Ibnul Jauzi: Dua Hal Yang Ada Di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Berkata Ibnul Jauzi rahimahullah:

الأيام تمضي ولا أدري هل ازددت قرباً من الله أو بعداً من الله؟ هل نحاسب أنفسنا على هذا الأمر؟

وَيَنْبَغِي أَنْ يَكُونَ الِاجْتِهَادُ فِي أَوَاخِرِ الشَّهْرِ أَكْثَرَ مِنْ أَوَّلِهِ لِشَيْئَيْنِ: أَحَدُهُمَا لِشَرَفِ هَذَا العَشْرِ وَطَلَبِ لَيْلَةِ القَدْرِ، وَالثَّانِي لِتَوْدِيعِ شَهْرٍ لَا يَدْرِي أَيَعُودُ أَمْ لَا

“Seharusnya kesungguhan dalam beribadah pada akhir-akhir bulan Ramadhan lebih besar daripada awalnya karena dua perkara:
Pertama, karena kemuliaan sepuluh hari terakhir dan untuk mencari Lailatul Qadar.
Kedua, sebagai bentuk perpisahan dengan suatu bulan yang tidak diketahui apakah ia akan kembali menemuinya lagi atau tidak.”

(At-Tabshirah, 2/493)