Jangan Lupakan Saudara Kita Di Palestina – Doakan Mereka

اللَّهُمَّ كُنْ لِإِخْوَانِنَا فِي فِلَسْطِين نَاصِرًا وَمُعِينًا، وَاشْفِ جِرَاحَهُمْ، وَفُكَّ أَسْرَاهُمْ، وَارْزُقْهُمُ الأَمْنَ وَالسَّلَامَ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى مَنْ ظَلَمَهُمْ. “Ya Allah, jadilah Engkau penolong dan pelindung bagi saudara-saudara kami di Palestina. Sembuhkanlah luka-luka mereka, bebaskan tawanan mereka, anugerahkan kepada mereka keamanan dan kedamaian, serta tolonglah mereka atas orang-orang yang menzalimi mereka.”

Seseorang Akan Condong Kepada Yang Memiliki Kesamaan Dengannya

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Nabi ﷺ bersabda, الأرواح جنود مجندة، فما تعارف منها ائتلاف وما تناكر منها اختلف “Roh-roh itu bagaikan tentara yang berbaris rapi. Jika mereka saling mengenal, mereka akan bersatu. Jika mereka tidak saling mengenal, mereka akan berselisih.” (HR. Muslim no. 2638)

Malik bin Dinar: Kematian Adalah Tujuan

Berkata Malik bin dinar Rahimahullah, عَجِبْتُ لِمَنْ يَعْلَمُ أَنَّ الْمَوْتَ مَوْعِدُهُ، وَالْقَبْرَ مَنْزِلُهُ، كَيْفَ تَسُرُّهُ الْحَيَاةُ؟! “Sungguh mengherankan orang yang sudah jelas tahu bahwa kematian adalah tujuannya, dan kuburan adalah tempat persinggahannya; namun ia merasa senang terlena dengan dunia? Dan bagaimana mungkin hidupnya terasa nyaman di dunia(tidak beribadah)?” (Sifatus Shofwah 2/164)

Ibnu Hibban: Pentingnya Berilmu Sebelum Berucap & Beramal!

Berkata Ibnu Hibban Rahimahullah, “فَالْعَاقِلُ لَا يَشْتَغِلُ بِالْخَوْضِ فِيمَا لَا يَعْلَمُ ‌فَيُتَّهَمُ فِيمَا يَعْلَمُ؛ لِأَنَّ رَأْسَ الذُّنُوبِ الْكَذِبُ وَهُوَ يُبْدِي الْفَضَائِحَ وَيَكْتُمُ الْمَحَاسِنَ.” “Orang yang berakal tidak akan menyibukkan diri membahas hal-hal yang tidak ia ketahui,karena hal itu bisa membuat orang meragukan ucapannya bahkan dalam perkara yang sebenarnya ia ketahui. Sesungguhnya pokok dari segala dosa … Read more

Imam Ibnu Rajab: Urgensi Takut Kepada Allah Ta’ala

Berkata Imam Ibnu Rajab Rahimahullah, “وَأَفْضَلُ الْأَعْمَالِ ‌خَشْيَةُ ‌اللهِ فِي السِّرِّ وَالْعَلَانِيَةِ، وَخَشْيَةُ اللهِ فِي السِّرِّ إِنَّمَا تَصْدُرُ عَنْ قُوَّةِ إِيمَانٍ وَمُجَاهَدَةٍ لِلنَّفْسِ وَالْهَوَى، فَإِنَّ الْهَوَى يَدْعُو فِي الْخَلْوَةِ إِلَى الْمَعَاصِي، وَلِهَذَا قِيلَ: إِنَّ مِنْ أَعَزِّ الْأَشْيَاءِ الْوَرَعُ فِي الْخَلْوَةِ.” “Amalan yang paling utama adalah (rasa) takut kepada Allah ketika sendirian dan dalam keramaian. (Rasa) … Read more

Syaikh Ibnu Utsaimin: Kredibilitas Seorang Guru / Ustadz / Syaikh

Berkata Syaikh Ibnu Utsaimin رحمه الله, لا ينبغي للإنسان أن يسقط الشيخ من عينه بخطأ من ألف إصابة، أما لو كان كثير الخطأ، كلما تكلم يخطئ، فهذا لا ينبغي أن يكون شيخا، هذا ينبغي أن يكون متعلما قبل أن يكون معلما. “Tidak layak bagi seorang (murid) menjatuhkan ustadznya dari dirinya hanya karena satu kesalahan dari … Read more

Jangan bercanda Dengan Ucapan Ini: Pernikahan, Talak (Perceraian), dan Rujuk

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, ثَلاثٌ جِدُّهُنَّ جِدٌّ وَهَزْلُهُنَّ جِدٌّ: النِّكَاحُ، وَالطَّلَاقُ، وَالرَّجْعَةُ “Ada tiga perkara yang seriusnya dianggap serius, dan bercandanya pun dianggap serius: pernikahan, talak (perceraian), dan rujuk.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah) Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwa’ul Ghalil (6/280)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah: Beragamalah Seperti Beragamanya Para Sahabat Nabi ﷺ

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah, “Engkau tidak mendapati seorang imam dalam ilmu dan agama seperti Malik, Al-Auza’i, (Sufyan) Ats-Tsauri, Abu Hanifah, Asy-Syafi’i, Ahmad bin Hanbal, Ishaq bin Rahawaih, Al-Fudhail bin ‘Iyadh, Abu Sulaiman (Abdurrahman bin Ahmad bin ‘Athiyyah Ad-Daarani), dan Ma’ruf Al-Karkhi (Abu Mahfudz Ma’ruf bin Al-Fairuzan), serta yang semisal dengan mereka melainkan mereka … Read more

Imam Ibnul Qayyim: Perkara Yang Lebih Buruk Bagi Seseorang Hamba

Berkata Imam Ibnul Qayyim رحمه الله, لَا شَيْء اقبح بالانسان من ان يكون غافلا عَن الْفَضَائِل الدِّينِيَّة والعلوم النافعة والاعمال الصَّالِحَة “Tidak ada sesuatu yang lebih buruk bagi seseorang dari terlalaikannya ia dari keutamaan-keutamaan yang ada dalam agama ini, ilmu yang bermanfaat dan amalan-amalan shalih.” (Miftah Daarus Sa’aadah 1/177)