Haram di Dunia, Halal Di Akhirat (Surga)

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ فِي الدُّنْيَا لَمْ يَشْرَبْهَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ أَنْ يَتُوبَ “Barangsiapa yang meminum khamr di dunia, ia tidak akan meminumnya di akhirat (surga). Kecuali jika ia bertaubat.” (HR. Al Bukhari no.5575, Muslim no.2003)

Perbedaan Orang Yang Berilmu Dengan Orang Orang Bodoh (Tidak Berilmu)

Berkata Ibnu Taimiyyah rahimahullahu, العالم يعرفُ الجاهل، والجاهل لا يعرف العالم ، لأن العالم كان جاهلاً، والجاهل لم يكن عالماً “Orang berilmu mengetahui keadaan orang yang bodoh, sedangkan orang yang bodoh tidak tahu keadaan orang berilmu. Karena orang berilmu dulunya pernah bodoh, sedangkan orang bodoh tidak pernah berilmu.” (Majmu’ alfatawa 235/15)

Tercelanya Sifat bakhil (Kikir / Koret / Pelit)

Berkata Imam Zainul ‘Abidin Ali bin Hussain rahimahullah, إِنِّي لَأَسْتَحْيِي مِنَ اللَّهِ أَنْ أَرَى الْأَخَ مِنْ إِخْوَانِي، فَأَسْأَلُ اللَّهَ لَهُ الْجَنَّةَ، وَأَبْخَلَ عَلَيْهِ بِالدُّنْيَا، فَإِذَا كَانَ غَدًا قِيلَ لِي: لَوْ كَانَتْ الْجَنَّةُ بِيَدِكَ، لَكُنْتَ بِهَا أَبْخَلُ وَأَبْخِلُ “Sungguh aku merasa malu kepada Allah tatkala aku melihat salah seorang saudaraku yang aku mohonkan untuknya surga. Namun … Read more

Renungkanlah Ini Sebelum Engkau Berkata atau Berucap!

Berkata al-Hafizh an-Nawawiy rahimahullah, “وَ يَنْبَغِي لِمَنْ أَرَادَ النُّطْقَ بِكَلِمَةٍ أَوْ كَلَامٍ؛ أَنْ يَتَدَبَّرَهُ فِي نَفْسِهِ قَبْلَ نُطْقِهِ، فَإِنْ ظَهَرَتْ مَصْلَحَتُهُ تَكَلَّمَ وَ إِلَّا أَمْسَكَ” “Sepantasnya bagi seorang yang hendak berucap dengan sebuah kata atau kalimat hendaknya dirinya merenungi  dalam hatinya sebelum berucap. Bila nampak baginya kemaslahatan ucapannya itu maka diucapkan olehnya dan bila sebaliknya maka … Read more

Indahnya Hidup Di Atas Sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam

Berkata Imam Malik bin Anas rahimahullah, مَنْ لزِمَ السُّنّةَ وسَلِمَ مِنْه أَصحَابُ رَسولِ اللَّه صَلّى اللَّه عَليهِ وَسلَّم ثُمّ مَات، كَانَ مَع النَّبِيِّينَ وَالصِّدّيقِينَ وَالشُّهدَاءِ وَالصَّالِحينَ، وَإنْ كَان لَه تَقصِيرٌ فِي العَملِ. “Siapa yang senantiasa diatas Sunnah dan menjaga dirinya tidak mencela shahabat kemudian meninggal dunia, niscaya akan bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang … Read more

Inilah Yang Disebut Kemunafikan Di Atas Kemunafikan

Berkata al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah, فمن أظهر للناس خشوعًا فوق ما في قلبه فإنَّمَا هو نفاق على نفاق. “Siapa yang menampakkan kepada orang lain kekhusyukan melebihi apa yang ada dalam hatinya maka itu merupakan kemunafikan di atas kemunafikan.” (Rawai’ut Tafsir, 2/11)

Renungan: Wahai Mukmin Bersabarlah Sebentar!

Berkata al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah, ولا بد للمؤمن مِن صبر قليل حتى يصل به إلى راحة طويلة. “Seorang mukmin mau tidak mau harus bersabar sebentar, agar dengannya dia mencapai kenikmatan yang panjang (abadi).” (Fadhl ’Ilmi as-Salaf ‘ala al-Khalaf, hlm. 35)

Apabila Seorang Hamba Telah Merasakan Manisnya Ibadah

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, “القلب إذا ذاق طعم عبادة الله والإخلاص له لم يكن عنده شيء قط أحلى من ذلك ولا ألذ ولا أمتع ولا أطيب” “Apabila hati sudah mengecap kelazatan beribadah kepada Allah dan keikhlasan kepada-Nya, nescaya tidak akan ada di sisinya sesuatu yang lebih manis, lebih lazat, lebih nikmat, dan lebih … Read more

Nasihat Indah: berhati-hatilah Dengan Dunia

Berkata Ibnu Rajab rahimahullah, وما أحسن قول يحيى بن معاذ الرازي: الدنيا خمر الشيطان، من سَكِرَ منها لم يفق إلا في عسكر الموتى نادماً مع الخاسرين “Betapa indah ucapan Yahya bin Muadz ar-Razi, “Dunia adalah khamarnya setan. Siapa yang mabuk karenanya, ia tidak akan sadar kecuali ketika berada di barisan orang-orang mati dalam keadaan menyesal … Read more