Ibnul Qayyim: 3 Jenis Bersyukur Sudahkah Kamu Mengetahuinya?

Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah, الشُكْرُ يَكُوْنُ : بِالقَلْبِ : خُضُوْعاً وَاسْتَكَانَةً ، وَبِاللِّسَانِ : ثَنَاءً وَاعْتِرَافاً ، وَبِالجَوَارِحِ : طَاعَةً وَانْقِيَاداً . • Syukurnya hati itu dengan tunduk dan tenang bersama Allah. • ⁠Syukurnya lisan itu dengan memuji Allah dan mengakui bahwa nikmat itu hanya dari-Nya. • ⁠Sedangkan syukurnya anggota badan itu dengan taat dan … Read more

Parenting: Berilah Teladan! Jangan Hanya Memberikan Perintah dan Larangan

Sebagai orangtua hendaklah kita jangan hanya mampu untuk memberikan perintah dan melarang suatu perbuatan buruk, namun kita sendiri malah melakukannya. Marilah kita berusaha sekuat tenaga untuk mengamalkan apa yang hendak kita ajarkan kepada anak-anak kita. Allah Ta’ala berfirman, يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ كَبُرَ مَقْتًا عِندَ ٱللَّهِ أَن تَقُولُوا۟ مَا لَا تَفْعَلُونَ … Read more

Sa’id Ibnu Jubair: Siapa Orang Yang Paling Hebat Ibadahnya?

Sa’id Ibnu Jubair pernah ditanya, “Siapa orang yang paling hebat ibadahnya…?” Beliau menjawab, ‎رجل اقترف ذنبا فكلما ذكر ذنبه احتقر عمله وانكسر لربه “Seseorang yang melakukan suatu dosa, setiap kali ia mengingat dosanya ia menganggap amalanya tidak ada apa-apanya dan ia pun meratap kepada Rabbnya (dengan penuh harap dan penyesalan)” (al-Bidayah wan Nihayah 9/99)

Ibnu Hibban al-Busty: Lisan Bisa Menjadi Sumber Pahala Ataupun Dosa

Berkata Ibnu Hibban al-Busty rohimahullah, والله جل وعز رفع جارحة اللسان على سائر الجوارح فليس منها شيء أعظم أجرا منه إذا أطاع ولا أعظم ذنبا منه إذا جنى “Allah menjadikan dosa lisan melebihi dosa anggota badan yang lainnya. Tidak ada sesuatu dari anggota tubuh yang lebih besar pahalanya daripada lisan jika dia taat, dan tidak … Read more

Parenting: Jangan Berbohong Meskipun Kepada Anak Kecil

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ قَالَ لِصَبِي تَعَالَ هَاكَ ثُمَّ لَمْ يُعْطِهِ فَهِيَ كِذْبَةٌ “Barangsiapa yang berkata kepada anak kecil, ‘Kemarilah, saya akan memberimu sesuatu’, lalu ia tidak memberinya, maka itu adalah sebuah kebohongan.” (HR. Ahmad dalam Al-Musnad (2: 452). Dihasankan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 2942)

Umar bin Khothob: Jangan Sibukkan Diri Dengan Hal Lain Saat Waktu Shalat Telah Tiba

Berkata Umar bin Khothob radhiyallahu ‘anhu, اجْتَنِبُوا الِاشْتِغَالَ عِنْدِ حَضْرَةِ الصَّلَاةِ، فَمَنْ أَضَاعَهَا فَهُوَ لِمَا سِوَاهَا مِنْ شَعَائِرِ الْإِسْلَامِ أَشَدُّ تَضْيِيعًا “Jangan sibukkan diri dengan hal lain saat waktu shalat telah tiba. Barangsiapa yang tidak mampu mengagungkan shalat, maka terhadap syiar islam yang lain dia lebih tidak mengagungkannya.” (Hilyah Auliya 5/316)

Parenting: Do’a Nabi Muhammad ﷺ Kepada Ibnu Abbas

Di antara cara Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam memotivasi anak kecil adalah dengan mendoakan mereka dengan doa kebaikan. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memelukku ke dada beliau, dan beliau mendoakanku, اللَّهُمَّ عَلِّمْهُ الحِكْمَةَ “Ya Allah, ajarkanlah hikmah kepadanya.” (HR.Bukhari, 3756) Demikianlah, akhirnya Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma tumbuh sebagai anak … Read more

Yazid bin Harun: Pentingnya Ilmu dan Kedewasaan

Berkata Yazid bin Harun rahimahullah, مَنْ كَانَ عِلْمُهُ أَكْثَرَ مِنْ عَقْلِهِ؛ خَشِيَتْ عَلَيْهِ، وَمَنْ كَانَ عَقْلُهُ أَكْثَرَ مِنْ عِلْمِهِ؛ رَجُوتْ لَهُ “Barang siapa yang ilmunya lebih banyak dari sifat kedewasaannya (akal), maka aku khawatir (keburukan akan menimpanya), dan barang siapa yang akal (kedewasaan)nya lebih banyak dari ilmunya, aku berharap (kebaikan) darinya.” (Syu’ab al-Iman no. 4365)

Parenting: Tahukah Kamu? Inilah 4 Perempuan Terbaik Penghuni Surga

Nabi Shallalahu Alaihi Wa Sallam bersabda, أَفْضَلُ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ خَدِيجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ وَفَاطِمَةُ بِنْتُ مُحَمَّدٍ وَآسِيَةُ بِنْتُ مُزَاحِمٍ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ وَمَرْيَمُ ابْنَةُ عِمْرَانَ “Wanita-wanita yang paling utama sebagai penduduk surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Asiyah binti Muzahim (istri Fir’aun) dan Maryam binti ‘Imran.” (HR. Ahmad, 1:293. Dishahihkan Syaikh Syu’aib Al-Arnauth)