| {78} An-Naba / النبإ | الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ | عبس / ‘Abasa {80} |
Tafsir Al-Qur’an Surat An-Nazi’at النازِعات (Malaikat-Malaikat Yang Mencabut) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 79 Tafsir ayat Ke 26.
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِمَنْ يَخْشَىٰ ﴿٢٦﴾
inna fī żālika la’ibratal limay yakhsyā
QS. An-Nazi’at [79] : 26
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah).
Maka, ia mengumpulkan para pembesar kerajaannya, lalu berseru memanggil kaumnya seraya berkata, “Akulahadalah tuhan kalian yang tidak ada tuhan di atasnya.” Maka, Allah menghukumnya dengan azab di dunia dan akhirat,dan menjadikan nya sebagai nasihat dan pelajaran bagi orang orang yang membangkang sepertinya. Sesungguhnya, Firaun dan apa yang menimpanya itu benar-benar menjadi pelajaran bagi siapa saja yang mau mengambil pelajaran dan peringatan darinya.
Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى:
Kemudian dia berpaling seraya berusaha menentang (Musa). (An-Nazi’at: 22)
Yakni sebagai reaksinya terhadap perkara yang hak, dia menentangnya dengan kebatilan, yang hal ini ia realisasikan dengan mengumpulkan para akhli sihir untuk menentang mukjizat yang jelas yang disampaikan oleh Musa a.s.
Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya), lalu berseru memanggil kaumnya. (An-Nazi’at: 23)
Fir’aun menyeru mereka semuanya untuk berkumpul kepadanya.
(Seraya) berkata, “Akulah Tuhan kalian yang paling tinggi.” (An-Nazi’at: 24)
Ibnu Abbas dan Mujahid mengatakan bahwa kalimat ini dikatakan oleh Fir’aun setelah selang empat puluh tahun. Dia mengatakan, “Aku tidak mengetahui adanya tuhan bagi kalian selain dari aku sendiri.” Maka disebutkan oleh firman berikutnya:
Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia. (An-Nazi’at: 25)
Allah menghukumnya dengan hukuman yang membuatnya menjadi pelajaran bagi orang lain yang membangkang terhadap perkara hak seperti dia di dunia ini.
dan (begitu pula) di hari kiamat. Laknat itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan. (Hud: 99)
Hal yang senada disebutkan dalam firman-Nya:
Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan di tolong. (Al-Qashash: 41)
Hal inilah yang sahih sehubungan dengan makna ayat, bahwa yang dimaksud dengan firman-Nya: Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia. (An-Nazi’at: 25) Yaitu azab di dunia dan azab di akhirat nanti.
Menurut pendapat yang lain, makna yang dimaksud ialah kalimat yang diucapkan oleh Fir’aun pada yang pertama kali dan kalimatnya pada yang kedua kali. Menurut pendapat yang lainnya lagi, kekufuran dan kedurhakaannya. Tetapi pendapat yang sahih dan tidak diragukan lagi adalah yang pertama tadi.
Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى:
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut kepada Tuhannya. (An-Nazi’at: 26)
Yakni bagi orang yang mau mengambil pelajaran dan menyadarinya.
Tafsir Ayat:
إِنَّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لِمَنْ يَخْشَى “Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Rabbnya),” karena orang yang takut kepada Allah جَلَّ جَلالُهُ adalah orang yang mendapatkan manfaat dari tanda-tanda kebesaran serta pelajaran-pelajaran. Ketika mengetahui hukuman dan azab Fir’aun, ia mengetahui bahwa semua orang yang menyombongkan diri, durhaka, dan menentang Allah Yang Mahatinggi akan mendapatkan siksaan di dunia dan di akhirat. Sedangkan orang yang rasa takutnya pada Allah جَلَّ جَلالُهُ lenyap dari hatinya, meski semua tanda kebesaran datang padanya, maka ia tetap tidak akan beriman.
Demikianlah kisah dakwah dan ketabahan nabi musa menghadapi fir’aun. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang sangat berharga bagi orang yang takut kepada Allah. Kisah itu mengajarkan bahwa kebenaran pasti akan mengalahkan kebatilan dan jabatan yang tinggi seringkali menjerumuskan seseorang untuk melanggar baik terhadap aturan agama maupun etika. 27. Menjelaskan keperkasaan Allah dan kelemahan manusia, Allah berfrman, ‘apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya’ secara logika, penciptaan langit yang demikian luas tentu lebih sulit daripada penciptaan manusia.
An-Nazi’at Ayat 26 Arab-Latin, Terjemah Arti An-Nazi’at Ayat 26, Makna An-Nazi’at Ayat 26, Terjemahan Tafsir An-Nazi’at Ayat 26, An-Nazi’at Ayat 26 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan An-Nazi’at Ayat 26
Tafsir Surat An-Nazi’at Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46