Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Muddatstsir Ayat 54 المدثر Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{73} Al-Muzzammil / المزمل الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ القيامة / Al-Qiyamah {75}

Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Muddatstsir المدثر (Orang Yang Berkemul) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 74 Tafsir ayat Ke 54.

Al-Qur’an Surah Al-Muddatstsir Ayat 54

كَلَّا إِنَّهُ تَذْكِرَةٌ ﴿٥٤﴾

kallā innahụ tażkirah

QS. Al-Muddatstsir [74] : 54

Arti / Terjemah Ayat

Tidak! Sesungguhnya (Al-Qur’an) itu benar-benar suatu peringatan.

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Benarlah sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah peringatan yang cukup memberi mereka nasihat. Barang siapa yang menginginkan pelajaran, dia mengambil di dalamnya dan mengambil manfaat dengan petunjuk-Nya. Namun, tidaklah akan mengambil pelajaran daripada kecuali jika Allah menghendaki petunjuk bagi mereka. Dia adalah Tuhan yang kepada-Nya kita patut bertakwa dan taat. Dialah Tuhan yang kepada-Nya kita patut meminta ampunan bagi orang yang beriman dan taat kepada-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Bahkan tiap-tiap orang dari mereka berkehendak supaya diberikan kepadanya lembaran-lembaran yang terbuka. (Al-Muddatstsir: 52)

Artinya, bahkan setiap orang dari orang-orang musyrik itu menginginkan agar diturunkan kepadanya sebuah kitab sebagaimana kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ Ini menurut pendapat Mujahid dan yang lainnya. Jadi, menurutnya semakna dengan firman-Nya:

Apabila datang sesuatu ayat kepada mereka, mereka berkata, ‘ ‘Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah.” Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya. (Al-An’am: 124)

Menurut riwayat lain yang juga dari Qatadah, mereka menginginkan agar diberi pembebasan tanpa amal perbuatan.

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ selanjutnya menyebutkan:

Sekali-kali tidak. Sebenarnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat. (Al-Muddatstsir: 53)

Yaitu sesungguhnya yang merusak mereka tiada lain ketidakpercayaan mereka kepada hari akhirat, dan mereka mendustakan keberadaannya. Selanjutnya disebutkan oleh firman-Nya:

Sekali-kali tidak demikian halnya. Sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar peringatan. (Al-Muddatstsir: 54)

Yakni benar, Al-Qur’an itu adalah peringatan.

Maka barang siapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran darinya (Al-Qur’an). Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya kecuali (jika) Allah menghendakinya. (Al-Muddatstsir: 55-56)

Semakna dengan firman-Nya:

Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu) kecuali bila dikehendaki Allah. (Al-Insan: 30)

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

54-56. “Sekali-kali tidak demikian halnya. Sesungguhnya al-Quran itu adalah peringatan.” Kata ganti dalam ayat ini kemungkinan merujuk kepada surat atau segala sesuatu yang terdapat dalam nasihay ini. “Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran darinya (al-Quran),” karena al-Quran telah menjelaskan jalan lurus dan petunjuk. “Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya kecuali (jika) Allah menghendakinya,” karena sesungguhnya kehendak Allah berlaku secara umum. Tidak ada satu kejadian pun, baik kecil atau besar yang luput dari kehendak Allah. Di sini terdapat bantahan bagi Qadariyah yang memasukkan perbuatan manusia di bawah kehendak Allah sekaligus sebagai bantahan bagi Jabariyah yang mengira bahwa manusia tidak memiliki kehendak dan perbuatan secara hakiki, tapi semuanya dipaksa untuk dilakukan. Dalam ayat ini Allah menegaskan adanya kehendak hakiki dan nyata bagi manusia. Allah menjadikan kehendak manusia sebagai pengikut kehendakNya. “Dia (Allah) adalah Rabb Yang patut (kita) bertakwa kepadaNya dan berhak memberi ampun,” yakni Dia patut ditakuti dan disembah, karena hanya Dia-lah Tuhan yang sepatutnya disembah dan patut untuk memberi ampunan pada siapa saja yang bertakwa padaNya dan mencari ridhaNya.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

53-55. Sebagai tanggapan atas usul dan keinginan mereka tersebut, ayat ini menegaskan, sekali-kali tidak! sebenarnya mereka tidak takut kepada siksa akhirat. Kalau sikap mereka tetap seperti itu maka sekali-kali tidak! sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar suatu peringatan. Maka barangsiapa menghendaki, tentu dia mengambil pelajaran darinya, karena fungsi utama Al-Qur’an di antaranya adalah sebagai peringatan bagi manusia


Al-Muddatstsir Ayat 54 Arab-Latin, Terjemah Arti Al-Muddatstsir Ayat 54, Makna Al-Muddatstsir Ayat 54, Terjemahan Tafsir Al-Muddatstsir Ayat 54, Al-Muddatstsir Ayat 54 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Al-Muddatstsir Ayat 54


Tafsir Surat Al-Muddatstsir Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56