Cobaan dan Ujian Adalah Untuk Menguji Kadar Keimanan

Berkata al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah, إِنّ الْمُؤْمِنَ لَابُدَّ أَنْ يُفْتَنَ بِشِيٍّ مِنَ الْفِتَنِ الْمُؤْلِمَةِ الشَّاقَّةِ عَلَيْهِ لِيَمْتَحِنَ إِيمَانَهُ “Seorang yang memiliki iman pasti dan pasti akan dibebankan sebuah ujian yang terasa begitu berat baginya. Semua itu terjadi untuk menguji kadar keimanannya.” (Tafsir Ibnu Rajab, 2/212)

Siksaan Yang Disegerakan Adalah Dosa Durhaka Kepada Kedua Orang Tua

Rasulullah صَلَى اْللّٰهُ عَلَيْه وَسَلَم bersabda, كل الذنوب يؤخر الله منها ما شاء إلى يوم القيامة إلا عقوق الوالدين فإنه يعجل لصاحبه “Setiap dosa, Allah tunda pembalasannya sebagaimana yang dikehendaki-Nya hingga hari kiamat, kecuali durhaka kepada kedua orang tua, karena ia (siksaan) yang disegerakan bagi pelakunya.” (HR. Hakim 4/153, Shahih)

Hutang / Utang adalah Sebuah Kegelisahan dan Kehinaan

Berkata Imam Sufyan ats-Tsauri rahimahullah, الدين هم بِاللَّيْلِ وَذُلُّ بِالنَّهَارِ فَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يُذِلُّ عَبْدًا جَعَلَهُ قِلَادَةً فِي عِنْقِهِ “Utang adalah kegelisahan pada malam hari dan kehinaan pada siang hari. Apabila Allah Ta’ala hendak menghinakan seorang hamba, Dia akan menjadikan utang sebagai kalung yang melingkar di lehernya,” (ath-Thabaqat al-Kubra, 1/41)

Bahayanya Syahwat Perut: Berlebihan Terhadap Makanan Atau Kuliner

Berkata Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi rahimahullah, “شهوة البطن من أعظم المهلكات، وبها أخرج آدم عليه السلام من الجنة، ومن شهوة البطن تحدث شهوة الفرج والرغبة في المال، ويتبع ذلك آفات كثيرة.” “Syahwat perut termasuk salah satu sebab kebinasaan yang terbesar. Karena syahwat perutlah, Adam ‘alaihis salam dikeluarkan dari surga. Darinya pula, muncul syahwat kemaluan dan … Read more

Tahukah? Inilah Yang Lebih Baik Dari Banyaknya Harta

Nabi ﷺ bersabda, قلب شاكر ولسان ذاكر وزوجة صالحة تعينك على أمر دنياك ودينك خير ما اكتنز الناس “Hati yang dipenuhi rasa syukur ,lisan yang senantiasa berdzikir dan isteri sholihah yang membantu urusan dunia dan agamamu, hal itu lebih utama dari apa yang manusia kumpulkan (harta).” (as-Shohihul Jami no.4409)