Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Jatsiyah Ayat 6 الجاثية Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{44} Ad-Dukhan / الدخان الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ الأحقاف / Al-Ahqaf {46}

Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Jatsiyah الجاثية (Yang Bertekuk Lutut) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 45 Tafsir ayat Ke 6.

Al-Qur’an Surah Al-Jatsiyah Ayat 6

تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ ۖ فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَ اللَّهِ وَآيَاتِهِ يُؤْمِنُونَ ﴿٦﴾

tilka āyātullāhi natlụhā ‘alaika bil-ḥaqq, fa bi`ayyi ḥadīṡim ba’dallāhi wa āyātihī yu`minụn

QS. Al-Jatsiyah [45] : 6

Arti / Terjemah Ayat

Itulah ayat-ayat Allah yang Kami bacakan kepadamu dengan sebenarnya; maka dengan perkataan mana lagi mereka akan beriman setelah Allah dan ayat-ayat-Nya.

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Wahai Muhammad, bukti dan hujah yang Kami bacakan kepadamu adalah benar. Pembicaraan manakah setelah Allah, ayat-ayat-Nya, dan bukti bahwa tiada Tuhan yang layak disembah kecuali Dia semata, tiada sekutu bagi-Nya, yang diimani, dibenarkan, dan diamalkan mereka?

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

itulah ayat-ayat Allah. (Al-Jatsiyah: 6)

Yakni Al-Qur’an yang di dalamnya mengandung bukti-bukti dan keterangan-keterangan yang jelas.

yang kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya. (Al-Jatsiyah: 6)

Yaitu mengandung perkara yang hak dari Tuhan Yang Maha Hak. Apabila mereka tidak beriman kepadanya dan tidak mau tunduk patuh kepadanya, maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman selain kepada Al-Qur’an itu?

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Selanjutnya Allah جَلَّ جَلالُهُ membagi manusia menjadi dua golongan dalam kaitannya apakah mereka mau memanfaatkan tanda-tanda kebesaranNya ataukah tidak:

Golongan pertama adalah mereka yang mau menjadikan ayat-ayat Allah جَلَّ جَلالُهُ sebagai petunjuk, direnungkan dan dimanfaatkan sehingga derajat mereka menjadi tinggi. Mereka adalah orang-orang yang beriman secara sempurna kepada Allah جَلَّ جَلالُهُ, malaikat-malaikat, kitab-kitab, para rasul, dan Hari Akhir. Keimanan mereka ini mencapai tingkatan yakin, sehingga akal mereka menjadi bersih dan pengetahuan, akal sehat, serta ilmu mereka pun bertambah.

Golongan kedua adalah mereka yang mau mendengar ayat-ayat Allah جَلَّ جَلالُهُ yang dengan pendengaran itu hujjah telah ditegakkan kepada mereka, namun kemudian mereka berpaling dan merasa tinggi hati, seolah-olah mereka tidak mendengarnya, sebab ayat-ayat tersebut tidak bisa membersihkan hati mereka, bahkan karena kesombongan mereka terhadap ayat-ayat itu mereka semakin melampaui batas. Apabila mereka mengetahui sesuatu dari ayat-ayat Allah جَلَّ جَلالُهُ, mereka menjadikannya sebagai bahan olok-olokan, se-hingga Allah جَلَّ جَلالُهُ pun menjanjikan kecelakaan bagi mereka melalui FirmanNya, وَيْلٌ لِكُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ “Kecelakaan yang besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa,” yakni, berdusta dalam perkataannya dan berdosa dalam perbuatannya. Dan Allah جَلَّ جَلالُهُ memberitahukan mereka bahwa mereka akan mendapatkan siksaan yang pedih. Dan sesungguhnya مِنْ وَرَائِهِمْ جَهَنَّمُ “di hadapan mereka Neraka Jahanam,” sebagai balasan mereka dan وَلا يُغْنِي عَنْهُمْ مَا كَسَبُوا شَيْئًا “tidak akan berguna bagi mereka sedikitpun apa yang telah mereka kerjakan,” yang mereka raih dari harta-harta mereka, وَلا مَا اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ “dan tidak pula berguna apa yang mereka jadikan sebagai sembahan-sembahan (mereka) dari selain Allah,” mereka pun meminta pertolongan kepada sesembahan-sesembahan selain Allah جَلَّ جَلالُهُ, namun sesembahan-sesembahan itu ternyata menghinakan mereka pada saat-saat diperlukan andai bisa mendatangkan manfaat.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Itulah ayat-ayat Allah yang dihamparkan di alam ini untuk menggambarkan keesaan, kekuasaan, dan kebesaran-Nya yang kami bacakan melalui malaikat jibril kepadamu, wahai nabi Muhammad, dengan sebenarnya untuk engkau sampaikan kepada umatmu; maka dengan perkataan mana lagi mereka akan beriman setelah firman Allah dan ayat-ayat-Nya itu’ kalau ayat-ayat Al-Qur’an dan tanda-tanda kekuasaan Allah di muka bumi tidak mereka percayai, maka yang lain pun mereka lebih tidak percaya lagi. 7-8. Kecelakaan yang amat besar bagi setiap orang yang banyak berdusta, yaitu mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, lagi banyak berdosa, yakni melakukan pelanggaran, yaitu orang yang selalu mendengar ayat-ayat Allah dengan begitu jelas ketika di bacakan kepadanya dengan lisan, namun tetap saja dia tidak mempercayainya, bahkan kemudian dia tetap mengingkarinya sambil menyombongkan diri seakan-akan dia tidak pernah mendengarnya. Karena sikap dan tindakannya yang demikian itulah, maka wahai nabi Muhammad, peringatkanlah dia dengan azab yang pedih akibat perbuatan buruknya.


Al-Jatsiyah Ayat 6 Arab-Latin, Terjemah Arti Al-Jatsiyah Ayat 6, Makna Al-Jatsiyah Ayat 6, Terjemahan Tafsir Al-Jatsiyah Ayat 6, Al-Jatsiyah Ayat 6 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Al-Jatsiyah Ayat 6


Tafsir Surat Al-Jatsiyah Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37