Imam Ibnul Qayyim: Istiqamah Dengan Kokohnya Ilmu

Berkata Imam Ibnul Qayyim رحمه الله, الراسخ في العلم لو وَرَدَتْ عليه من الشُبَه بعدد أمواج البحر ما أزالت يقينه ولا قدحت فيه شكّاً “Seorang yang memiliki kekokohan ilmu, walaupun datang berbagai syubhat sebanyak gelombang di lautan, maka hal tersebut tidaklah menghilangkan keyakinannya dan tidak pula memunculkan padanya keraguan.” (Miftah Daar as-Sa’adah 1/140)

Syaikh Bin Baz: Keutamaan Rezeki Ilmu Yang Bermanfaat

Berkata Syaikh Bin Baz رحمه الله, وَمَنْ ‌رُزِقَ ‌الْعِلْمَ النَّافِعَ فَقَدْ رُزِقَ أَسْبَابَ السَّعَادَةِ إِذَا عَمِلَ بِذَلِكَ وَاتَّقَى اللهَ فِي ذَلِكَ “Barangsiapa yang diberikan rezeki ilmu yang bermanfaat, maka sungguh dia telah diberikan rezeki sebab-sebab kebahagiaan, apabila dia mengamalkannya dan bertakwa kepada Allah dalam hal tersebut.” (Majmu’ Fatawa Wa Maqalat Mutanawwi’ah 9/131)

Umar bin Khattab: Bertawakal Seperti Burung

Dari ‘Umar bin Khaththab رضي الله عنه, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,⁣ لو أنكم تتوكلون على الله حق توكله لرزقكم كما يرزق الطير تغدو خماصا وتروح بطانا ⁣ “Seandainya kalian benar-benar bertawakkal pada Allah, tentu kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali di … Read more

Imam Ibnu Qayyim: Orang Yang Terhalangi Dari Kebaikan

Imam Ibnu Qayyim رحمه الله berkata, المَحْرُومُ كُلَّ المَحْرُومِ مَنْ عَرَفَ طَرِيقًا إِلَى اللَّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهُ “Orang yang terhalangi yang sebenarnya adalah seseorang yang mengetahui jalan menuju Allah, namun dia justru berpaling dari jalan tersebut.” (Thoriqul Hijratain, hlm. 329)

Imam Ibnu Rajab: Balasan bagi Orang Yang Menyebarkan Aib Orang Lain

Berkata Imam Ibnu Rajab Rahimahullah, وعقوبةُ مَنْ أشَاعَ السُّوءَ على أخيهِ المؤمنِ، وتَتبّعَ عُيوبَه، وكَشَفَ عَورتَهُ؛ أنْ يَتَّبِعَ اللهُ عَورتَه و يَفْضَحَهُ ولو في جَوفِ بَيتِهِ “Hukuman bagi orang yang menyebarkan kejelekan terhadap saudaranya yang mukmin, mencari-cari berbagai kekurangannya, dan menyingkap sesuatu yang tertutupi dari saudaranya; ialah bahwa Allah akan mencari-cari kekurangan-kekurangan dirinya dan mempermalukannya … Read more

Abdullah bin Mas’ud: Berhati-Hatilah dan Hidnari Ucapan Seperti Ini!

Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه berkata: ‌لَأَنْ ‌يَعَضَّ ‌أَحَدُكُمْ ‌عَلَى ‌جَمْرَةٍ حَتَّى تَبْرُدَ، أَوْ يُمْسِكَ عَلَيْهَا حَتَّى تَبْرُدَ، خَيْرٌ مِنْ أَنْ يَقُولَ لِأَمْرٍ قَضَاهُ اللهُ لَيْتَهُ لَمْ يَكُنْ “Seandainya salah seorang di antara kalian menggigit bara api sampai dingin (padam), atau menggenggamnya sampai dingin, maka itu lebih baik daripada dia berkata tentang sebuah perkara … Read more

Berhati-Hatilah Terhadap Hawa Nafsu dan Syahwat Yang Menyesatkan!

Dari Sahabat Abu Barzah radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda, إنّما أَخْشَى عَلَيكُم شَهوَات الغَي في بطونكم وفُروجكم ومضِلَّاتِ الهوى. “Sungguh, yang aku khawatirkan atas kalian adalah syahwat yang menyesatkan pada perut dan kemaluan kalian, serta hawa nafsu yang menyimpangkan.” (HR. Ahmad, Al-Bazzar, Ath-Thabarani, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Targhib no. 52)

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah: Perhatikanlah Teman Dudukmu!

Berkata Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah, فمخالطة صاحب هذا القلب سقم، ومعاشرته سم، ومجالسته هلاك. “Bergaul dengan orang yang hatinya berpenyakit dapat menimbulkan penyakit (hati), hidup bersamanya (akan membuat) keracunan (tertulari kejelekan), dan duduk-duduk bersamanya adalah suatu kebinasaan.” (Ighashatul Lahfan hlm. 9)

Jangan Pernah Menolak Dalil Dengan Akal

Allah سبحانه وتعالى berfirman, وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَّلَا مُؤْمِنَةٍ اِذَا قَضَى اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗٓ اَمْرًا اَنْ يَّكُوْنَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ اَمْرِهِمْ وَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا مُّبِيْنًاۗ “Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan … Read more

Al-Fudhail bin ‘Iyadh: Orang Yang Tidak Akan Mendapatkan Teman

Berkata Imam Al-Fudhail bin ‘Iyadh رحمه الله مَنْ ‌طَلَبَ ‌أَخًا ‌بِلَا ‌عَيْبٍ ‌بَقِيَ ‌بِلَا ‌أَخٍ “Barangsiapa yang mencari saudara (teman) yang tidak memiliki aib maka dia tidak akan mendapatkan teman selama hidupnya.” (Syu’ab Al-Iman no. 8027 hlm 10/574 oleh Al-Baihaqi رحمه الله)