Berkata Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma,
قَالَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا:
التَّقْوَى أَنْ لَا تَرَى نَفْسَكَ خَيْرًا مِنْ أَحَدٍ
“Takwa itu adalah engkau menganggap dirimu tidaklah lebih baik daripada orang lain.”
(Tafsir Baghowi 1/60).
Berdasarkan keterangan para ulama ahlus sunnah, satu-satu cara untuk mewujudkan ketakwaan dalam hati, setelah berdoa kepada Allah Ta’ala, adalah dengan melakukan tazkiyatun nufus (pensucian jiwa/pembersihan hati), karena ketakwaan kepada Allah Ta’ala yang sebenarnya (ketakwaan dalam hati) tidak akan mungkin dicapai kecuali dengan berusaha mensucikan dan membersihkan jiwa dari kotoran-kotoran yang menghalangi seorang hamba untuk dekat kepada Allah Ta’ala.