Parenting: Anak Shalih Dari Ayah Yang Shalih

Kebaikan dan keshalehan seorang ayah tak hanya membawa manfaat bagi dirinya sendiri di dunia dan akhirat, namun juga menjadi sebab turunnya keberkahan dan perlindungan bagi anak-anaknya. Betapa besar dampak positif dari seorang ayah yang bertakwa kepada Allah terhadap keturunan dan generasinya. Berkata Asy-Syaikh Abdullah al-Bukhari hafizhahullah: “Keshalehan seorang ayah akan memberikan pengaruh terhadap anak-anaknya.” (Huquuq … Read more

Parenting: Sikap Yang Baik Ketika Orangtua Marah Kepada Anaknya

Berkata al-‘Allamah Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah, “Tatkala anak-anakmu atau keluargamu membuat marah, biasakanlah lisanmu untuk mendo’akan mereka dengan kebaikan. Sebagian orang mengatakan (ketika dia marah, pen) : ‘Semoga Allah menghukummu!’, ‘Semoga Allah menghancurkanmu!’, ‘Semoga Allah hitamkan wajahmu!’ atau ucapan ‘Semoga Allah tidak memberikan taufiq di dunia dan di akhirat!’ Ini adalah Haram. Namun Bersabarlah, … Read more

Parenting: Anak Adalah Anugrah! Banyak Anak Banyak Rezeki?

Berkata Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah, “Dan terkadang seseorang melihat bahwa rezeki itu akan terbuka apabila memiliki seorang anak. Dan sungguh seseorang yang aku percaya pernah bercerita, dia seseorang yang melakukan jual beli, ia mengatakan ‘Sesungguhnya semenjak aku menikah Allah membuka pintu rezeki untukku, dan tatkala anakku lahir Allah buka pintu rezeki dari jalan yang lain.’” … Read more

Parenting: Jangan Banyak Bermain Game!

Berkata al-Imam Sufyan bin Sa’id ats-Tsaury rahimahullah, من لعب بعمره ضيع أيام حرثه، ومن ضيع أيام حرثه ندم أيام حصاده. “Siapa yang bermain-main dengan umurnya maka dia akan menyia-nyiakan hari-hari yang seharusnya dia gunakan untuk menanam, dan siapa yang menyia-nyiakan hari-hari untuk menanam maka dia akan menyesal pada hari-hari memanen.” (Hifzhul Umur, hlm. 65)

Parenting: Orangtua Hendaknya Menepati Janjinya

Berkata Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, لاَ يَصْلُحُ الْكَذِبُ فِي جِدٍّ وَلاَ هَزْلٍ، وَلاَ أَنْ يَعِدَ أَحَدُكُمْ وَلَدَهُ شَيْئًا ثُمَّ لاَ يُنْجِزُ لَهُ “Kedustaan tidak dibolehkan baik serius atau main-main, dan tidak boleh salah seorang kalian menjanjikan anaknya dengan sesuatu lalu tidak menepatinya.” (Shahih Al-Adabul Mufrad no. 300)

Parenting: Berilah Teladan! Jangan Hanya Memberikan Perintah dan Larangan

Sebagai orangtua hendaklah kita jangan hanya mampu untuk memberikan perintah dan melarang suatu perbuatan buruk, namun kita sendiri malah melakukannya. Marilah kita berusaha sekuat tenaga untuk mengamalkan apa yang hendak kita ajarkan kepada anak-anak kita. Allah Ta’ala berfirman, يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ كَبُرَ مَقْتًا عِندَ ٱللَّهِ أَن تَقُولُوا۟ مَا لَا تَفْعَلُونَ … Read more

Parenting: Jangan Berbohong Meskipun Kepada Anak Kecil

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ قَالَ لِصَبِي تَعَالَ هَاكَ ثُمَّ لَمْ يُعْطِهِ فَهِيَ كِذْبَةٌ “Barangsiapa yang berkata kepada anak kecil, ‘Kemarilah, saya akan memberimu sesuatu’, lalu ia tidak memberinya, maka itu adalah sebuah kebohongan.” (HR. Ahmad dalam Al-Musnad (2: 452). Dihasankan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 2942)

Parenting: Do’a Nabi Muhammad ﷺ Kepada Ibnu Abbas

Di antara cara Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam memotivasi anak kecil adalah dengan mendoakan mereka dengan doa kebaikan. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memelukku ke dada beliau, dan beliau mendoakanku, اللَّهُمَّ عَلِّمْهُ الحِكْمَةَ “Ya Allah, ajarkanlah hikmah kepadanya.” (HR.Bukhari, 3756) Demikianlah, akhirnya Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma tumbuh sebagai anak … Read more

Parenting: Tahukah Kamu? Inilah 4 Perempuan Terbaik Penghuni Surga

Nabi Shallalahu Alaihi Wa Sallam bersabda, أَفْضَلُ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ خَدِيجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ وَفَاطِمَةُ بِنْتُ مُحَمَّدٍ وَآسِيَةُ بِنْتُ مُزَاحِمٍ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ وَمَرْيَمُ ابْنَةُ عِمْرَانَ “Wanita-wanita yang paling utama sebagai penduduk surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Asiyah binti Muzahim (istri Fir’aun) dan Maryam binti ‘Imran.” (HR. Ahmad, 1:293. Dishahihkan Syaikh Syu’aib Al-Arnauth)