهُ فَقَالَ يَغْسِلُ ذَكَرَهُ وَيَتَوَضَّأُ

“Aku adalah lelaki yang sering keluar air madzinya dan aku malu menanyakan itu kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam karena putrinya adalah istriku. Lalu aku menyuruh Miqdad bin Aswad. Ia pun menanyakan. Beliau bersabda: “Hendaknya ia membasuh kemaluannya lalu berwudhu.”

[HR. Bukhari 269 dan Muslim 303]

Faidah :
1. Madzi adalah najis dan wajib membersihkanya.

2. Madzi termasuk pembatal wudhu karena ia keluar dari salah satu dua jalur.

3. Wajibnya mencuci kemaluan.

4. Menjadi ijma’ ulama bahwa tidak wajib mandi karena madzi.

5. Harus menggunakan air dalam memberaihkan madzi.
Syaikh Ibnu Utsaimin berkata :
“Adapun madzi cukup dipercikkan air yaitu meratakan tempat yang terkena madzi tanpa memerasnya ataupun mengeroknya, demikian juga wajib untuk mencuci kemaluannya.”

Materi Kajian Umdatul Ahkam
Pemateri Ustadz Abu Hanan Abdullah Amir Maretan
Tempat Masjid Besar Kaum Ujung Berung Bandung
Waktu 23 November 2019
Penyelenggara FKII / Yayasan Daar Al Atsar Indonesia
Tags
Admin
admin
admin Admin Yayasan Daar Al Atsar Indonesia

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *