Merenungi Kematian – Tangisan Mereka Tertuju Kepada Mereka Sendiri Bukan Kepada Jenazah

Berkata al-A’masy rahimahullah, كنا نشهد الجنازة، ولا ندري من المعزى فيها لكثرة الباكين، وإنما بكاؤهم على أنفسهم لا على الميت Kami pernah menghadiri pemakaman jenazah. Saat itu, kami tidak mengetahui kepada siapa kami bertakziah karena banyaknya orang yang menangis. Akan tetapi, tangisan mereka tertuju kepada mereka sendiri, bukan tertuju kepada jenazah. (al-Aqibah fi Dzikril Mauti … Read more

Akibat Suka Berdebat Terlebih Berdebat Dengan Orang Yang Lebih Berilmu

Berkata Maimun bin Mihran rahimahullah, لا تمار من هو أعلم منك، فإذا فعلت ذلك خزن عنك علمه، ولم يضره ما قلت شيئا. “Jangan mendebat orang yang lebih berilmu darimu. Sebab, jika engkau melakukan hal itu, dia akan menyimpan ilmunya darimu, dan apa yang engkau katakan tidak akan merugikan dirinya sama sekali.” (Jami’ Bayani al-Ilmi, 1/517)

Pentingnya Bertakwa Dalam Perkara Harta

Berkata Hasan al-Bashri rahimahullah, أيها الناس، والله ما أعز هذا الدرهمَ أحدٌ إلا أذله الله تعالى يوم القيامة؛ “Wahai sekalian manusia, demi Allah, tidak ada seorang pun yang (terlalu) memuliakan dirham ini (sehingga melanggar syariat), kecuali Allah akan menghinakannya pada hari kiamat.” (Adab al-Hasan al-Bashri wa Zuhduhu wa Mawaizhuhu, hlm. 66)

Jangan Kau Memberi Kami Makanan Kecuali Dari Yang Halal

Berkata Khuzaimah Abu Muhammad rahimahullah, قال بنات رجل لأبيهن: يا أبة: لا تطعمنا إلا الحلال؛ فإن الصبر على الجوع أيسر من الصبر على النار. “Anak-anak perempuan pernah berkata kepada ayah mereka, ‘Wahai ayah, janganlah engkau memberi kami makan melainkan dari yang halal. Sesungguhnya bersabar menahan lapar lebih mudah daripada menahan pedihnya neraka.’” (Shifatush Shafwah, hlm.814)

Manusia Senantiasa Dalam Keadaan SAFAR Sampai Masuk Surga atau Neraka

Berkata Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah, الناس منذ خلقوا لم يزالوا مسافرين وليس لهم حظ عن رحالهم إلا في الجنة أو في النار “Manusia semenjak mereka diciptakan senantiasa dalam keadaan safar. Dan tidak ada tempat beristirahat bagi mereka dari perjalanannya kecuali di surga atau neraka.” (al-Fawaid, hlm. 231)

Ilmu Dan Amal Shalih Adalah Jalan Kebahagiaan

Berkata Syaikh Shalih al-Fauzan hafidzahullah, إِذَا كُنْتَ تُرِيدُ السَّعَادَةَ فَاطلُبِ الِعلْمَ، وَاعمَلْ بِهِ، تَصِلُ إِلَى السَّعَادَةِ بِإذْنِ اللَّهِ “Jika engkau ingin bahagia maka carilah ilmu dan amalkan, niscaya engkau akan sampai kepada kebahagiaan dengan ijin Allah.” (Syarhu Mandzumah Al Ahsaaiy, hal.13)

DAI School: Kegiatan Outing 05 Oktober 2022

Alhamdulillah, Kegiatan Outing DAI School pada hari Rabu, 09 Rabiul Awwal 1444 / 05 Oktober 2022 di Villa Aleena, Dago Bandung, berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Anak-Anak sangat senang dan antusias dengan kegiatan ini dari mulai Tafakur bersama al-Ustadz sampai akhir permainan/perlombaan. Tetap semangat anak-anaku, DAI School Mumtaz! Barokallahu fiikum jamii’an.

Berharganya Jiwa (Nyawa) Seorang Muslim/Muslimah Dibandingkan Dengan Hancurnya Dunia

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ قَتْلِ مُؤْمِنٍ بِغَيْرِ حَقٍّ “Hilangnya dunia, (nilainya) lebih ringan bagi Allah dibandingnya terbunuhnya seorang mukmin tanpa haq.” (HR. Nasai 3987, Turmudzi 1455, dan dishahihkan al-Albani)

Orang Yang Berilmu Adalah Orang Yang Tidak Berhenti Belajar

Berkata Imam Ibnul-Mubarok rahimahullah, لا يزال المرء عالما ما طلب العلم، فإذا ظن أنه قد علم فقد جهل. “Seseorang akan tetap menjadi ‘alim (berilmu) selama ia masih terus mencari ‘ilmu, namun jika ia mengira (telah) berilmu (tiada belajar lagi) maka sungguh ia telah menjadi bodoh.” (al-Mujaalasah wa Jawaahiril-‘Ilmi, jilid 2, hlm. 186)