Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Muddatstsir Ayat 6 المدثر Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{73} Al-Muzzammil / المزمل الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ القيامة / Al-Qiyamah {75}

Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Muddatstsir المدثر (Orang Yang Berkemul) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 74 Tafsir ayat Ke 6.

Al-Qur’an Surah Al-Muddatstsir Ayat 6

وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ ﴿٦﴾

wa lā tamnun tastakṡir

QS. Al-Muddatstsir [74] : 6

Arti / Terjemah Ayat

dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Wahai orang yang berselimut dengan pakaiannya, bangunlah dari pembaringanmu. Berilah peringatan kepada manusia akan azab Allah. Khususkanlah Tuhanmu semata dengan mengagungkan, mengesakan, dan menyembah-Nya. Sucikanlah pakaianmu dari berbagai macam najis karena sempurnanya kebersihan lahir adalah sempurnanya kebersihan batin. Teruslah meninggalkan sesembahan dan berhala. Tinggalkanlah semua perbuatan syirik. Janganlah mendekatinya dan janganlah engkau memberikan sesuatu karena berharap mendapatkan sesuatu yang lebih banyak. Berharaplah karena ridha Tuhanmu lalu bersabarlah atas perintah dan larangan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Adapun firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. (Al-Muddatstsir: 6)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa janganlah kamu memberikan suatu pemberian dengan maksud agar memperoleh balasan yang lebih banyak darinya. Hal yang sama dikatakan oleh Ikrimah, Mujahid, Ata. Tawus, Abul Ahwas, Ibrahim An-Nakha’i, Ad-Dahhak, Qatadah, dan As-Saddi serta lain-lainnya. Telah diriwayatkan pula dari Ibnu Mas’ud, bahwa dia membaca firman-Nya dengan bacaan berikut, “Dan janganlah kamu merasa memberi dengan banyak.”

Al-Hasan Al-Basri mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa janganlah kamu merasa beramal banyak kepada Tuhanmu. Hal yang sama dikatakan oleh Ar-Rabi’ ibnu Anas. Pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir.

Khasif telah meriwayatkan dari Mujahid sehubungan dengan makna firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎: dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. (Al-Muddatstsir: 6) Yakni janganlah kamu merasa lemah diri untuk berbuat banyak kebaikan. Mujahid mengatakan bahwa orang Arab mengatakan tamannana, artinya merasa lemah diri.

Ibnu Zaid mengatakan, janganlah kamu merasa berjasa dengan kenabianmu terhadap manusia dengan maksud ingin memperbanyak dari mereka imbalan jasa berupa duniawi. Keempat pendapat ini yang paling kuat di antaranya adalah yang pertama; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

{وَلا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ} “Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak,” yaitu janganlah engkau berharap pada manusia atas nikmatnikmat dunia dan akhirat yang kau berikan sehingga kau meminta lebih atas pemberian itu dan kau melihat adanya keutamaan dirimu atas mereka. Tapi berbuat baiklah kepada manusia selagi kau mampu dan harapkan pahalamu dari Allah جَلَّ جَلالُهُdan sikapilah orang yang kau perlakukan baik dan yang lain secara sama.

Ada yang menyatakan bahwa maknanya, janganlah engkau memberi apa pun pada seseorang, dan engkau ingin orang itu memberi balasan lebih banyak untukmu, dan berarti ini khusus untuk Nabi a.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

5-7. Dan petunjuk yang ketiga adalah, tinggalkanlah segala perbuatan yang keji seperti penyembahan berhala, betapa pun banyak yang melakukan. Petunjuk yang keempat, dan janganlah engkau, wahai nabi Muhammad, memberi yaitu usahamu dalam berdakwah dengan maksud untuk mendapatkan imbalan duniawi dari manusia. Dengan demikian engkau akan memperoleh balasan dari Allah, yang lebih banyak. Petunjuk terakhir, kelima, larangan memperoleh imbalan dapat menimbulkan kesulitan maka apabila menghadapi kesulitan ayat ini memberi petunjuk, dan hanya karena tuhanmu, maka bersabarlah, pasti engkau akan berhasil dalam dakwahmu


Al-Muddatstsir Ayat 6 Arab-Latin, Terjemah Arti Al-Muddatstsir Ayat 6, Makna Al-Muddatstsir Ayat 6, Terjemahan Tafsir Al-Muddatstsir Ayat 6, Al-Muddatstsir Ayat 6 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Al-Muddatstsir Ayat 6


Tafsir Surat Al-Muddatstsir Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56