Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah: Tempat Berdiamnya Setan
Berkata Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullahu, القلب الغافل مأوى الشيطان. “Hati yang lalai (dari berzikir kepada Allah) adalah tempat berdiamnya syaithan.” (Miftah Daaris Sa’adah, 1/112)
Berkata Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullahu, القلب الغافل مأوى الشيطان. “Hati yang lalai (dari berzikir kepada Allah) adalah tempat berdiamnya syaithan.” (Miftah Daaris Sa’adah, 1/112)
Berkata Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah, ﻓﻜﻠﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﺃﻛﺜﺮ ﻗﺮﺍﺀﺓ ﻟﻠﻘﺮﺁﻥ، ﻭﺃﻛﺜﺮ ﻣﺬﺍﻛﺮﺓ ﻟﻸﺣﺎﺩﻳﺚ، ﻭﺃﻛﺜﺮ ﺫﻛﺮﺍً ﻟﻠﻪ ﻭﺗﺴﺒﻴﺤﺎً ﻭﺗﻬﻠﻴﻼً، ﻛﺎﻥ ﺃﺳﻠﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ ﻭﺃﺑﻌﺪ ﻣﻨﻬﺎ .ﻭﻛﻠﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﻣﻤﻠﻮﺀًﺍ ﺑﺎﻟﻐﻔﻠﺔ، ﻭﺃﺳﺒﺎﺑﻬﺎ ﻣﻦ ﺍﻷﻏﺎﻧﻲ ﻭﺍﻟﻤﻼﻫﻲ ﻭﺍﻟﻘﻴﻞ ﻭﺍﻟﻘﺎﻝ ، ﻛﺎﻥ ﺃﻗﺮﺏ ﺇﻟﻰ ﻭﺟﻮﺩ ﺍﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ ﺍﻟﻤﺸﺠﻌﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺒﺎﻃﻞ Jika sebuah keluarga semakin memperbanyak membaca al-Qur’an, … Read more
Berkata Umar bin ‘Abdul Aziz rahimahullah Dalam Khutbah Idul Fitri, “Wahai sekalian manusia, kalian telah berpuasa selama 30 hari. Kalian pun telah melaksanakan shalat tarawih setiap malamnya. Kalian pun keluar dan memohon pada Allah agar amalan kalian diterima. Namun sebagian salaf malah bersedih ketika hari raya Idul Fithri. Dikatakan kepada mereka : “Sesungguhnya hari ini … Read more
Syaikh Sulaiman bin salimullah ar-Ruhaily hafidzahullahu menukilkan perkataan sebagian ulama, من جعل أيام حياته كأيام رمضان جعل الله له آخر حياته كالأعياد “Barangsiapa yang menjadikan hari-hari hidupnya seperti hari-harinya saat bulan Ramadhan, maka Allah akan menjadikan akhir hidupnya seperti hari raya.” (Fikih Muamalah Maliyah, 284)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” [HR. Muslim no. 1164]
Berkata al-Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah, “Jadikan dirimu termasuk orang yang berada di pihak yang disana ada Allah Dan Rasul-Nya(kebenaran). Sekalipun seluruh manusia berada di pihak yang lain(kebathilan).” (al-Fawaid hal. 167)
“Demi Allah, tidak ada manfaatnya sama sekali ilmu fiqih, ilmu tahsin, dan selainnya jika kita mengabaikan perkara Aqidah, mengabaikan Tauhid dan kita terjatuh dalam perbuatan syirik kepada Allah. Maka selamanya tidak ada faidah dan manfaat apapun dari mempelajarinya.” (Marhaban Yaa Tholibal Ilmi hal. 111)
Berkata al-Imam Hasan al-Basri Rahimahullah, “Memandang wajah ibu merupakan ibadah yang mulia, maka terlebih berbakti kepadanya.” (Kitab Musnad Ibnul Mubarok Hal.146)
Berkata Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i Rahimahullah, “Perbuatan dzolim bagaikan barang dagangan yang mahal. Dan yang mengherankannya lagi, ia dibayar dua kali. Di dunia dan di akhirat kelak.” (Qowaid Nabawiyah Hal.122)
Berkata Yahya bin Abi Katsir rahimahullahu, ثلاثة لا تكون في بيت إلا نزعت منه البركة: السرف والزنا والخيانة. Tiga perkara, yang tidaklah perkara tersebut ada pada sebuah rumah kecuali akan dicabut darinya barokah: 1) Sikap berlebihan (melampaui batas) 2) Zina 3) Khianat (Hilyatul Aulia, 2/348)