Syaikh Abdul Aziz bin Baz: Perisai Perlindungan Bagi Keluarga

Berkata Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah, ﻓﻜﻠﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﺃﻛﺜﺮ ﻗﺮﺍﺀﺓ ﻟﻠﻘﺮﺁﻥ، ﻭﺃﻛﺜﺮ ﻣﺬﺍﻛﺮﺓ ﻟﻸﺣﺎﺩﻳﺚ، ﻭﺃﻛﺜﺮ ﺫﻛﺮﺍً ﻟﻠﻪ ﻭﺗﺴﺒﻴﺤﺎً ﻭﺗﻬﻠﻴﻼً، ﻛﺎﻥ ﺃﺳﻠﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ ﻭﺃﺑﻌﺪ ﻣﻨﻬﺎ .ﻭﻛﻠﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﻣﻤﻠﻮﺀًﺍ ﺑﺎﻟﻐﻔﻠﺔ، ﻭﺃﺳﺒﺎﺑﻬﺎ ﻣﻦ ﺍﻷﻏﺎﻧﻲ ﻭﺍﻟﻤﻼﻫﻲ ﻭﺍﻟﻘﻴﻞ ﻭﺍﻟﻘﺎﻝ ، ﻛﺎﻥ ﺃﻗﺮﺏ ﺇﻟﻰ ﻭﺟﻮﺩ ﺍﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ ﺍﻟﻤﺸﺠﻌﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺒﺎﻃﻞ Jika sebuah keluarga semakin memperbanyak membaca al-Qur’an, … Read more

Umar bin Abdul Aziz: Kesedihan Para Salaf Di Hari Raya

Berkata Umar bin ‘Abdul Aziz rahimahullah Dalam Khutbah Idul Fitri, “Wahai sekalian manusia, kalian telah berpuasa selama 30 hari. Kalian pun telah melaksanakan shalat tarawih setiap malamnya. Kalian pun keluar dan memohon pada Allah agar amalan kalian diterima. Namun sebagian salaf malah bersedih ketika hari raya Idul Fithri. Dikatakan kepada mereka : “Sesungguhnya hari ini … Read more

Syaikh Sulaiman ar-Ruhaily: Jadikan Hari-Hari Seperti Ramadhan

Syaikh Sulaiman bin salimullah ar-Ruhaily hafidzahullahu menukilkan perkataan sebagian ulama, من جعل أيام حياته كأيام رمضان جعل الله له آخر حياته كالأعياد “Barangsiapa yang menjadikan hari-hari hidupnya seperti hari-harinya saat bulan Ramadhan, maka Allah akan menjadikan akhir hidupnya seperti hari raya.” (Fikih Muamalah Maliyah, 284)

Seperti Berpuasa Setahun Penuh

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” [HR. Muslim no. 1164]

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah

 Segenap Keluarga Besar YAYASAN DAAR AL ATSAR INDONESIA mengucapkan, SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 01 SYAWWAL 1445 HIJRIYAH تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ Semoga Allah ‘Azza Wa Jalla menerima amalan dari kami dan amalan dari kalian. Barokallahu Fiikum  

Pentingnya Mempelajari Aqidah dan Mengamalkannya

“Demi Allah, tidak ada manfaatnya sama sekali ilmu fiqih, ilmu tahsin, dan selainnya jika kita mengabaikan perkara Aqidah, mengabaikan Tauhid dan kita terjatuh dalam perbuatan syirik kepada Allah. Maka selamanya tidak ada faidah dan manfaat apapun dari mempelajarinya.” (Marhaban Yaa Tholibal Ilmi hal. 111)