Begitu Tercelanya Sifat Malas-Malasan

Berkata Musyyab Ibnu Rof’i Rahimahullah, “Abu Hurairah Radiyallahuanhu berkata, إني لأبغض الرجل أن أراه فارغا ليس في شيء من عمل الدنيا ولا عمل الآخرة Sungguh aku sangat marah kepada seseorang yang aku lihat dia kosong, dia tidak beramal sedikitpun untuk dunianya maupun beramal untuk akhiratnya.” (az-Zuhud karya imam Ahmad Hlm. 170)

MAKTAB DAI Angkatan 01: Ujian Mengharokati Kitab “فضائل الصحابة”

Alhamdulillah, Ujian mengharokati kitab فضائل الصحابة telah selesai dilaksanakan pada hari ahad, tanggal 22 Dzulqa’dah 1444 / 11 Juni 2023 bersama Ustadz Abu Rayyan Sakti, Lc. Hafidhahullah. Memperbanyak latihan membaca kitab tanpa harokat dan mengharokatinya adalah salah satu kunci agar dapat dapat membaca kitab gundul dengan benar biiznillah. Tetap semangat ikhwah untuk belajar ilmu syar’i … Read more

Bersabarlah Wahai Ahlus Sunnah Dalam Mengamalkan dan Mendakwahkan Sunnah Nabi ﷺ

Berkata Syaikh Shalih al-Fauzan hafidzahullah, مَن تَمَسَّك بالسُّنَّة سَيَلقى عَنَتاً وتعباً واحتقاراً وازدراء،أو تهديد من الناس، لكن عليه أن يصبر ولا يَتَضَعضع عن الحق “Siapa saja yang berpegang teguh dengan Sunnah pasti akan menjumpai kesulitan, kepayahan, perendahan, penghinaan dan ancaman dari manusia. Namun dia harus bersabar dan jangan lemah dalam berpegang dengan kebenaran.” (Syarhus Sunnah … Read more

Tidak Sadar Akan Kekurangan Diri Adalah Musibah Besar

Berkata Abdullah Ibnul Mubarak rahimahullah, من أعظم المصائب للرجل أن يعلم من نفسه تقصيرا و لا يبالي و لا يحزن عليه “Termasuk musibah paling besar yang menimpa seseorang adalah, ia tahu adanya kekurangan pada dirinya namun ia tidak peduli dan tidak pula sedih karenanya”. (al-Baihaqi, dalam Syu’abul Iman, hlm. 867)

Hubungan Antara Tawakal Dengan Iman Dan Tauhid

Berkata Ibnu Hibban rahimahullah, ‎التَوكُل هُو نظامُ الإيمَان ، وقرِينُ التوحِيد ، وهو السبب المُؤَدّي إلى نَفي الفَقر ووجود الراحة! . روضة العقلاء ( ص١٥٣ ) “Tawakal adalah tonggaknya keimanan dan pendampingnya tauhid. Tawakal adalah sebab yang akan mengantarkan kepada hilangnya kefakiran dan munculnya ketenangan.” (Raudhatul ‘Uqalla hal. 153)

Keutamaan Menundukan Hawa Nafsu Akan Mewariskan Kekuatan Pada Badan Hati dan Lisan

Berkata al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah, ‏مخالفة الهوى تورث العبد قوة في بدنه وقلبه ولسانه. وقال بعض السلف: الغالب لهواه أشد من الذي يفتح المدينة وحده. “Menyelisihi hawa nafsu akan mewariskan kekuatan pada badan, hati, dan lisan bagi seorang hamba. Ada ulama salaf yang mengatakan bahwa orang yang mampu mengalahkan hawa nafsunya lebih kuat daripada … Read more

Di Antara Kemuliaan Para Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

Berkata al-Fudhoil bin Iyadh rahimahullah, إن لله عبادا يحيى بهم البلاد وهم أصحاب السنة (شرح أصول اعتقاد أهل السنة رقم 51) “Sesungguhnya Allah mempunyai hamba yang dengan mereka Dia hidupkan negeri-negeri (yang mati), mereka itu adalah para penegak Sunnah.” (Syarah Ushul I’tiqod Ahlus Sunnah No.51)

DAI School: Penilaian Akhir Tahun (PAT) TA.2022/2023

Bismillah, Alhamdulillah, anak-anak DAI School telah menyelesaikan Penilaian Akhir Tahun (PAT) yang dilaksanakan pada tanggal 21-16-20 Dzulqadah 1444 / 05-09 Juni 2023. Semoga kalian mendapatkan hasil dan nilai yang terbaik, nanum yang lebih utama adalah kalian mampu untuk mengamalkan ilmu yang telah didapatkan dalam kehidupan sehari-hari! Tetap semangat, DAI School Mumtaz! Barokallahu fiikum. #DAISchool #sekolahislam … Read more

Di Antara Nikmat Yang Allah Berikan Adalah Sifat Qana’ah

Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah, ‎من نعمة الله على العبد أن يوفق للقناعة، سواء كان ذلك في مسكنه، أو في ملبسه، أو في مركوبه، أو في أولاده. “Termasuk nikmat Allah atas seorang hamba adalah dengan memberinya taufiq untuk qana’ah (merasa cukup), sama saja hal itu yang berkaitan dengan tempat tinggalnya, pakaiannya, kendaraannya, atau … Read more

Tidakkah Cukup Uban Yang Putih Itu Sebagai Peringatan?

Berkata al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah, يا من أنذره الـشيب بالموت وهو مقيم على الآثام، أما كفاك واعظ الـشيب مع واعظ القرآن؟! “Wahai orang yang uban telah memperingatkannya akan dekatnya kematian dia. Sementara dia masih terus berkubang dengan dosa-dosa. Tidakkah cukup bagimu penasehat berupa uban, di samping penasehat berupa al-Qur’an?!” (Lathaiful Ma’arif, hlm. 259)