Umar bin Khothob: Jangan Sibukkan Diri Dengan Hal Lain Saat Waktu Shalat Telah Tiba

Berkata Umar bin Khothob radhiyallahu ‘anhu, اجْتَنِبُوا الِاشْتِغَالَ عِنْدِ حَضْرَةِ الصَّلَاةِ، فَمَنْ أَضَاعَهَا فَهُوَ لِمَا سِوَاهَا مِنْ شَعَائِرِ الْإِسْلَامِ أَشَدُّ تَضْيِيعًا “Jangan sibukkan diri dengan hal lain saat waktu shalat telah tiba. Barangsiapa yang tidak mampu mengagungkan shalat, maka terhadap syiar islam yang lain dia lebih tidak mengagungkannya.” (Hilyah Auliya 5/316)

Parenting: Do’a Nabi Muhammad ﷺ Kepada Ibnu Abbas

Di antara cara Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam memotivasi anak kecil adalah dengan mendoakan mereka dengan doa kebaikan. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memelukku ke dada beliau, dan beliau mendoakanku, اللَّهُمَّ عَلِّمْهُ الحِكْمَةَ “Ya Allah, ajarkanlah hikmah kepadanya.” (HR.Bukhari, 3756) Demikianlah, akhirnya Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma tumbuh sebagai anak … Read more

Yazid bin Harun: Pentingnya Ilmu dan Kedewasaan

Berkata Yazid bin Harun rahimahullah, مَنْ كَانَ عِلْمُهُ أَكْثَرَ مِنْ عَقْلِهِ؛ خَشِيَتْ عَلَيْهِ، وَمَنْ كَانَ عَقْلُهُ أَكْثَرَ مِنْ عِلْمِهِ؛ رَجُوتْ لَهُ “Barang siapa yang ilmunya lebih banyak dari sifat kedewasaannya (akal), maka aku khawatir (keburukan akan menimpanya), dan barang siapa yang akal (kedewasaan)nya lebih banyak dari ilmunya, aku berharap (kebaikan) darinya.” (Syu’ab al-Iman no. 4365)

Parenting: Tahukah Kamu? Inilah 4 Perempuan Terbaik Penghuni Surga

Nabi Shallalahu Alaihi Wa Sallam bersabda, أَفْضَلُ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ خَدِيجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ وَفَاطِمَةُ بِنْتُ مُحَمَّدٍ وَآسِيَةُ بِنْتُ مُزَاحِمٍ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ وَمَرْيَمُ ابْنَةُ عِمْرَانَ “Wanita-wanita yang paling utama sebagai penduduk surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Asiyah binti Muzahim (istri Fir’aun) dan Maryam binti ‘Imran.” (HR. Ahmad, 1:293. Dishahihkan Syaikh Syu’aib Al-Arnauth)

Hatim al-Ashom: Tergesa-gesa Itu Dari Setan Kecuali 5 Hal

Berkata Hatim al-Ashom rahimahullah, كَانَ يُقَالُ الْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ إِلَّا فِي خَمْسٍ , إِطْعَامُ الطَّعَامِ إِذَا حَضَرَ الضَّيْفُ وَتَجْهِيزُ الْمَيِّتِ إِذَا مَاتَ , وَتَزْوِيجُ الْبِكْرِ إِذَا أَدْرَكَتْ , وَقَضَاءُ الدَّيْنِ إِذَا وَجَبَ , وَالتَّوْبَةُ مِنَ الذَّنْبِ إِذَا أَذْنَبَ “Dikatakan oleh para ulama bahwa ketergesa-gesaan itu adalah dari setan, kecuali pada 5 hal. 1.Bersegera menyiapkan makanan … Read more

Syamith bin Ajlan: Menjaga Lisan Kunci Keselamatan

Berkata Syamith bin Ajlan rahimahullah, يا ابن آدم، إنك ما سكتَّ فأنت سالمٌ، فإذا تكلمتَ فخذ حِذرك إما لك وإما عليك. “Wahai anak Adam, sesungguhnya selama engkau diam, engkau selamat. Jadi, jika engkau akan berbicara, waspadalah. Bisa jadi, ucapanmu akan bermanfaat bagimu, bisa jadi pula akan membahayakan dirimu.” (Jami’ul Ulum wal Hikam, 249)

Abdullah bin Amr bin Ash: Jihad Berbakti Kepada Orangtua

Abdullah bin Amr bin Ash Radhiallahu Anhu menuturkan, جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرِيدُ الْجِهَادَ، فَقَالَ: «أَحَيٌّ وَالِدَاكَ؟» فَقَالَ: نَعَمْ، فَقَالَ: فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ Ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam ingin ikut serta dalam jihad. Maka Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Dia menjawab, … Read more