Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan: Jangan Mudah Merekomendasikan Seseorang

Berkata Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan حفظه الله

لا تزكِّ الشخص، وتمدحه، إلا عن علم؛ لئلا يغتر الناس بمدحك له، وهو ليس كذلك، فإذا تحققت منه، ومن طريقته، ومن علمه، ومن استقامته فإنك تزكِّيه، أما أن تنبعث في مدحه وتزكيته، وأنت لا تعلم عنه شيئًا، فهذه تزكية خطيرة تغر الناس بهذا الشخص، فليت الذين يزكون الناس يتوقفون عند ذلك، فلا يزكون إلا من توافرت فيه شروط التزكية؛ لأن التزكية شهادة فإذا كانت التزكية غير صحيحة، صارت شهادة زور.

“Jangan memuji atau merekomendasikan seseorang kecuali berdasarkan pengetahuan yang jelas. Karena kalau tidak, orang lain bisa tertipu oleh pujianmu, padahal kenyataannya tidak seperti itu.

Kalau kamu sudah benar-benar mengenalnya—akhlaknya, ilmunya, manhajnya, dan istiqamahnya—barulah boleh merekomendasikannya.

Adapun jika kamu langsung memuji dan merekomendasikan seseorang padahal kamu tidak tahu apa-apa tentangnya, maka ini sangat berbahaya. Itu bisa membuat orang lain tertipu dengan orang tersebut.

Seandainya orang-orang yang suka merekomendasikan orang mau berhenti dan berhati-hati, yaitu hanya merekomendasikan orang yang memang memenuhi syarat.

Karena rekomendasi itu seperti sebuah kesaksian. Kalau rekomendasinya tidak benar, maka itu bisa menjadi kesaksian palsu.”

(Ithaful Qari bit Ta’liqat ‘ala Syarhis Sunnah Al-Barbahari, hlm. 559)