Mudahnya Fasilitas / Cara/ Sebab-Sebab Kemaksiatan Adalah Ujian Dari Allah Ta’ala

Berkata asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah, اللَّهُ يَبْتَلِي الْمَرْءَ بِتَيْسِيرِ أَسْبَابِ الْمَعْصِيَةِ حَتَّى يَعْلَمَ سُبْحَانَهُ مَنْ يَخَافُهُ بِالْغَيْبِ. “Allah menguji seorang hamba dengan memudahkan sebab-sebab kemaksiatan, hingga Dia mengetahui siapa yang takut kepada-Nya dalam keadaan tidak melihat-Nya.” (al-Qaulul Mufid, 1/200)

Inilah Di Antara Keutamaan Memiliki Anak Yang Shalih / Shalihah

Berkata al-Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah, لا يزال الولد الصالح يستغفر لأبيه، ‏حتى يُغفر له، ‏ثم ترفع درجته في الجنة Anak yang shalih tidak akan pernah berhenti untuk meminta ampun bagi ayahnya, sampai benar-benar ayahnya tersebut diampuni. Bahkan sampai ayahnya tersebut diangkat derajatnya di surga. (Syarah Al Washiyat As Shughro hal. 131)

Obati Segala Penyakitmu Dengan al-Qur’an dan Yakinlah Terhadapnya

Berkata Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah, فلم ينزل الله سبحانه من السماء شفاء قط أعم ولا أنفع ولا أعظم ولا أنجع في إزالة الدواء من القرآن. “Tidaklah Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan obat dari langit yang lebih mencakup, lebih bermanfaat, lebih agung, dan lebih manjur dalam mengangkat suatu penyakit daripada al-Quran.” (ad-Daa’ wad Dawaa’, hlm.8)

Ilmu Adalah Sumber Kehidupan Bagi Kalbu (Hati)

Berkata al-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah, أن الله -سبحانه- جعل العلم القلوب كالمطر للأرض، فكما أنه لا حياة للأرض إلا بالمطر، فكذلك لا حياة للقلوب إلا بالعلم. “Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan ilmu bagi hati seperti hujan bagi bumi. Sebagaimana tidak ada kehidupan bagi bumi kecuali dengan hujan, begitu pula tidak ada kehidupan bagi hati … Read more

Dampak Buruk Amarah: Bagaikan Rasa Pahit Menghancurkan Manisnya Madu

Berkata Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi rahimahullah, “كان يقال اتقوا الغضب فإنه يفسد الإيمان كما يفسد الصبر العسل، والغضب عدو العقل.” Dahulu pernah dikatakan, “Jauhilah oleh kalian amarah. Sesungguhnya, ia dapat merusak iman sebagaimana rasa yang pahit dapat merusak manisnya madu. Amarah adalah musuh bagi akal.” (Mukhtashar Minhajul Qashidin, hlm. 171)

Menentang Al-Quran dan As-Sunnah Dengan Akal Adalah Sebab Rusaknya Akal

Berkata Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah rahimahullah, مَا عَارِضُ أحَدِ الْوَحْي بِعَقْلِهِ إِلَّا أَفَسَدَّ اللهِ عَلَيْهِ عَقَلَهُ حَتَّى يَقُولُ مَا يَضْحَكُ مِنْهُ الْعُقَلَاءَ “Tidak ada seorangpun yang menentang wahyu (al-Quran dan Sunnah) dengan akalnya kecuali Allah akan menjadikan akalnya rusak hingga akhirnya dia mengucapkan satu ucapan yang ditertawakan oleh orang-orang yang berakal.” (Mukhtashar Ashawa’iq, 2/376)

Inilah Manfaat Besar Kita Membiasakan Diri Untuk Berbahasa Arab

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah, الطريق الحسن اعتياد الخطاب بالعربية، حتى يتلقنها الصغار في المكاتب وفي الدور، فيظهر شعار الإسلام وأهله، ويكون ذلك أسهل على أهل الإسلام في فقه معاني الكتاب والسنة وكلام السلف. “Cara yang baik adalah membiasakan berbicara dengan Bahasa Arab, hingga anak-anak biasa mendengar langsung di tempat-tempat dan di rumah-rumah belajar, … Read more

Sadarilah Hidup Ini Adalah Perjalanan Panjang Yang Akhirnya Di Surga Atau Neraka

Berkata al-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah, الناس منذ خلقوا لم يزالوا مسافرين، وليس لهم حط عن رحالهم إلا في الجنة أو النار. والعاقل يعلم أن السفر مبني على المشقة وركوب الأخطار. “Sejak manusia dilahirkan, mereka akan memulai perjalanannya. Perjalanan ini tidak ada ujungnya melainkan kepada surga atau neraka. Orang yang memahami hal ini pasti menyadari … Read more

Ibu Adalah Madrasah Pertama Bagi Anak Anaknya Ini Penjelasannya

Menetap dan tinggalnya wanita di rumah merupakan perkara yang disyariatkan oleh Allah Ta’ālā. Allah Ta’ālā berfirman, وَقَرْنَ فِى بُيُوتِكُنَّ “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu,” (QS. Al-Ahzab:33) Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullāh menjelaskan bahwa makna dari ayat tersebut adalah menetaplah kalian di rumah kalian sebab hal itu lebih selamat dan lebih memelihara diri kalian.Tinggalnya … Read more

Membuat Semua Manusia Ridha Kepadamu Adalah Hal Yang Mustahil

Berkata Imam asy-Syafi’i Rahimahullah, إنَّك لا تقدر أن ترضي الناس كلهم، فأصلح ما بينك وبين الله، ثم لا تبال بالناس “Sesungguhnya engkau tak akan mampu membuat semua manusia ridha kepadamu, maka perbaikilah hubunganmu dengan Allah, dan janganlah engkau pedulikan manusia.” (Thobaqat asy-Syafi’iyah 2/184)