Umar Bin Khattab: Menilai Baik Atau Tidaknya Seseorang

Berkata Umar bin Khothob radhiyallahu anhu, لا تَنظُروا إلى صيامِ أحَدٍ ولا صلاتِه، ولكِنِ انظُروا إلى صِدقِ حَديثِه إذا حدَّث، وأمانتِه إذا ائتُمِن، ووَرَعِه إذا أشفى “Jangan menilai baik dan tidaknya manusia dari puasa atau sholatnya ! Tapi lihatlah kualitas ketakwaan manusia dari kejujuran omongannya, sifat amanahnya, dan kehati-hatiannya dari yang haram saat dunia dibukakan … Read more

Ibnul Qayyim: 3 Jenis Bersyukur Sudahkah Kamu Mengetahuinya?

Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah, الشُكْرُ يَكُوْنُ : بِالقَلْبِ : خُضُوْعاً وَاسْتَكَانَةً ، وَبِاللِّسَانِ : ثَنَاءً وَاعْتِرَافاً ، وَبِالجَوَارِحِ : طَاعَةً وَانْقِيَاداً . • Syukurnya hati itu dengan tunduk dan tenang bersama Allah. • ⁠Syukurnya lisan itu dengan memuji Allah dan mengakui bahwa nikmat itu hanya dari-Nya. • ⁠Sedangkan syukurnya anggota badan itu dengan taat dan … Read more

Sa’id Ibnu Jubair: Siapa Orang Yang Paling Hebat Ibadahnya?

Sa’id Ibnu Jubair pernah ditanya, “Siapa orang yang paling hebat ibadahnya…?” Beliau menjawab, ‎رجل اقترف ذنبا فكلما ذكر ذنبه احتقر عمله وانكسر لربه “Seseorang yang melakukan suatu dosa, setiap kali ia mengingat dosanya ia menganggap amalanya tidak ada apa-apanya dan ia pun meratap kepada Rabbnya (dengan penuh harap dan penyesalan)” (al-Bidayah wan Nihayah 9/99)

Ibnu Hibban al-Busty: Lisan Bisa Menjadi Sumber Pahala Ataupun Dosa

Berkata Ibnu Hibban al-Busty rohimahullah, والله جل وعز رفع جارحة اللسان على سائر الجوارح فليس منها شيء أعظم أجرا منه إذا أطاع ولا أعظم ذنبا منه إذا جنى “Allah menjadikan dosa lisan melebihi dosa anggota badan yang lainnya. Tidak ada sesuatu dari anggota tubuh yang lebih besar pahalanya daripada lisan jika dia taat, dan tidak … Read more

Umar bin Khothob: Jangan Sibukkan Diri Dengan Hal Lain Saat Waktu Shalat Telah Tiba

Berkata Umar bin Khothob radhiyallahu ‘anhu, اجْتَنِبُوا الِاشْتِغَالَ عِنْدِ حَضْرَةِ الصَّلَاةِ، فَمَنْ أَضَاعَهَا فَهُوَ لِمَا سِوَاهَا مِنْ شَعَائِرِ الْإِسْلَامِ أَشَدُّ تَضْيِيعًا “Jangan sibukkan diri dengan hal lain saat waktu shalat telah tiba. Barangsiapa yang tidak mampu mengagungkan shalat, maka terhadap syiar islam yang lain dia lebih tidak mengagungkannya.” (Hilyah Auliya 5/316)

Yazid bin Harun: Pentingnya Ilmu dan Kedewasaan

Berkata Yazid bin Harun rahimahullah, مَنْ كَانَ عِلْمُهُ أَكْثَرَ مِنْ عَقْلِهِ؛ خَشِيَتْ عَلَيْهِ، وَمَنْ كَانَ عَقْلُهُ أَكْثَرَ مِنْ عِلْمِهِ؛ رَجُوتْ لَهُ “Barang siapa yang ilmunya lebih banyak dari sifat kedewasaannya (akal), maka aku khawatir (keburukan akan menimpanya), dan barang siapa yang akal (kedewasaan)nya lebih banyak dari ilmunya, aku berharap (kebaikan) darinya.” (Syu’ab al-Iman no. 4365)

Hatim al-Ashom: Tergesa-gesa Itu Dari Setan Kecuali 5 Hal

Berkata Hatim al-Ashom rahimahullah, كَانَ يُقَالُ الْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ إِلَّا فِي خَمْسٍ , إِطْعَامُ الطَّعَامِ إِذَا حَضَرَ الضَّيْفُ وَتَجْهِيزُ الْمَيِّتِ إِذَا مَاتَ , وَتَزْوِيجُ الْبِكْرِ إِذَا أَدْرَكَتْ , وَقَضَاءُ الدَّيْنِ إِذَا وَجَبَ , وَالتَّوْبَةُ مِنَ الذَّنْبِ إِذَا أَذْنَبَ “Dikatakan oleh para ulama bahwa ketergesa-gesaan itu adalah dari setan, kecuali pada 5 hal. 1.Bersegera menyiapkan makanan … Read more

Syamith bin Ajlan: Menjaga Lisan Kunci Keselamatan

Berkata Syamith bin Ajlan rahimahullah, يا ابن آدم، إنك ما سكتَّ فأنت سالمٌ، فإذا تكلمتَ فخذ حِذرك إما لك وإما عليك. “Wahai anak Adam, sesungguhnya selama engkau diam, engkau selamat. Jadi, jika engkau akan berbicara, waspadalah. Bisa jadi, ucapanmu akan bermanfaat bagimu, bisa jadi pula akan membahayakan dirimu.” (Jami’ul Ulum wal Hikam, 249)