Ibnul Mubarak: Nasehatilah Saudaramu Dengan Cara Yang Benar

Berkata Ibnul Mubarak Rahimahullah, “Dahulu, jika seseorang melihat sesuatu yang tidak disukai dari saudaranya, ia akan menasihatinya secara diam-diam dan menegurnya dengan cara yang tertutup. Maka ia mendapat pahala karena menjaga aib saudaranya, dan mendapat pahala pula karena menasihatinya. Adapun sekarang, jika seseorang melihat sesuatu yang tidak disukai dari saudaranya, ia justru marah kepadanya dan … Read more

Hasan Al-Basri: Sibukkan Diri Dengan Memperbaiki Aib Sendiri

Berkata Hasan Al-Basri Rahimahullah, “Tak ada yang pantas meraih hakikat iman sampai ia tidak mencela manusia dengan aib yang juga ada padanya, dan tidak menyuruh memperbaiki aib mereka sampai ia memulai dengan memperbaiki dirinya sendiri. Karena jika ia melakukan hal itu, maka setiap ia perbaiki satu aib, ia temukan aib lain dalam dirinya. Maka hendaknya … Read more

Imam Ibnu Rajab: Hukuman Bagi Yang Menyebarkan AIB Orang Lain

Berkata Imam Ibnu Rajab rahimahullah, وعقوبةُ مَنْ أشَاعَ السُّوءَ على أخيهِ المؤمنِ، وتَتبّعَ عُيوبَه، وكَشَفَ عَورتَهُ؛ أنْ يَتَّبِعَ اللهُ عَورتَه و يَفْضَحَهُ ولو في جَوفِ بَيتِهِ “Hukuman bagi orang yang menyebarkan kejelekan terhadap saudaranya yang mukmin, mencari-cari berbagai kekurangannya, dan menyingkap sesuatu yang tertutupi dari saudaranya; ialah bahwa Allah akan mencari-cari kekurangan-kekurangan dirinya dan mempermalukannya … Read more

Sesungguhnya Yang Paling Aku Takutkan Atas Kalian Adalah Syirik Kecil

Rasulullah ﷺ bersabda, إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ الرِّيَاءُ ، يَقُوْلُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِذَا جَزَى النَّاسَ بِأَعْمَالِهِمْ : اذْهَبُوْا إِلَى الَّذِينَ كُنْتُمْ تُرَاؤُوْنَ فِيْ الدُّنْيَا ، فَانْظُرُوْا هَلْ تَجِدُوْنَ عِنْدَهُمْ جَزاَءً ؟! “Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya’. Allah akan mengatakan kepada mereka pada hari Kiamat … Read more

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah: Tamak Terhadap Karunia Allah

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رحمه الله, ‌”وَكُلَّمَا ‌قَوِيَ ‌طَمَعُ ‌الْعَبْدِ فِي فَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ وَرَجَائِهِ لِقَضَاءِ حَاجَتِهِ وَدَفْعِ ضَرُورَتِهِ قَوِيَتْ عُبُودِيَّتُهُ لَهُ وَحُرِّيَّتُهُ مِمَّا سِوَاهُ.” “Semakin kuat ketamakan seorang hamba dalam meraih karunia Allah, rahmat-Nya, dan berharap dipenuhi kebutuhannya serta diangkat kesulitannya maka bertambah pula ibadahnya kepada-Nya, dan membebaskan diri dari penghambaan kepada selain-Nya.” … Read more

Syaikh Abdul Aziz bin Baz: Tumbuhkan Semangat Menyebarkan Kebaikan

Syaikh Abdul Aziz bin Baz رحمه الله berkata, “Anda harus semangat menyebarkan ilmu agama dengan penuh antusias dan kekuatan penuh. Jangan sampai pelaku kebatilan lebih semangat dalam menyebarkan kebatilan mereka. Hendaknya pula anda bersemangat untuk memberi manfaat kepada kaum muslimin dalam urusan agama dan dunia mereka.” (Majmu Fatawa bin Baz, 6/53)

Syaikh Shalih al-Fauzan: Dua Penyebab Penyimpangan Aqidah

Berkata Syaikh Shalih al-Fauzan حفظه الله, الانحراف عن العقيدة الصحيحة له أسباب تَجِبُ معرفتها من أهمها الجهلُ بالعقيدة الصحيحة التّعصُّبُ لما عليه الآباء والأجداد، والتمسك به وإن كان باطلاً وتركُ ما خالفه وإن كان حقًّا “Berpaling dari akidah yang benar memiliki berbagai sebab yang wajib untuk diketahui. Dan yang terpenting untuk diketahui adalah, 1. Kebodohan … Read more

Imam Ibnul Qayyim: Akibat Dari Meremehkan Kemaksiatan

Berkata Imam Ibnul Qayyim رحمه الله, إنّ العبدَ لا يَزالُ يَرتكِبُ الذّنبَ حتّى يَهُونَ عليهِ ويَصغُرَ في قلبِهِ، وذلكَ علَامَةُ الهَلاكِ؛ فإنّ الذّنبَ كُلّمَا صَغُرَ في عَينِ العَبدِ عَظُمَ عِندَ اللَّهِ “Sungguh ada seorang hamba yang selalu melakukan dosa hingga dosa itu terasa remeh dan kecil dalam hatinya, maka itulah tanda kebinasaannya. Karena sungguh setiap … Read more

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah: Kemiskinan Hilang Dengan Tauhid

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رحمه الله, “Kemiskinan dan kebutuhan seorang hamba tidak akan hilang kecuali dengan tauhid (mengesakan Allah). Dan jika tauhid itu disertai dengan istighfar (memohon ampun kepada Allah), maka hamba itu akan mendapatkan kecukupan, kebahagiaan, dan hilangnya segala hal yang menyiksanya.” (Majmu’ al-Fatawa 1/56)

Sebaik-Baik Puasa Setelah Puasa Ramadhan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda, أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ صِيَامُ شَهْرِ ٱللَّهِ ٱلْمُحَرَّمِ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ ٱلصَّلَاةِ ٱلْمَكْتُوبَةِ صَلَاةُ ٱلَّيْلِ “Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram. Dan sebaik-baik salat setelah salat wajib adalah salat malam (tahajud).” (HR. Muslim, 1163)