Jangan Kau Memberi Kami Makanan Kecuali Dari Yang Halal

Berkata Khuzaimah Abu Muhammad rahimahullah, قال بنات رجل لأبيهن: يا أبة: لا تطعمنا إلا الحلال؛ فإن الصبر على الجوع أيسر من الصبر على النار. “Anak-anak perempuan pernah berkata kepada ayah mereka, ‘Wahai ayah, janganlah engkau memberi kami makan melainkan dari yang halal. Sesungguhnya bersabar menahan lapar lebih mudah daripada menahan pedihnya neraka.’” (Shifatush Shafwah, hlm.814)

Manusia Senantiasa Dalam Keadaan SAFAR Sampai Masuk Surga atau Neraka

Berkata Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah, الناس منذ خلقوا لم يزالوا مسافرين وليس لهم حظ عن رحالهم إلا في الجنة أو في النار “Manusia semenjak mereka diciptakan senantiasa dalam keadaan safar. Dan tidak ada tempat beristirahat bagi mereka dari perjalanannya kecuali di surga atau neraka.” (al-Fawaid, hlm. 231)

Ilmu Dan Amal Shalih Adalah Jalan Kebahagiaan

Berkata Syaikh Shalih al-Fauzan hafidzahullah, إِذَا كُنْتَ تُرِيدُ السَّعَادَةَ فَاطلُبِ الِعلْمَ، وَاعمَلْ بِهِ، تَصِلُ إِلَى السَّعَادَةِ بِإذْنِ اللَّهِ “Jika engkau ingin bahagia maka carilah ilmu dan amalkan, niscaya engkau akan sampai kepada kebahagiaan dengan ijin Allah.” (Syarhu Mandzumah Al Ahsaaiy, hal.13)

Berharganya Jiwa (Nyawa) Seorang Muslim/Muslimah Dibandingkan Dengan Hancurnya Dunia

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ قَتْلِ مُؤْمِنٍ بِغَيْرِ حَقٍّ “Hilangnya dunia, (nilainya) lebih ringan bagi Allah dibandingnya terbunuhnya seorang mukmin tanpa haq.” (HR. Nasai 3987, Turmudzi 1455, dan dishahihkan al-Albani)

Orang Yang Berilmu Adalah Orang Yang Tidak Berhenti Belajar

Berkata Imam Ibnul-Mubarok rahimahullah, لا يزال المرء عالما ما طلب العلم، فإذا ظن أنه قد علم فقد جهل. “Seseorang akan tetap menjadi ‘alim (berilmu) selama ia masih terus mencari ‘ilmu, namun jika ia mengira (telah) berilmu (tiada belajar lagi) maka sungguh ia telah menjadi bodoh.” (al-Mujaalasah wa Jawaahiril-‘Ilmi, jilid 2, hlm. 186)

Berhusnuzan (Berbaik Sangka) Kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Berkata Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah, كلما كان العبد حَسَنَ الظن بالله؛ حَسَنَ الرجاء له؛ صادق التوكل عليه؛ فإن الله لا يخيب أمله فيه البَتَّة؛ فإنه سبحانه لا يخيب أمل آمل، ولا يضيع عمل عامل “Ketika seorang hamba semakin berhusnuzan (berbaik sangka) kepada Allah, semakin berharap kepada-Nya, semakin benar tawakalnya kepada-Nya; sungguh Allah tidak akan memupus … Read more

Jangan Menghalalkan Segala Cara (Korupsi Suap Riba Sogok Mencuri dll) dalam mendapatkan Harta

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, يَأْتي علَى النَّاسِ زَمانٌ، لا يُبالِي المَرْءُ ما أخَذَ منه، أمِنَ الحَلالِ أمْ مِنَ الحَرامِ “Akan datang suatu zaman yang ketika itu manusia tidak lagi peduli dengan harta yang dia dapatkan, apakah dari yang halal atau haram” (HR. Bukhari no. 2059)

Hubungan Antara Ketakwaan dan Rezeki Yang Diberikan Oleh Allah Ta’ala

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, والتقي لا يُحرم ما يَحتاج إليه من الرزق، وإنما يُحمى من فضول الدنيا رحمة به وإحسانا إليه؛ فإن توسيع الرزق قد يكون مضرة على صاحبه، وتقديره يكون رحمة لصاحبه “Orang yang bertakwa tidak akan dihalangi mendapat rezeki yang dibutuhkan. Namun, dia akan dijaga dari nikmat dunia yang berlebih sebagai … Read more

Jika Hati Sudah Yakin Maka Kita Akan Merindukan Surga dan Takut Neraka

Berkata Sufyan at-Tsauri rahimahullah, لو أن اليقين وقع في القلب كما ينبغي لطارت القلوب اشتياقا إلى الجنة وخوفا من النار “Seandainya keyakinan itu tertanam di dalam hati sebagaimana mestinya, sungguh kalbu akan terbang karena merindukan surga dan takut dari neraka.” (Fathul Bari 1/14)