Umar bin Khattab: Berhati-hatilah Dalam Bermuamalah

Berkata Umar bin Khattab رضي الله عنه, لا تكلم فيما لايعنيك؛ واعرف عدوك؛ واحذر صديقك إلا الأمين، ولا أمين إلا من يخشى الله؛ ولا تمش مع الفاجر فيعلمك من فجوره ولا تطلعه على سرك؛ ولا تشاور في أمرك إلا الذين يخشون الله عز وجل. “Janganlah engkau berbicara sesuatu yang tidak ada faedahnya, kenalilah musuhmu, berhati-hatilah … Read more

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin: Karuania Ilmu Adalah Tanda Kebahagiaan

Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin رحمه الله, إذا رأيت أن الله من عليك بالعلم فاستبشر خيرا بأن الله تعالى أراد بك خيرا “Apabila anda melihat bahwa Allah Ta’ala memberikan karunia Ilmu agama kepada anda, maka berbahagialah dengan kabar baik bahwa Allah Ta’ala telah menghendaki kebaikan untuk anda.” (Syarah Hilyah Tholibil Ilm 16)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah: Bersyukur Dan Beristighfar

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رحمه الله, فالمؤمن دائما في نعمة من ربه تقتضي شكرا و في ذنب يحتاج إلى استغفار “Seorang mukmin yang selalu berada dalam kenikmatan dari Rabbnya mengharuskan ia banyak bersyukur. Dan begitu pula dalam kesalahannya, ia membutuhkan kepada istighfar (permohonan ampun kepada Allah).” (Majmu’ Fatawa 16/187)

Imam Ibnul Qayyim: Akibat Lalai Dari Mengingat Allah Ta’ala

Berkata Imam Ibnul Qoyyim رحمه الله, فَالْمُعْرِضُ عَنْهُ لَهُ مِنْ ضَنْكِ الْمَعِيشَةِ بِحَسَبِ إِعْرَاضِهِ، وَإِنْ تَنَعَّمَ فِي الدُّنْيَا بِأَصْنَافِ النِّعَمِ، فَفِي قَلْبِهِ مِنَ الْوَحْشَةِ وَالذُّلِّ وَالْحَسَرَاتِ الَّتِي تَقْطَعُ الْقُلُوبَ “Orang yang berpaling dari mengingat Allah kehidupannya akan sempit walaupun dia menikmati berbagai macam kenikmatan. Namun di dalam hatinya terdapat kerisauan, kehinaan, dan penyesalan yang menyayat-nyayat … Read more

Parenting: Jangan Banyak Bermain Game!

Berkata al-Imam Sufyan bin Sa’id ats-Tsaury rahimahullah, من لعب بعمره ضيع أيام حرثه، ومن ضيع أيام حرثه ندم أيام حصاده. “Siapa yang bermain-main dengan umurnya maka dia akan menyia-nyiakan hari-hari yang seharusnya dia gunakan untuk menanam, dan siapa yang menyia-nyiakan hari-hari untuk menanam maka dia akan menyesal pada hari-hari memanen.” (Hifzhul Umur, hlm. 65)

Imam Ibnul Qayyim: Istiqamah Dengan Kokohnya Ilmu

Berkata Imam Ibnul Qayyim رحمه الله, الراسخ في العلم لو وَرَدَتْ عليه من الشُبَه بعدد أمواج البحر ما أزالت يقينه ولا قدحت فيه شكّاً “Seorang yang memiliki kekokohan ilmu, walaupun datang berbagai syubhat sebanyak gelombang di lautan, maka hal tersebut tidaklah menghilangkan keyakinannya dan tidak pula memunculkan padanya keraguan.” (Miftah Daar as-Sa’adah 1/140)

Syaikh Bin Baz: Keutamaan Rezeki Ilmu Yang Bermanfaat

Berkata Syaikh Bin Baz رحمه الله, وَمَنْ ‌رُزِقَ ‌الْعِلْمَ النَّافِعَ فَقَدْ رُزِقَ أَسْبَابَ السَّعَادَةِ إِذَا عَمِلَ بِذَلِكَ وَاتَّقَى اللهَ فِي ذَلِكَ “Barangsiapa yang diberikan rezeki ilmu yang bermanfaat, maka sungguh dia telah diberikan rezeki sebab-sebab kebahagiaan, apabila dia mengamalkannya dan bertakwa kepada Allah dalam hal tersebut.” (Majmu’ Fatawa Wa Maqalat Mutanawwi’ah 9/131)

Umar bin Khattab: Bertawakal Seperti Burung

Dari ‘Umar bin Khaththab رضي الله عنه, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,⁣ لو أنكم تتوكلون على الله حق توكله لرزقكم كما يرزق الطير تغدو خماصا وتروح بطانا ⁣ “Seandainya kalian benar-benar bertawakkal pada Allah, tentu kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali di … Read more

Imam Ibnu Qayyim: Orang Yang Terhalangi Dari Kebaikan

Imam Ibnu Qayyim رحمه الله berkata, المَحْرُومُ كُلَّ المَحْرُومِ مَنْ عَرَفَ طَرِيقًا إِلَى اللَّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهُ “Orang yang terhalangi yang sebenarnya adalah seseorang yang mengetahui jalan menuju Allah, namun dia justru berpaling dari jalan tersebut.” (Thoriqul Hijratain, hlm. 329)