Yang Akan Ditanyakan Pertama Kali Kepada Wanita Di Hari Kiamat

Qatadah rahimahullah mengatakan bahwa Ka’ab radhiyallahu ‘anhu berkata, أول ما تسأل عنه المرأة يوم القيامة عن صلاتها، وعن حق زوجها. “Pada hari kiamat nanti, yang pertama kali akan ditanyakan kepada seorang wanita adalah tentang shalatnya dan hak suaminya (kewajiban istri terhadap suami, apakah dijalankan dengan baik atau tidak).” (al-Mushannaf, al-Imam Abdur Razzaq 11/304)

Jadikan Pernikahan Adalah Ladang Keta’atan Kepada Allah Ta’ala

Berkata Syaikh Muhammad Amin asy-Syinqithy rahimahullah, المتزوج الذي وعده الله تعالى بالغنى هو الذي يريد بتزويجه الإعانة على طاعة الله. “Orang yang menikah yang dijanjikan oleh Allah Ta’ala akan diberikan kecukupan adalah yang dengan pernikahannya dia bertujuan untuk membantu ketaatan kepada Allah.” (Adhwaul Bayan, 6/243)

Wahai Muslimah! Menjulurkan Jilbab Bukanlah Untuk Berhias

Berkata asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah, والمقصود من الأمر بالجلباب، إنما هو ستر زينة المرأة، فلا يعقل حينئذٍ أن يكون الجلباب نفسه زينة “Tujuan perintah untuk berjilbab sesungguhnya sebagai penutup perhiasan wanita, maka tidak masuk akal apabila jilbab itu sendiri malah digunakan untuk berhias”. (Jilbabul Mar’atul Muslimah hal.120)

Inilah Di Antara Sifat-Sifat Wanita / Perempuan / Istri Yang Baik Agamanya

Berkata asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah, فالمـرأة ذات الدين قائمة بأمر الله، حافظة لحـقوق زوجها وفراشه وأولاده وماله، مُعينة له على طاعة الله تعالى، إن نسي ذكَّرته ، وأن تثاقل نشَّطته و أن غضب أرضته. Wanita yang baik agamanya senantiasa: (1) Menegakkan perintah Allah Ta’ala (2) Menjaga hak-hak suaminya dan ranjangnya (3) Menjaga anak-anak … Read more

Wanita / Perempuan / Istri Yang Shalihah Adalah Sebaik-Baik Perhiasan Dunia

Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-Ash radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, الدُّنْيَا مَتَاعٌ، وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا المَرْأَةُ الصَّالِحَةُ “Dunia adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR.Muslim no.1467)

Menikah Adalah Termasuk Nikmat Yang Sempurna

Berkata Syaikh Sholih Al Fauzan Hafidhahullahu, فالمرأة بلا رجل تكون معذَّبة، والرجل بلا امرأة يكون معذّباً، أما إذا اجتمع زوجان متناسِبان فهذا من تمام النِّعمة. “seorang wanita tanpa suami, maka ia akan merana. Begitupun sebaliknya, seorang laki-laki tanpa isteri juga akan merana. Namun, tatkala mereka menjadi pasangan yang serasi (saling melengkapi), maka hal ini termasuk … Read more

Sebab Hilangnya Rasa Malu Pada Kebanyakan Kaum Wanita

Berkata al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah, وَعَلَى حَسَبِ حَيَاةِ الْقَلْبِ يَكُونُ فِيهِ قُوَّةُ خُلُقِ الْحَيَاءِ. وَقِلَّةُ الْحَيَاءِ مِنْ مَوْتِ الْقَلْبِ وَالرُّوحِ. فَكُلَّمَا كَانَ الْقَلْبُأَحْيَى كَانَ الْحَيَاءُ أَتَمَّ. “Kuatnya sifat malu tergantung kondisi hidup hatinya. Sedikitnya sifat malu disebabkan oleh kematian hati dan ruh, sehingga semakin hidup hati maka sifat malupun semakin sempurna.” Madarij as-Salikin 2/249

Nasihat Untuk Para Wanita: Bersedekahlah dan Perbanyak Istighfar

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ وَأَكْثِرْنَ الْاِسْتِغْفَارَ ، فَإِنِّـيْ رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ “Wahai wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah beristighfar (mohon ampun kepada Allâh) karena sungguh aku melihat kalian sebagai penghuni neraka yang paling banyak.” HR. Muslim no.79