Keutamaan Menundukan Hawa Nafsu Akan Mewariskan Kekuatan Pada Badan Hati dan Lisan

Berkata al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah, ‏مخالفة الهوى تورث العبد قوة في بدنه وقلبه ولسانه. وقال بعض السلف: الغالب لهواه أشد من الذي يفتح المدينة وحده. “Menyelisihi hawa nafsu akan mewariskan kekuatan pada badan, hati, dan lisan bagi seorang hamba. Ada ulama salaf yang mengatakan bahwa orang yang mampu mengalahkan hawa nafsunya lebih kuat daripada … Read more

Di Antara Kemuliaan Para Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

Berkata al-Fudhoil bin Iyadh rahimahullah, إن لله عبادا يحيى بهم البلاد وهم أصحاب السنة (شرح أصول اعتقاد أهل السنة رقم 51) “Sesungguhnya Allah mempunyai hamba yang dengan mereka Dia hidupkan negeri-negeri (yang mati), mereka itu adalah para penegak Sunnah.” (Syarah Ushul I’tiqod Ahlus Sunnah No.51)

Di Antara Nikmat Yang Allah Berikan Adalah Sifat Qana’ah

Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah, ‎من نعمة الله على العبد أن يوفق للقناعة، سواء كان ذلك في مسكنه، أو في ملبسه، أو في مركوبه، أو في أولاده. “Termasuk nikmat Allah atas seorang hamba adalah dengan memberinya taufiq untuk qana’ah (merasa cukup), sama saja hal itu yang berkaitan dengan tempat tinggalnya, pakaiannya, kendaraannya, atau … Read more

Tidakkah Cukup Uban Yang Putih Itu Sebagai Peringatan?

Berkata al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah, يا من أنذره الـشيب بالموت وهو مقيم على الآثام، أما كفاك واعظ الـشيب مع واعظ القرآن؟! “Wahai orang yang uban telah memperingatkannya akan dekatnya kematian dia. Sementara dia masih terus berkubang dengan dosa-dosa. Tidakkah cukup bagimu penasehat berupa uban, di samping penasehat berupa al-Qur’an?!” (Lathaiful Ma’arif, hlm. 259)

Apa Yang Dimaksud Dengan Hati Yang Bersih?

Allah Ta’ala berfirman, (يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ * إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ) “(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS. asy-Syu’ara: 88-89) — Berkata al-Imam asy-Syaukani rahimahullah, القلب السليم هو السليم من الشرك الخالي من البدعة المطمئن إلى السنة “Hati … Read more

Tingginya Kedudukan Para Sahabat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam

Berkata al-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah, ‎أَفهام الصحابة رضي الله عنهم فوق أفهام جميع الأمة، وعلمهم بمقاصد نبيهم صلى الله عليه وسلم وقواعد دينه وشرعه أتم من علم كل من جاء بعدهم. “Pemahaman para sahabat radhiyallahu anhum lebih tinggi di atas pemahaman seluruh umat. Ilmu mereka tentang maksud Nabi; serta kaidah dan syariat agamanya lebih … Read more

Inilah Perbedaan Hakikat Kekayaan Hati dan Kemiskinan Hati

Berkata al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, ‎حَقِيقـــَةُ غِنَىٰ الْقَلْبِ : تُعَلُّقَـــہُ بِاللَّهِ وَحْــدَهُ ، وَحَقِيقَـــةُ فَقْرِهِ الْمَذْمــــُومِ : تُعَلُّقُـــہُ بِغَيْرِهِ . “Hakikat kekayaan hati adalah ketergantungan hati tersebut kepada Allah ta’ala semata dan hakikat kemiskinan hati yang tercela adalah ketergantungannya kepada selain Allah ta’ala.” (Madarijus Salikin 2/420)

Al-Qur’an dan Nyanyian Tidak Akan Pernah Dapat Bersatu!

Berkata Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah, إِنَّ الْقُرْآنَ وَ الْغِنَاءَ لَا يَجْتَمِعَانِ فِي الْقَلْبِ أَبَدًا، لِمَا بَيْنَهُمَا مِن التَّضَادِّ “Sesungguhnya Al-Quran dan nyayian itu tidak akan bersatu di hati selamanya, karena keduanya itu bertentangan.” (Ighatsatul Lahfan, 1/248)

Mimpi Buruk Adalah Dari Setan Dan Janganlah Ceritakan Mimpi Buruk Tersebut

Rasulullah shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, الرؤيا الصالحة من الله، والحلم من الشيطان، فإذا رأى أحدكم ما يكره فلينفث عن يساره ثلاثا، وليتعوذ بالله من الشيطان ومن شر ما رأى ثلاثاً، ثم ينقلب على جنبه الآخر، فإنها لا تضره ولا يخبر بها أحداً “Mimpi yang baik itu dari Allah. Sedangkan mimpi yang buruk itu dari setan. Jika … Read more

Wahai Ikhwan Perhatikan Ini: Laki-Laki Harus Selalu Wangi (Tidak Bau Badan)!

Adalah Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia selalu harum karena minyak wanginya. كان ابن عباسٍ رضي الله عنهما إذا مَرّ في الطريق قالوا: أمَرّ المِسكُ أم مَرّ ابن عباس؟! Dahulu Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma jika lewat di jalan maka orang-orang berkata, “Yang lewat minyak wangi misik ataukah Ibnu Abbas?!” (Siyar A’lamin Nubala’, 3/337)