Inilah Lima Obat Hati

Berkata Ibrahim bin Ahmad al-Khawwash rahimahullah, دواء القلب خمسة أشياء: قراءة القرآن بالتدبّر، و خلاء البطن، و قيام الليل، و التضرّع عند السحر، و مجالسة الصالحين. Obat untuk hati ada lima: 1) Membaca al-Quran dengan menadaburinya 2) Mengosongkan perut 3) Shalat malam 4) Berdoa pada waktu sahur 5) Bermajelis dengan orang-orang saleh. (Shifatush Shafwah, hlm.636)

Perkara Aqidah Adalah Prioritas Utama Dalam Berdakwah!

Berkata Syaikh Sholih al-Fauzan Hafidhahullah, “Orang yang berdakwah menyeru kepada Allah Ta’ala, namun mereka tidak memulai (dakwah) dengan perkara Aqidah, bahkan tidak memprioritaskannya maka dakwahnya sia-sia. Tidak akan membuahkan hasil apapun. Adapun orang yang berdakwah dengan memprioritaskan perkara Aqidah dan menyebarluaskannya, maka sesungguhnya mereka telah memberikan manfaat dan berguna bagi masyarakat dan bangsa.” (Kutubul Aqidah … Read more

Obat Untuk Sifat Ujub (Bangga Dengan Kemampuan / Kelebihan Diri Sendiri)

Berkata al-Imam Abu Muhammad Ali bin Hazm rahimahullah, من امتُحن بالعجب فليفكر في عيوبه، فإن أُعجب بفضائله فليفتش ما فيه من الأخلاق الدنيئة. “Siapa yang ditimpa ujian dengan sifat ujub, maka hendaklah dia memikirkan aib-aib dirinya, jika dia merasa ujub karena kelebihan-kelebihan yang dia miliki, maka hendaklah dia memeriksa akhlaq-akhlaq rendah yang ada pada dirinya.” … Read more

Sebaik-Baik Hati Adalah Hati Yang Kokoh Jernih Dan Lembut

Berkata al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah, فَخَيْرُ الْقَلُوبِ الْقَلْبَ الصّلْبَ الصافي اللَّيِّنَ، فَهُوَ يَرَى الْحَقَّ بصفَائِه، وَيُقَبِّلُهُ بِلَيِّنِهِ، وَيَحْفَظُهُ بِصَلَاَبَتِهِ. “Sebaik-baik hati adalah hati yang kokoh, jernih, dan lembut. Sehingga dia melihat kebenaran dengan kejernihannya, menerimanya dengan kelembutannya, dan menjaganya dengan kekokohannya.” (Badaiut Tafsir, hlm.316)

Merenungi Kematian – Tangisan Mereka Tertuju Kepada Mereka Sendiri Bukan Kepada Jenazah

Berkata al-A’masy rahimahullah, كنا نشهد الجنازة، ولا ندري من المعزى فيها لكثرة الباكين، وإنما بكاؤهم على أنفسهم لا على الميت Kami pernah menghadiri pemakaman jenazah. Saat itu, kami tidak mengetahui kepada siapa kami bertakziah karena banyaknya orang yang menangis. Akan tetapi, tangisan mereka tertuju kepada mereka sendiri, bukan tertuju kepada jenazah. (al-Aqibah fi Dzikril Mauti … Read more

Akibat Suka Berdebat Terlebih Berdebat Dengan Orang Yang Lebih Berilmu

Berkata Maimun bin Mihran rahimahullah, لا تمار من هو أعلم منك، فإذا فعلت ذلك خزن عنك علمه، ولم يضره ما قلت شيئا. “Jangan mendebat orang yang lebih berilmu darimu. Sebab, jika engkau melakukan hal itu, dia akan menyimpan ilmunya darimu, dan apa yang engkau katakan tidak akan merugikan dirinya sama sekali.” (Jami’ Bayani al-Ilmi, 1/517)

Pentingnya Bertakwa Dalam Perkara Harta

Berkata Hasan al-Bashri rahimahullah, أيها الناس، والله ما أعز هذا الدرهمَ أحدٌ إلا أذله الله تعالى يوم القيامة؛ “Wahai sekalian manusia, demi Allah, tidak ada seorang pun yang (terlalu) memuliakan dirham ini (sehingga melanggar syariat), kecuali Allah akan menghinakannya pada hari kiamat.” (Adab al-Hasan al-Bashri wa Zuhduhu wa Mawaizhuhu, hlm. 66)