Masih Adakah Hatimu ? Carilah Hatimu Di 3 Tempat Ini

Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, “Carilah hatimu di tiga tempat : (1). Ketika mendengarkan al-Qur’an. (2) Di majelis dzikir (yang didalamnya diajarkan al-Qur’an dan as-Sunnah. (3) Diwaktu- waktu engkau menyendiri (bermunajat kepada Allah). Jika engkau tidak dapati hatimu ditempat- tempat ini, maka mohonlah kepada Allah k agar menganugerahkan ‘hati’ karena sesungguhnya engkau tidak punya ‘hati’”. … Read more

Hal Yang Paling Disesali Adalah Umur Bekurang Tapi Amal Tidak Bertambah

Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata: ﻣﺎ ﻧﺪﻣﺖ ﻋﻠﻰ ﺷﻲﺀ ﻧﺪﻣﻲ ﻋﻠﻰ ﻳﻮﻡ ﻏﺮﺑﺖ ﴰﺴﻪ ﻧﻘﺺ ﻓﻴﻪ ﺃﺟﻠﻲ ﻭﱂ ﻳﺰﺩ ﻓﻴﻪ ﻋﻤﻠﻲ. “Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, ajalku berkurang (usia bertambah), namun amalanku tidak bertambah.” [Miftahul Afkar dan Mausu’ah khutab Al-Mimbar].

Pentingya Memiliki Sifat Qana’ah (Merasa Cukup)

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata, عليك بالقناعة فإنها خير زاد للمسلم. “Wajib bagimu untuk memiliki sifat merasa cukup terhadap rezeki yang didapat karena sesungguhnya hal ini adalah sebaik-baik bekal bagi seorang muslim.” Syarh al-Hilyah, hlm. 39.

Larangan Tasyabbuh Di Malam Tahun Baru

Yaitu menyerupai orang-orang kafir dalam merayakan, memberi selamat, berpesta pora, meniup terompet dalam tahun baru dan lain-lainnya. مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut.” HR. Ahmad & Abu Dawud, dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallâhu ‘anhuma, Shahihul Jaami’: 6149

Seandainya Aku Boleh Ghibah

Berkata Abdullah Ibnul Mubarok Rahimahullah, “Kalaulah aku berkenan mengghibahi orang, niscaya aku akan mengghibahi orang tuaku, karena mereka lebih layak mendapatkan amal kebaikanku.” Syarah Shohih Al Bukhari Karya Ibnu Bathol Rahimahullah 9/245

Ikhlashkanlah Amalan dan Niat Ibadah Kita Hanya Karena Allah Ta’ala

Al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah berkata, “Seandainya kamu bersungguh-sungguh mengerahkan segenap kemampuan agar manusia seluruhnya ridho kepadamu, maka tidak akan pernah ada jalan untuk itu. Sehingga apabila demikian adanya, maka ikhlaskanlah amalan dan niatmu hanya untuk ALLAH Subhaanahu wa ta’ala.” Manaqib asy-Syafi’i karya al-Baihaqi (2/173)