Pentingnya Pensucian Hati
Berkata Imam Ibnu Rajab Rahimahullah, “Menyibukkan diri dengan perkara yang bisa mensucikan hati, hal itu lebih utama daripada banyaknya ibadah puasa dan sholat dengan hati yang lalai.” Lathaiful Ma’arif hal. 427
Berkata Imam Ibnu Rajab Rahimahullah, “Menyibukkan diri dengan perkara yang bisa mensucikan hati, hal itu lebih utama daripada banyaknya ibadah puasa dan sholat dengan hati yang lalai.” Lathaiful Ma’arif hal. 427
Bismillah,, IKUTILAH KAJIAN ISLAM ILMIAH ONLINE InsyaAllah Bersama Ustadz: M.HILMAN AL FIQHY, M.A. @m.hilman.alfiqhy Hafizhahullah π Kajian Kitab AL QAWAA’IDUL ARBA’ Karya: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah Kaidah Ke 04: BAHAYA KEMUSYRIKAN ZAMAN DAHULU DAN SEKARANG π Waktu: AHAD, 26 SHAFAR 1443 H 03 OKTOBER 2021 InsyaAllah Pukul 20:15 WIB π¦ Live: Facebook : … Read more
Bismillah,, IKUTILAH KAJIAN ISLAM ILMIAH ONLINE InsyaAllah Bersama Ustadz: ABU RAYYAN SAKTI, lc. Hafizhahullah π Tema: USHUL DAKWAH SALAFIYAH bagian #06 π Waktu: AHAD, 19 SHAFAR 1443 26 SEPTEMBER 2021 InsyaAllah Pukul 20:15 WIB π¦ Live: Facebook : facebook.com/kajian.dai Instagram : instagram.com/kajian.dai π±Info: wa.me/6282117240715 π³ Infaq terbaik untuk operasional dakwah (sukarela): Bank Syariah Mandiri (BSM) … Read more
Berkata Syaikh Ibnu Sholih Al Utsaimin Rahimahullah, “Diantara tanda Riya ialah seorang yang bermaksiat kepada Allah ο·» dalam kondisi sendiri yang tidak ada yang melihat kecuali Allah ο·». Namun ia menampakkan diri sebagai orang yang takut kepada Allah ο·» di tengah-tengah manusia.” Ad Dhiyaul Laami 2/221
Berkata Syaikh Ibnu Sholih Al Utsaimin Rahimahullah, “Jika pasanganmu berbuat perkara yang tidak disukai olehmu, maka janganlah menilai keburukannya dikala itu juga, akan tetapi lihatnya kebaikan-kebaikannya yang dulu dan yang akan datang dan bersikaplah dengan adil.” Syarah Riyadhus Shalihin 2/73
Berkata Imam Ibnu Qudamah Rahimahullah, “ketahuilah, kebanyakan manusia binasa dengan sebab cinta pujian dan takut celaan. Setiap langkahnya mengikuti segala perkara yang mendatangkan keridhaan manusia dan takut celaan mereka.” Mukhtashor Minhajul Qashidin hal. 212
Berkata Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah Rahimahullah, “Bagaimana mungkin seorang dikatakan berakal, orang yang menjual Surga yang abadi dengan kesenangan syahwat sesaat.” Al Fawaid hal. 31
Bismillah,, IKUTILAH KAJIAN ISLAM ILMIAH ONLINE InsyaAllah Bersama Ustadz: M.HILMAN AL FIQHY, M.A. @m.hilman.alfiqhy Hafizhahullah π Kajian Kitab AL QAWAA’IDUL ARBA’ Karya: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah Kaidah Ke 03: Macam-macam Kemusyrikan Orang Jahiliyah π Waktu: AHAD, 27 MUHARRAM 1443 H 05 AGUSTUS 2021 InsyaAllah Pukul 20:15 WIB π¦ Live: Facebook : facebook.com/kajian.dai Instagram … Read more
Bismillah,, IKUTILAH KAJIAN ISLAM ILMIAH ONLINE InsyaAllah Bersama Ustadz: ABU RAYYAN SAKTI, lc. Hafizhahullah π Tema: USHUL DAKWAH SALAFIYAH bagian #06 π Waktu: AHAD, 20 MUHARRAM 1443 29 AGUSTUS 2021 InsyaAllah Pukul 20:15 WIB π¦ Live: Facebook : facebook.com/kajian.dai Instagram : instagram.com/kajian.dai π±Info: wa.me/6282117240715 π³ Infaq terbaik untuk operasional dakwah (sukarela): Bank Syariah Mandiri (BSM) … Read more
Seseorang Belum Dikatakan Berilmu Jika Berkata Fudhail bin ‘Iyadh Rahimahullah, “Orang yang berilmu senantiasa dikatakan Jahil hingga ia mengamalkannya. Tatkala ia telah mengamalkan ilmunya, maka barulah ia dikatakan Orang berilmu.” Iqtidhaul ilmi al amal hal. 37