Berinfak Adalah Di Antara Cara Agar Tidak Terfitnah Oleh Harta

Nabi ﷺ Bersabda,

“Sesungguhnya orang-orang yang banyak (hartanya) adalah orang yang sedikit (pahalanya) pada hari kiamat, kecuali orang yang Allah berikan kebaikan kepadanya lalu ia menginfakkan hartanya ke kanan, ke kiri, di depan, dan di belakangnya, dan ia berbuat kebaikan dengan hartanya.”

(HR. Al-Bukhari, 443)

Harta adalah Amanah, Bukan Hak Milik Mutlak

Semua harta yang kita miliki sejatinya milik Allah. Kita hanya diberi kesempatan untuk mengelola dan menyalurkannya. Semakin banyak harta, semakin besar amanah.

Infak adalah Benteng dari Siksa

Sedekah bukan hanya tentang memberi, tetapi juga melindungi diri, sebagaimana Sabda Nabi ﷺ:

“Sedekah dapat memadamkan murka Allah.”

Maka orang kaya yang rajin berinfak sebenarnya sedang menyelamatkan dirinya dari kesulitan hari kiamat.

Infak Membersihkan Hati dari Sifat Tercela

Orang kaya rentan terkena penyakit hati:

  • Takut miskin

  • Riya

  • Sombong

  • Serakah

  • Ketergantungan pada dunia

Infak adalah pembersih yang sangat kuat.

Kedermawanan Membuka Pintu Rezeki

Allah berjanji mengganti setiap infak dengan yang lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat.

1. Mulai dari Infak Kecil dan Konsisten

Tidak harus besar. Berikan yang penting istiqamah, bukan besar kecilnya.

2. Mencari Penerima yang Benar-Benar Tepat

Infak “ke depan, belakang, kanan, kiri” bukan berarti sembarangan, tetapi:

  • ke tetangga yang kesulitan,

  • ke saudara yang benar-benar perlu bantuan,

  • ke anak yatim,

  • ke lembaga terpercaya,

  • ke dakwah dan pendidikan Islam.

3. Menjaga Niat Agar Tetap Ikhlas

Ikhlas adalah inti amal. Tanpa ikhlas, infak hanyalah transaksi duniawi biasa.

4. Menjaga Sumber Harta Tetap Halal

Infak dari harta haram tidak diterima. Maka yang utama adalah memastikan:

  • usaha halal

  • pekerjaan jujur

  • transaksi bersih

  • tidak menipu

  • tidak riba

5. Menghindari Gaya Hidup Berlebihan

Hidup sederhana justru memudahkan seseorang untuk berinfak.

Keutamaan Orang yang Dermawan dalam Islam

Dicintai Allah dan Dicintai Manusia

Orang dermawan disukai semua orang. Badannya ringan, hatinya lapang, hidupnya berkah.

Dibukakan Pintu Surga Khusus

Dalam hadis lain disebutkan bahwa ada pintu khusus bagi ahli sedekah, yaitu Bab al-Shadaqah.

Dikasihi Malaikat

Malaikat mendoakan:

“Ya Allah, berikan pengganti bagi yang berinfak.”

Sedangkan yang menahan hartanya didoakan keburukan:

“Ya Allah, berikan kebinasaan bagi yang menahan hartanya.”

Apakah Kita Termasuk Orang yang Sedikit Pahalanya?

Pertanyaan ini perlu kita renungkan:

  • Apakah kita sering mengeluh saat diminta membantu?

  • Apakah infak terasa berat?

  • Apakah kita lebih sering membeli barang yang tidak perlu daripada membantu sesama?

  • Apakah harta menjadi penghalang ibadah?

Jika iya, maka kita termasuk yang diperingatkan dalam hadis.

Apakah Kita Sudah Menjadi Pengecualian?

Ciri pengecualian adalah:

  • mudah memberi

  • tidak menghitung saat membantu

  • memberi tanpa pamrih

  • tidak menunggu diminta

Hadis Nabi ﷺ ini adalah peringatan dan sekaligus motivasi. Peringatan bahwa kekayaan tidak otomatis menjadi kelebihan, tetapi berat pertanggungjawabannya. Namun bagi yang mampu mengelola hartanya dalam jalan Allah, justru kekayaan itu menjadi jalan luas menuju pahala besar.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang yang dermawan, diberi harta yang halal dan berkah, serta dimudahkan untuk menginfakkan harta ke segala arah demi kemaslahatan umat.