Sadarilah Bahwa Masa Muda Itu Begitu Cepat Berlalu

Berkata al-Hafidz Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah, مدة الشباب قصيرة كمدة زهر الربيع وبهجته ونضارته فإذا يبس وابيض فقد آن ارتحاله “Masa muda sangat sebentar bagaikan bunga di musim semi, keindahan dan keelokannya. Apabila bunga itu telah menjadi kering dan putih, maka telah tiba waktu kepergiannya.” Lathoiful Ma’arif 1/333

Inilah Orang Yang Paling Kuat Menurut Nabi Muhammad ﷺ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِى يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ “Orang yang kuat itu bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat ialah orang yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari 6114, Muslim 2609)

Do’a Sebagian Salaf (Sahabat) Dalam Menyambut Ramadhan

Dulu para Sahabat radhiallahu anhum, selama enam bulan sebelum datang Ramadhan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian, selama enam bulan sesudah ramadhan, mereka berdoa agar Allah subhanahu wa ta’ala menerima amal mereka selama bulan Ramadhan. Diantara sebagian Sahabat berdo’a: اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلاً ALLAHUMMA SALLIMNII … Read more

Bulan Ramadhan Adalah Kesempatan Emas Untuk Meraih Takwa

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. al-Baqarah:183)

Sadarilah Bahwa Kemaksiatan Adalah Penghalang Hidayah

Berkata Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, ومن عقوباتها: أنّها تعمي بصيرة القلب، وتطمس نوره، وتسدّ طُرق العلم، وتحجب موارد الهداية. “Di antara hukuman kemaksiatan adalah kemaksiatan akan membutakan pandangan kalbu, mengilangkan cahayanya, menutup pintu-pintu ilmu dan menghalangi sumber-sumber hidayah.” ad-Da’wad Dawa’ 117

Jangan Biarkan Kukumu Panjang Lebih Dari 40 Hari

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, وُقِّتَ لَنَا فِى قَصِّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمِ الأَظْفَارِ وَنَتْفِ الإِبْطِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ أَنْ لاَ نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً “Kami diberi batasan dalam memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketika, mencukur bulu kemaluan, yaitu itu semua tidak dibiarkan lebih dari 40 malam.” (HR. Muslim no. 258)