Di Antara Tanda Lemahnya Iman (Berkaitan Dengan Harta Benda)

Berkata al-Hasan al-Bashri rahimahullah, إِنَّ مِنْ ضَعْفِ يَقِيْنِكَ أَنْ تَكُوْنَ بِمَا فِي يَدِكَ أَوْثَقُ مِنْكَ بِمَا فِي يَدِ اللهِ “Sesungguhnya di antara lemahnya imanmu engkau lebih percaya kepada harta yang ada di tanganmu dari pada apa yang ada di sisi Allah” (Jami’ul ‘Uluum wal hikam 2/147)

Kau Tidak Akan Mampu Menyenangkan Semua Orang Maka Bersikaplah Seperti Ini

قال الإمام الشافعي رحمه الله:- “إنّك لا تقدر أن ترضي النّاس كلَّهم، فأصلح ما بينك وبين الله ثمّ لا تبالي بالناس” المصدر: [توالي التأنيس لابن حجر168] Berkata al-Imam asy-Syafi’i rohimahullah, “Engkau takkan mampu menyenangkan semua orang. Karena itu, cukup bagimu memperbaiki hubunganmu dengan Allah, dan jangan terlalu peduli dengan penilaian manusia..” (Tawaalii At-Taniis – Ibnu … Read more

Keindahan Seorang Mukmin Dalam Kehidupan Sehari-hari

Berkata al-Hasan Al Bashri rohimahullah, المؤمن يداري ولا يماري ، ينشر حكمة الله ، فإن قبلت حمد الله، وإن ردت حمد الله “Mukmin itu bersikap ramah dan tidak suka berbantah bantahan. Ia selalu menebarkan hikmah (ilmu) Allah. Jika diterima maka ia memuji Allah dan jika ditolak ia pun memuji Allah.” (Akhlakul Ulama karya Al Ajurri … Read more

Wahai Manusia! Engkau Adalah Kumpulan Hari Maka Segeralah Beramal Shalih

Ja’far bin Sulaiman berkata bahwa dia mendengar Rabi’ah menasehati Sufyan ats-Tsauri, إنما أنت أيام معدودة، فإذا ذهب يوم ذهب بعضك، ويوشك إذا ذهب البعض أن يذهب الكل وأنت تعلم، فاعمل. “Sesungguhnya engkau adalah kumpulan hari. Jika satu hari berlalu, maka sebagian dirimu juga akan hilang. Bahkan hampir-hampir sebagian harimu berlalu, lalu hilanglah seluruh dirimu (mati) … Read more

Di Antara Adab Yang Baik Adalah Menghormati Lawan Bicara

Berkata ‘Ataa’ bin Abi Rabah Rahimahullah, إن الرجل ليحدِّثني بالحديث فأنصت له كأني لم أسمعه وقد سمعته قبل أن يولد “Ada seseorang laki-laki menceritakan kepadaku suatu cerita, maka aku diam untuk benar-benar mendengarnya, seolah-olah aku tidak pernah mendengar cerita itu, padahal sungguh aku pernah mendengar cerita itu sebelum ia dilahirkan.” (Siyar A’laam An-Nubala 5/86)

Hati-Hati! Jangan Berteman Dengan Orang Sepeti Ini

Berkata Muhammad bin Ka’ab Al Qurazi Rahimahullah, لا تصحَبَنَّ من الإخوان مَنْ قدرُ منزلَتِك عنده على قدْرِ حاجَتِه إليكَ فإذا انقطعَت أسبابُ حَوَائِجِه منكَ انقطعت أسبابُ مودته عنك “Jangan berteman dengan teman yang nilaimu di hadapannya sesuai kebutuhannya kepadamu. Sebab jika kebutuhanya telah selesai maka putus pula cintanya kepadamu.” (Tarikh Damaskus 55/148)

Berlapang Dada dan Mudahkanlah Hatimu Untuk Memaafkan Orang Lain

Berkata Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah rohimahullah, من أساء اليك ثم جاء ليعتذر فإن التواضع يوجب عليك قبول معذرته، وتكِلّ سريرتهُ إلى الله تعالى “Barangsiapa yang pernah berbuat jahat kepadamu, lalu ia datang untuk meminta maaf, maka sesungguhnya ketawadhu’an mengharuskanmu untuk memberinya maaf.. dan serahkanlah kepada Allah Ta’ala apa yang ia tidak tampakkan..” (Tahdzib Al-Madarij: 2/687)