Katsīr bin Ziyād: Inilah Perniagaan Yang Tidak Akan Pernah Merugi

Berkata Katsīr bin Ziyād rahimahullah, بَيْعُوا دُنْيَاكُمْ بِآخِرَتِكُمْ تَرْبَحُوهُمَا، وَاللّٰهِ جَمِيعًا، وَلَا تَبِيعُوا آخِرَتَكُمْ بِدُنْيَاكُمْ فَتَخْسَرُوهُمَا، وَاللّٰهِ جَمِيعًا. “Juallah dunia kalian demi akhirat kalian, niscaya —demi Allah— kalian akan beruntung mendapatkan keduanya sekaligus. Dan janganlah kalian menjual akhirat kalian demi dunia kalian, karena —demi Allah— kalian akan merugi (kehilangan) keduanya sekaligus.” (Az-Zuhd li Ibn Abi … Read more

al-Imam Ibnul Qayyim: Jangan Gantungkan Hatimu Kepada Manusia

Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah, من وطن قلبه عند ربه سكن واستراح، ومن أرسله في الناس اضطرب واشْتد به القلق. “Barang siapa menambatkan hatinya kepada Rabbnya, ia akan tenang dan tenteram. Barang siapa membiarkan hatinya bergantung pada manusia, ia akan terguncang dan semakin diliputi kegelisahan.” (al-Fawa’id, Ibnul Qayyim, 1/143)

al-Imam Ibnul Qayyim: Jangan lalai, Kepada-Nya Jua Kita Kembali

Berkata al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, “Janganlah engkau lalai terhadap Dzat yang telah menetapkan akhir kehidupanmu serta batas bagi hari-hari dan setiap embusan napasmu. Segala sesuatu selain-Nya bisa saja engkau tinggalkan, namun kepada-Nya engkau selalu bergantung dan tidak akan pernah bisa lepas dari-Nya.” (Al-Fawa’id, Ibnul Qayyim, jilid 1, hlm. 144)

Hasan al-Bashri: Kesibukan Yang Tidak Pernah Selesai

Hasan al-Bashri: BKesibukan Yang Tidak Pernah Selesai

Berkata al-Hasan al-Bashri rahimahullah, إِيَّاكُمْ وَمَا شَغَلَ مِنَ الدُّنْيَا، فَإِنَّ الدُّنْيَا كَثِيرَةُ الْأَشْغَالِ، لَا يَفْتَحُ رَجُلٌ عَلَى نَفْسِهِ بَابَ شُغْلٍ إِلَّا أَوْشَكَ ذَلِكَ الْبَابُ أَنْ يَفْتَحَ عَلَيْهِ عَشَرَةَ أَبْوَابٍ “Waspadalah kalian terhadap perkara-perkara dunia yang menyibukkan. Sesungguhnya dunia ini penuh dengan berbagai kesibukan. Tidaklah seseorang membuka untuk dirinya satu pintu kesibukan, melainkan hampir-hampir pintu itu … Read more

Syaikh Ibnu Utsaimin: Berhati-hatilah Kecintaan Belebihan Terhadap Dunia

Syaikh Ibnu Utsaimin رحمه الله berkata: "Ketika manusia lebih dekat kepada kefaqiran, maka mereka akan lebih bertaqwa lebih khusyuk dan lebih takut kepada Allah. Dan ketika harta telah banyak, banyak berpaling dari jalan Allah, terjadilah sikap melampaui batas, sehingga manusia sekarang ini menjadi lebih memandang kepada dunia dan perhiasannya, mobil, rumah, kasur-kasur, pakaian. Manusia bermegah-megahan dalam ini semua, dan berpaling dari apa yang bermanfaat buat mereka di akhirat. Media masa, surat kabar dan yang semisalnya tidaklah membahas kecuali masalah kemewahan dan segala yang berkaitan dengan dunia dan mereka berpaling dari akhirat. Dan menjadi rusaklah manusia, kecuali yang dikehendaki Allah. Kesimpulannya, sesungguhnya dunia itu, jika dibuka -kita memohon kepada Allah semoga Allah menjaga kita dari kejelekkannya-, sesungguhnya ia akan mendatangkan kejelekkan dan menjadikan seorang insan melampaui batas." (Syarh Riyadh Ash-Shalihin, 3/361)

Berkata Syaikh Ibnu Utsaimin رحمه الله, “Ketika manusia lebih dekat kepada kefaqiran, maka mereka akan lebih bertaqwa lebih khusyuk dan lebih takut kepada Allah. Dan ketika harta telah banyak, banyak berpaling dari jalan Allah, terjadilah sikap melampaui batas, sehingga manusia sekarang ini menjadi lebih memandang kepada dunia dan perhiasannya, mobil, rumah, kasur-kasur, pakaian. Manusia bermegah-megahan … Read more

Ibnu Utsaimin: Bukan Tentang Panjangnya Usia, Namun Tentang Seberapa Bermakna

Berkata al-’Allamah Ibnu Utsaimin rahimahullah, لأن عمر الإنسان ليس ما بقي في الدنيا، بل عمر الإنسان حقيقة ما يخلده بعد موته، ويكون ذكراه في قلوب الناس وعلى ألسنتهم “Sesungguhnya usia manusia bukanlah sekadar dihitung dari lamanya ia hidup di dunia. Akan tetapi, hakikat usia seseorang adalah apa yang ia tinggalkan setelah wafatnya; berupa amal kebaikan … Read more

Syaikh Shalih bin Fauzan: Kalimat TAHUID Akan Bermanfaat Jika…

Tidak ada yang bisa menghimpun hati manusia dan menyatukan kata, selain kalimat tauhid. Itu pun apabila maknanya dipahami (dengan benar) dan kandungannya direalisasikan secara lahir dan batin. Bukan mengucapkan dengan lisan tetapi pada saat yang sama dia menyelisihi kandungannya. Kalau seperti ini, tidak ada gunanya.

Berkata Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah berkata, فلا يؤلف القلوب، ويجمع الكلمة؛ سوى كلمة التوحيد، إذا عرف معناها، وعمل بمقتضاها ظاهرا و باطنا، لا بمجرد النطق بها مع مخالفة ما تدل عليه؛ فإنها حينئذ لا تنفع. “Tidak ada yang bisa menghimpun hati manusia dan menyatukan kata, selain kalimat tauhid. Itu pun apabila maknanya dipahami … Read more

Imam al-Barbahari: Bid’ah Lebih berbahaya Dari Pada Maksiat

Berkata al-Imam al-Barbahari Rahimahullah, ورأى يونس بن عبيد ابنه وقد خرج من عند صاحب هوى فقال: يا بني! من أين جئت؟ قال: من عند فلان. قال: يا بني! لأن أراك خرجت من بيت خنثى أحب إلي من أن أراك تخرج من بيت فلان وفلان، ولأن تلقى الله يا بني! زانياً فاسقاً سارقاً خائناً أحب إلي … Read more

Asy-Syaikh Abdus Salam Barjas: Penyakit Penuntut Ilmu Yang Paling Buruk

Berkata Asy-Syaikh Abdus Salam Barjas Rahimahullah, إن أقبح ما تلبّس به طالب العلم من المعاصي -وكلها قبيح- التكبّر والتّعاظُم والغرور. “Sesungguhnya kemaksiatan yang menodai seorang penuntut ilmu yang paling buruk –dan semua kemaksiatan buruk– adalah takabbur, merasa besar, dan tertipu.” (Awaiquth Tholab, 31)