{38} Shad / ص | الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ | غافر / Ghafir {40} |
Tafsir Al-Qur’an Surat Az-Zumar الزمر (Rombongan-Rombongan) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 39 Tafsir ayat Ke 74.
وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي صَدَقَنَا وَعْدَهُ وَأَوْرَثَنَا الْأَرْضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَاءُ ۖ فَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ ﴿٧٤﴾
wa qālul-ḥamdu lillāhillażī ṣadaqanā wa’dahụ wa auraṡanal-arḍa natabawwa`u minal-jannati ḥaiṡu nasyā`, fa ni’ma ajrul-‘āmilīn
QS. Az-Zumar [39] : 74
Dan mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah memberikan tempat ini kepada kami sedang kami (diperkenankan) menempati surga di mana saja yang kami kehendaki.” Maka (surga itulah) sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal.
Orang-orang mukmin berkata: Segala puji bagi Allah yang telah mewujudkan janji-NYa kepada kami melalui lisan para Rasul-Nya dan memberikan surga-Nya kepada kami, di mana kami bisa tinggal di bagian mana pun darinya. Itu adalah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam menaati Rabb mereka.
Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى:
Dan mereka mengucapkan, “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami.” (Az-Zumar: 74)
Maksudnya, orang-orang mukmin itu apabila telah menyaksikan pahala mereka yang berlimpah di dalam surga dan pemberian yang besar, nikmat yang abadi, dan kerajaan yang besar, maka pada saat itu mereka mengatakan: Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami. (Az-Zumar: 74)
Yaitu apa yang telah dijanjikan-Nya melalui lisan rasul-rasul-Nya yang mulia, sebagaimana mereka pun mengatakannya dalam doa mereka semasa di dunia:
Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji. (Ali Imran: 194)
Dan mereka mengatakan pula dalam doanya:
dan mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami ke (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran” (Al-A’raf: 43)
Dan mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu.”(Fatir: 34-35)
Dan ucapan mereka yang disitir oleh firman-Nya:
dan telah memberi kepada kami tempat ini, sedangkan kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja yang telah kami kehendaki.” Maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal. (Az-Zumar: 74)
Abul Aliyah, Abu Saleh, Qatadah, As-Saddi, serta Ibnu Zaid mengatakan bahwa yang dimaksud dengan tanah dalam ayat ini ialah surga.
Ayat ini semakna dengan firman-Nya:
Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuz, bahwa bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh. (Al-Anbiya: 105)
Karena itulah disebutkan dalam surat ini oleh firman-Nya:
sedangkan kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja kami kehendaki. (Az-Zumar: 74)
Yakni di bagian mana pun kami ingin menempatinya diperkenankan, maka sebaik-baik pahala adalah yang telah kami terima sebagai balasan dari amal perbuatan kami.
Di dalam kitab Sahihain disebutkan melalui hadis Az-Zuhri, dari Anas r.a. tentang kisah Mi’raj, bahwa Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda:
Aku dibawa masuk ke dalam surga, tiba-tiba di dalamnya terdapat bukit-bukit dari mutiara dan tanahnya adalah minyak kesturi.
Abdu ibnu Humaid mengatakan, telah menceritakan kepada kami Rauh ibnu Ubadah, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari Al-Jariri, dari Abu Nadrah, dari Abu Sa’id r.a. yang mengatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ pernah bertanya kepada Ibnu Sa’id tentang tanah surga, maka Ibnu Sa’id menjawab, “Tanahnya putih, baunya sangat harum seperti minyak kesturi yang murni.” Maka Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda, “Benar.”
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Muslim melalui hadis Abu Salamah, dari Abu Nadrah, dari Abu Sa’id r.a.
Imam Muslim telah meriwayatkan pula dari Abu Bakar ibnu Abu Syaibah, dari Abu Usamah, dari Al-Jariri, dari Abu Nadrah, dari Abu Sa’id r.a. yang menceritakan bahwa sesungguhnya Ibnu Sa’id pernah bertanya kepada Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ tentang tanah surga, maka beliau صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ menjawab: Pasir putih terdiri dari minyak kesturi yang murni.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abu Gassan ibnu Ismail, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Ishaq, dari Asim Ibnu Damrah, dari Ali ibnu AbuTalib r.a. sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). (Az-Zumar: 73) Mereka digiring hingga sampai di pintu surga, mereka menemukan padanya sebuah pohon yang dari bagian bawah pohon itu memancar dua mata air. Lalu mereka pergi ke salah satu mata air itu dan bersucilah mereka dari airnya. Maka memancarlah dari tubuh mereka sinar kebahagiaan, dan kulit mereka tidak berubah lagi sesudahnya untuk selama-lamanya; dan rambut mereka tidak awut-awutan lagi selama-lamanya sesudah itu, seakan-akan rambut mereka diminyaki. Kemudian mereka pergi ke mata air yang lainnya seakan-akan mereka mendapat perintah, lalu minumlah mereka dari airnya. Maka lenyaplah semua kotoran dan penyakit yang ada pada perut mereka sebelumnya. Para malaikat menyambut kedatangan mereka di depan pintu surga: Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masukilah surga ini, sedangkan kamu kekal di dalamnya. (Az-Zumar: 73) Semua pelayan surga menyambut kedatangan tuannya masing-masing seraya mengelilinginya —sebagaimana menyambut kedatangan tuannya yang lama pergi dari pengembaraannya— seraya berkata, “Bergembiralah, Allah telah menyediakan anu dan anu sebagai penghormatan buatmu.” Kemudian salah seorang dari pelayannya pergi menemui istri-istrinya dari kalangan bidadari, lalu mengatakan kepada mereka, “Si anu telah datang,” seraya menyebut namanya saat di dunia. Maka mereka bertanya, “Apakah kamu benar-benar melihat kedatangannya?” Pelayan itu menjawab, “Ya.” Maka kegembiraan mereka meledak sehingga tidak sabar lagi mereka keluar menuju pintu. Lalu datanglah suami mereka, tiba-tiba menjumpai tempatnya telah dilengkapi dengan bantal-bantal yang bersusun, gelas-gelas yang terletak di dalamnya, dan permadani-permadani yang terhampar. Kemudian ia melihat ke arah fondasi bangunan gedungnya; ternyata ia menjumpainya dibangun di atas fondasi mutiara, ada yang merah, ada yang hijau, ada yang kuning, ada yang putih, dan semua warna lainnya. Kemudian ia arahkan pandangannya ke bagian atas gedung; seandainya Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى tidak memberinya kekuasaan, niscayalah matanya akan buta karena bagian atasnya berkilauan seperti kilat. Kemudian ia memandang ke arah istri-istrinya dari kalangan bidadari, setelah itu ia bersandar pada dipan dipan pelaminannya seraya berkata: Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. (Al-A’raf: 43)
وَقَالُوا “Dan mereka mengucapkan” pada saat memasukinya dan saat sudah tinggal di dalamnya, seraya memuji Allah atas apa yang telah Dia karuniakan dan anugerahkan kepada mereka, الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي صَدَقَنَا وَعْدَهُ “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janjiNya kepada kami.” Maksudnya, Dia telah menjanjikan surga kepada kami melalui lisan para RasulNya jika kami beriman dan beramal shalih, dan Dia penuhi apa yang telah dijanjikanNya kepada kami tersebut dan Dia telah tunaikan untuk kami apa yang telah dikaruniakan kepada kami. وَأَوْرَثَنَا الأرْضَ “Dan telah diwariskan kepada kami bumi ini,” maksudnya, bumi surga, نَتَبَوَّأُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَاءُ “sedang kami menempati tempat dalam surga di mana saja kami kehendaki.” Maksudnya, kami menempati tempat yang mana saja yang kami suka di dalamnya dan kami menikmati kenikmatan apa saja yang kami mau darinya, tidak ada sesuatu apa pun yang terlarang bagi kami dari yang kami kehendaki, فَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ “maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal,” yaitu orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam menaati Rabbnya dalam waktu yang sangat singkat lagi terbatas. Maka dengannya mereka memperoleh kebaikan yang sangat besar nan abadi lagi terus tak terputus. Negeri inilah yang sebenarnya berhak dibanggakan, yang di dalamnya Allah memuliakan manusia-manusia pilihanNya, yang diridhai oleh Yang Maha Pemurah lagi Mahamulia sebagai tempat tinggal. Dia telah membangun yang tertinggi dan terbaik dan telah menanamnya dengan TanganNya dan telah Dia penuhi dengan rahmat dan karamahNya, yang hanya dengan sebagiannya saja orang-orang yang bersedih menjadi gembira, semua kekeruhan menjadi sirna, dan kejernihan menjadi sempurna.
Mereka dipersilakan masuk dengan penuh suka cita, dan mereka pun lalu berkata, ‘segala puji bagi Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, yang telah memenuhi janji-Nya melalui para rasul kepada kami, dan telah memberikan tempat, yakni surga, ini kepada kami, sedang kami diperkenankan menempati surga di mana saja yang kami kehendaki. ‘ maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal kebajikan di dunia. 75. Dan engkau, wahai nabi Muhammad, akan melihat malaikat-mala-ikat melingkar di sekeliling ‘arsy, bertasbih secara terus-menerus sambil memuji tuhannya; lalu setelah itu diberikan keputusan yang pasti di antara mereka hamba-hamba Allah itu secara adil, dan dikatakan kepada mereka ucapan sanjungan, ‘al’amdulill’hi rabbil ”lam’n’, segala puji bagi Allah, tuhan seluruh alam. ‘.
Az-Zumar Ayat 74 Arab-Latin, Terjemah Arti Az-Zumar Ayat 74, Makna Az-Zumar Ayat 74, Terjemahan Tafsir Az-Zumar Ayat 74, Az-Zumar Ayat 74 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Az-Zumar Ayat 74
Tafsir Surat Az-Zumar Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75
Raih pahala amal jariyah dengan cara membagikan (share) konten ini kepada yang lainnya. Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:
من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه
"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893)