Umar bin Khaththab: Rumah Tangga Bukan Hanya Soal Cinta

Berkata ‘Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu, إِنْ كَانَتْ إِحْدَاكُنّ لَا تُحِبُّ أَحَدَنَا فَلَا تُحَدِّثْهُ بِذَلِكَ! فَإِنَّهُ أَقَلُّ الْبُيُوتِ الَّذِي بُنِيَ عَلَى الْحُبِّ، وَلَكِنَّ النَّاسَ يَتَعَاشَرُونَ بِالْإِسْلَامِ وَالْأَنْسَابِ وَالْإِحْسَانِ “Jika salah seorang dari kalian (para istri) tidak menyukai salah seorang dari kami (para suami), maka janganlah ia memberitahukan hal itu kepadanya. Karena sangat sedikit rumah tangga … Read more

Ahmad Radhiyallahu ‘anhu: Seorang Hamba Senantiasa Berhati-hati Dari Dosa

كَانَ أَحْمَدُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَمْشِي فِي الْوَحْلِ وَيَتَّقِي فَغَاصَتْ رِجْلُهُ فَغَاصَ، وَقَالَ لِأَصْحَابِهِ: هَكَذَا الْعَبْدُ لَا يَزَالُ يَتَّقِي الذُّنُوبَ فَإِذَا وَاقَعَهَا غَاصَ. (الآداب لابن مفلح ١/٨٢) Ahmad radhiyallahu ‘anhu pernah berjalan di lumpur dan berhati-hati, namun kakinya tetap terperosok. Lalu beliau melangkah lebih dalam dan berkata kepada para sahabatnya: “Demikianlah seorang hamba, senantiasa berhati-hati … Read more

Ibnu Umar: Definisi Taqwa Adalah

Berkata Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, قَالَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: التَّقْوَى أَنْ لَا تَرَى نَفْسَكَ خَيْرًا مِنْ أَحَدٍ “Takwa itu adalah engkau menganggap dirimu tidaklah lebih baik daripada orang lain.” (Tafsir Baghowi 1/60). Berdasarkan keterangan para ulama ahlus sunnah, satu-satu cara untuk mewujudkan ketakwaan dalam hati, setelah berdoa kepada Allah Ta’ala, adalah dengan melakukan … Read more

Abu Aliyah: Di Antara Dua Nikmat Yang Paling Utama

Berkata Abu Aliyah rahimahullah, نعمتان الله عليّ؛ لا أدري أيّهما أفضل -أو قال: أعظم-: أن هداني للإسلام، والأُخرى: أن عصمني من الرّافضة، والحروريّة، والمرجئة، والقدريّة، والأهواء. “Ada 2 kenikmatan yang Allah berikan kepadaku, namun aku tidak tahu mana yang lebih utama atau lebih agung diantara keduanya, yaitu nikmat yang pertama adalah aku masuk islam, dan … Read more

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin: Kewajiban Seorang Suami

Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin Rahimahullah, إن على الإنسان أن يقي نفسه وأهله نار جهنم بتوجيه النساء إلى ما ينبغي أن يكن عليه من العفة والحياء والتستر والبعد عن الاختلاط بالرجال “Sesungguhnya wajib atas setiap insan untuk menjaga dirinya dan keluarganya dari neraka Jahanam. Yaitu dengan memberikan bimbingan kepada para istri agar melakukan kewajiban … Read more

Anas bin Malik: Janganlah Kalian Mencela Para Pemimpin!

Berkata Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, نَهَانَا كُبَرَاؤُنَا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «لَا تَسُبُّوا أُمَرَاءَكُمْ، وَلَا تَغُشُّوهُمْ، وَلَا تُبْغِضُوهُمْ، وَاتَّقُوا اللَّهَ ‌وَاصْبِرُوا؛ ‌فَإِنَّ ‌الْأَمْرَ ‌قَرِيبٌ» “Para sahabat Rasulullah ﷺ yang senior melarang kami seraya berkata: ‘Janganlah kalian mencaci maki para pemimpin kalian, jangan berlaku curang kepada mereka, dan jangan membenci mereka, serta bertakwalah … Read more

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin: Bahaya Ghibah Terhadap Penguasa

Berkata Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin Rahimahullah, “Menggibahi (menggunjing) keburukan pemerintah dosanya berlipat ganda, karena menggibahi mereka akan menjatuhkan kewibawaan mereka. Dan jika kewibawaan pemerintah telah jatuh, maka negeri akan hancur, dan akan memunculkan kekacauan, berbagai keburukan, kejahatan, dan kerusakan.” (Majmu’ul Fatawa, 21/43)

Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan: Tetaplah Bersabar Di Atas Sunnah

Berkata Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan Hafizhahullah, “Berpegang teguh kepada sunnah itu bukan perkara yang mudah, di dalamnya terdapat ujian dan cobaan. Akan ada orang-orang yang memusuhimu, menyakitimu, dan merendahkanmu. Mereka berkata: ‘Ini orang keras, berlebihan’ dan seterusnya. Bahkan bisa jadi mereka tidak cukup hanya dengan ucapan, mungkin mereka (akan) membunuhmu, memukulmu, atau memenjarakanmu. Namun bersabarlah, … Read more

Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi: Akibat Berburuk Sangka Tanpa Dasar

Berkata Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi Rahimahullah, واعلم أنّ من ثمــرات سوء الظن التجسس فإنّ القلــب لا يقنــع بالظن بل يطلب التحقيق فيشتغل بالتجسس وذلك منهي عنه. “Ketahuilah bahwa di antara buah su’udzan (berburuk sangka) adalah melakukan tajasus (mencari-cari kesalahan orang lain). Karena sesungguhnya kalbu tidak akan merasa puas dengan buruk sangka. Bahkan akan menuntut perealisasian … Read more