Manusia Yang Tidak Menjaga Lisannya Maka Bangkrut Di Akhirat

Berkata Umar bin Abdul Aziz rahimahullah, أدركنا السلف وهم لا يرون العبادة في الصوم ، ولا في الصلاة ، ولكن في الكف عن أعراض الناس . فقائم الليل وصائم النهار؛ إن لم يحفظ لسانه ؛ أفْلَس يوم القيامة “Kami mendapati pada salaf bahwa mereka tidaklah memandang suatu ibadah itu dari puasa dan shalat semata, Akan … Read more

Apa Yang Akan Dilakukan Jika Umurmu / Usiamu Tersisa Satu Hari Lagi ?

Ditanyakan kepada Abdullah Ibnul Mubarok rahimahullah, لَوْ قِيلَ لَكَ لَمْ يَبْقَ مِنْ عُمُرِكَ إِلَّا يَوْمٌ مَا كُنْتَ صَانِعًا؟، قَالَ: كُنْتُ أُعَلِّمُ النَّاسَ Seandainya disampaikan kepadamu bahwa tidak tersisa umurmu kecuali sehari saja, apa yang akan engkau perbuat di sisa hari tersebut? “Aku akan mengajarkan ilmu agama kepada manusia.” Jawab beliau. (Al-Madkhal Ila as-Sunan al-Khubra lil … Read more

Cobaan dan Ujian Adalah Untuk Menguji Kadar Keimanan

Berkata al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah, إِنّ الْمُؤْمِنَ لَابُدَّ أَنْ يُفْتَنَ بِشِيٍّ مِنَ الْفِتَنِ الْمُؤْلِمَةِ الشَّاقَّةِ عَلَيْهِ لِيَمْتَحِنَ إِيمَانَهُ “Seorang yang memiliki iman pasti dan pasti akan dibebankan sebuah ujian yang terasa begitu berat baginya. Semua itu terjadi untuk menguji kadar keimanannya.” (Tafsir Ibnu Rajab, 2/212)

Siksaan Yang Disegerakan Adalah Dosa Durhaka Kepada Kedua Orang Tua

Rasulullah صَلَى اْللّٰهُ عَلَيْه وَسَلَم bersabda, كل الذنوب يؤخر الله منها ما شاء إلى يوم القيامة إلا عقوق الوالدين فإنه يعجل لصاحبه “Setiap dosa, Allah tunda pembalasannya sebagaimana yang dikehendaki-Nya hingga hari kiamat, kecuali durhaka kepada kedua orang tua, karena ia (siksaan) yang disegerakan bagi pelakunya.” (HR. Hakim 4/153, Shahih)

Hutang / Utang adalah Sebuah Kegelisahan dan Kehinaan

Berkata Imam Sufyan ats-Tsauri rahimahullah, الدين هم بِاللَّيْلِ وَذُلُّ بِالنَّهَارِ فَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يُذِلُّ عَبْدًا جَعَلَهُ قِلَادَةً فِي عِنْقِهِ “Utang adalah kegelisahan pada malam hari dan kehinaan pada siang hari. Apabila Allah Ta’ala hendak menghinakan seorang hamba, Dia akan menjadikan utang sebagai kalung yang melingkar di lehernya,” (ath-Thabaqat al-Kubra, 1/41)