| {73} Al-Muzzammil / المزمل | الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ | القيامة / Al-Qiyamah {75} |
Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Muddatstsir المدثر (Orang Yang Berkemul) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 74 Tafsir ayat Ke 10.
عَلَى الْكَافِرِينَ غَيْرُ يَسِيرٍ ﴿١٠﴾
‘alal-kāfirīna gairu yasīr
QS. Al-Muddatstsir [74] : 10
bagi orang-orang kafir tidak mudah.
Apabila sangkakala ditiup dengan tiupan kebangkitan dan berkumpul, maka itulah waktu yang sangat sulit bagi orang-orang kafir. Tidak mudah bagi mereka melepaskan diri dari hisab dan perkara lainnya.
Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى:
maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit. (Al-Muddatstsir: 9)
Yakni hari yang sangat keras iagi sangat sulit.
bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah. (Al-Muddatstsir: 10)
Yaitu tidak mudah bagi mereka menjalaninya. Seperti yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:
Orang-orang kafir berkata, “Ini adalah hari yang berat.” (Al-Qamar: 8)
Telah diriwayatkan kepada kami dari Zurarah ibnu Aufa (kadi kota Basrah) bahwa ia mengimami mereka salat Subuh, Lalu membaca surat ini. Ketika bacaannya sampai kepada firman-Nya: Apabila ditiup sangkakala, maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit, bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah. (Al-Muddatstsir: 8-10) Tiba-tiba ia merintih sekali rintih, Lalu terjungkal dalam keadaan tidak bernyawa lagi; semoga rahmat Allah tercurahkan kepadanya.
8-10. Yaitu bila sangkakala ditiup untuk bangkit dari kubur, semua manusia dikumpulkan untuk dibangkitkan, “maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit,” karena banyaknya huru hara dan kedahsyatannya, “bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah,” karena mereka telah putus asa dari berbagai kebaikan dan yakin akan binasa. Kontekstualnya, hari itu mudah bagi orang-orang yang beriman sebagaimana yang difirmankan Allah, “Orang-orang kafir berkata, ‘Ini adalah hari yang sulit’.”
8-10. Kesulitan dalam dakwah tidaklah seberapa, akan ada saat yang lebih sulit lagi, maka apabila sangkakala ditiup yaitu hari kiamat telah tiba, maka itulah hari yang serba sulit, bagi siapa saja. Terlebih bagi orang-orang kafir yaitu yang keras kepala mengingkari kebenaran, pada hari itu tidak mudah, keadaannya akan diliputi kesulitan yang dahsyat. 11-13. Di antara tokoh pendurhaka yang menjadi latar belakang turunnya ayat-ayat ini dan akan mengalami kesulitan pada hari kiamat adalah al-walid bin al-Mugirah. Terhadap tokoh ini dan siapa saja yang perilakunya sama dengan al-walid, maka Allah menegaskan demikian, biarkanlah aku yang bertindak terhadap orang yang aku sendiri telah menciptakannya, tanpa bantuan dari siapa pun. Penciptaan manusia pastilah melibatkan kedua orang tua, namun pada ayat ini peran itu dinafikan karena menunjukkan ancaman yang serius terhadap yang durhaka. Dan orang tersebut juga aku berikan baginya kekayaan yang melimpah melalui sebab-sebab yang telah ditetapkan, dan juga anugerah berupa anak-anak yang selalu bersamanya, .
Al-Muddatstsir Ayat 10 Arab-Latin, Terjemah Arti Al-Muddatstsir Ayat 10, Makna Al-Muddatstsir Ayat 10, Terjemahan Tafsir Al-Muddatstsir Ayat 10, Al-Muddatstsir Ayat 10 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Al-Muddatstsir Ayat 10
Tafsir Surat Al-Muddatstsir Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56