KAJIAN KITAB: ARBAIN AN NAWAWI – HADIST 5 & 6

Bismillah, ▬▬▬▬▬๑๑▬▬▬▬ KAJIAN ISLAM ILMIAH ▬▬▬▬▬๑๑▬▬▬▬ Bersama Ustadz M.HILMAN AL-FIQHY, M.A. @m.hilman.alfiqhy Hafidhahullah Ta’ala 📚 Kajian Kitab ARBA’IN AN-NAWAWI (Hadits ke-05 & 06) 📝 Sub Tema: BAIKNYA HATI, SEBAB KEBAIKAN YANG LEBIH BESAR 🕓 Waktu Ahad Sore, 27 RABIUL AWAL 1444 23 Oktober 2022 InsyaAllah Pukul 16:00 WIB 🎦 Tempat Masjid Besar Kaum Ujung Berung … Read more

Perkara Aqidah Adalah Prioritas Utama Dalam Berdakwah!

Berkata Syaikh Sholih al-Fauzan Hafidhahullah, “Orang yang berdakwah menyeru kepada Allah Ta’ala, namun mereka tidak memulai (dakwah) dengan perkara Aqidah, bahkan tidak memprioritaskannya maka dakwahnya sia-sia. Tidak akan membuahkan hasil apapun. Adapun orang yang berdakwah dengan memprioritaskan perkara Aqidah dan menyebarluaskannya, maka sesungguhnya mereka telah memberikan manfaat dan berguna bagi masyarakat dan bangsa.” (Kutubul Aqidah … Read more

Obat Untuk Sifat Ujub (Bangga Dengan Kemampuan / Kelebihan Diri Sendiri)

Berkata al-Imam Abu Muhammad Ali bin Hazm rahimahullah, من امتُحن بالعجب فليفكر في عيوبه، فإن أُعجب بفضائله فليفتش ما فيه من الأخلاق الدنيئة. “Siapa yang ditimpa ujian dengan sifat ujub, maka hendaklah dia memikirkan aib-aib dirinya, jika dia merasa ujub karena kelebihan-kelebihan yang dia miliki, maka hendaklah dia memeriksa akhlaq-akhlaq rendah yang ada pada dirinya.” … Read more

Sebaik-Baik Hati Adalah Hati Yang Kokoh Jernih Dan Lembut

Berkata al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah, فَخَيْرُ الْقَلُوبِ الْقَلْبَ الصّلْبَ الصافي اللَّيِّنَ، فَهُوَ يَرَى الْحَقَّ بصفَائِه، وَيُقَبِّلُهُ بِلَيِّنِهِ، وَيَحْفَظُهُ بِصَلَاَبَتِهِ. “Sebaik-baik hati adalah hati yang kokoh, jernih, dan lembut. Sehingga dia melihat kebenaran dengan kejernihannya, menerimanya dengan kelembutannya, dan menjaganya dengan kekokohannya.” (Badaiut Tafsir, hlm.316)

Merenungi Kematian – Tangisan Mereka Tertuju Kepada Mereka Sendiri Bukan Kepada Jenazah

Berkata al-A’masy rahimahullah, كنا نشهد الجنازة، ولا ندري من المعزى فيها لكثرة الباكين، وإنما بكاؤهم على أنفسهم لا على الميت Kami pernah menghadiri pemakaman jenazah. Saat itu, kami tidak mengetahui kepada siapa kami bertakziah karena banyaknya orang yang menangis. Akan tetapi, tangisan mereka tertuju kepada mereka sendiri, bukan tertuju kepada jenazah. (al-Aqibah fi Dzikril Mauti … Read more

Akibat Suka Berdebat Terlebih Berdebat Dengan Orang Yang Lebih Berilmu

Berkata Maimun bin Mihran rahimahullah, لا تمار من هو أعلم منك، فإذا فعلت ذلك خزن عنك علمه، ولم يضره ما قلت شيئا. “Jangan mendebat orang yang lebih berilmu darimu. Sebab, jika engkau melakukan hal itu, dia akan menyimpan ilmunya darimu, dan apa yang engkau katakan tidak akan merugikan dirinya sama sekali.” (Jami’ Bayani al-Ilmi, 1/517)

Pentingnya Bertakwa Dalam Perkara Harta

Berkata Hasan al-Bashri rahimahullah, أيها الناس، والله ما أعز هذا الدرهمَ أحدٌ إلا أذله الله تعالى يوم القيامة؛ “Wahai sekalian manusia, demi Allah, tidak ada seorang pun yang (terlalu) memuliakan dirham ini (sehingga melanggar syariat), kecuali Allah akan menghinakannya pada hari kiamat.” (Adab al-Hasan al-Bashri wa Zuhduhu wa Mawaizhuhu, hlm. 66)

Jangan Kau Memberi Kami Makanan Kecuali Dari Yang Halal

Berkata Khuzaimah Abu Muhammad rahimahullah, قال بنات رجل لأبيهن: يا أبة: لا تطعمنا إلا الحلال؛ فإن الصبر على الجوع أيسر من الصبر على النار. “Anak-anak perempuan pernah berkata kepada ayah mereka, ‘Wahai ayah, janganlah engkau memberi kami makan melainkan dari yang halal. Sesungguhnya bersabar menahan lapar lebih mudah daripada menahan pedihnya neraka.’” (Shifatush Shafwah, hlm.814)

Manusia Senantiasa Dalam Keadaan SAFAR Sampai Masuk Surga atau Neraka

Berkata Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah, الناس منذ خلقوا لم يزالوا مسافرين وليس لهم حظ عن رحالهم إلا في الجنة أو في النار “Manusia semenjak mereka diciptakan senantiasa dalam keadaan safar. Dan tidak ada tempat beristirahat bagi mereka dari perjalanannya kecuali di surga atau neraka.” (al-Fawaid, hlm. 231)