Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Mursalat Ayat 46 المرسلات Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{76} Al-Insan / الانسان الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ النبإ / An-Naba {78}

Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Mursalat المرسلات (Malaikat-Malaikat Yang Diutus) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 77 Tafsir ayat Ke 46.

Al-Qur’an Surah Al-Mursalat Ayat 46

كُلُوا وَتَمَتَّعُوا قَلِيلًا إِنَّكُمْ مُجْرِمُونَ ﴿٤٦﴾

kulụ wa tamatta’ụ qalīlan innakum mujrimụn

QS. Al-Mursalat [77] : 46

Arti / Terjemah Ayat

(Katakan kepada orang-orang kafir), “Makan dan bersenang-senanglah kamu (di dunia) sebentar, sesungguhnya kamu orang-orang durhaka!”

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Kemudian Allah mengancam orang-orang kafir, Dia berkata, “Makanlah kenikmatan-kenikmatan dunia dan bersenang-senanglah dengan hawa nafsunya yang fana dalam masa yang pendek, sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang berbuat jahat dengan kesyirikan kalian kepada Allah.”

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Adapun firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

(Dikatakan kepada orang-orang kafir), “Makanlah dan bersenang-senanglah kamu (di dunia dalam waktu) yang pendek; sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang berdosa.” (Al-Mursalat: 46)

Khitab atau pembicaraan ini ditujukan kepada orang-orang yang mendustakan hari kiamat dan perintah ini adalah perintah yang mengandung arti peringatan dan ancaman. Karena itu Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ berfirman: (Dikatakan kepada orang-orang kafir), “Makanlah dan bersenang-senanglah kamu (di dunia dalam waktu) yang pendek ” (Al-Mursalat: 46) Yaitu dalam masa yang pendek, tidak lama. Betapa pun panjangnya usia di dunia, bila dibandingkan dengan akhirat, amatlah pendek dan bukan apa-apa.

sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang berdosa. (Al-Mursalat: 46)

Kemudian kalian akan digiring ke dalam neraka Jahanam, yang telah disebutkan di atas. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. (Al-Mursalat: 47)

Semakna dengan firman-Nya:

Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras. (Luqman: 24)

Dan firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

“Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung.” (Bagi mereka) kesenangan (sementara) di dunia, kemudian kepada Kamilah mereka kembali. kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat disebabkan kekafiran mereka. (Yunus: 69-70)

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Rukuklah.” niscaya mereka tidak mau rukuk. (Al-Mursalat: 48)

Yakni apabila mereka yang bodoh dari kalangan orang-orang kafir itu diperintahkan agar menjadi orang-orang yang salat bersama jamaah, mereka menolak dan bersikap sombong. Karena itulah maka disebutkan oleh firman selanjutnya: Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. (Al-Mursalat: 49)

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Ini adalah ancaman bagi orang-orang yang mendustakan. Sesungguhnya mereka itu meski makan dan minum di dunia serta mengenyam berbagai kenikmatan dan melalaikan berbagai amalan yang mendekatkan diri mereka kepada Allah جَلَّ جَلالُهُ,mereka adalah para pendosa yang berhak mendapatkan sesuatu yang didapatkan oleh orang-orang yang berdosa. Terputuslah semua kelezatan mereka dan yang tersisa hanyalah kecelakaan. Di antara dosa mereka adalah ketika mereka diperintahkan untuk shalat yang merupakan ibadah paling mulia dan وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ارْكَعُوا لَا يَرْكَعُونَ “apabila dikatakan kepada mereka, ‘Rukuklah’,” mereka enggan melakukannya. Dosa mana yang lebih besar dari dosa ini dan kedustaan mana yang lebih besar dari kedustaan ini? {وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ} “Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.” Di antara celaka mereka adalah tertutupnya pintupintu pertolongan dan terhalang dari semua kebaikan. Ketika mereka mendustakan al-Qur`an ini yang merupakan puncak tingkat kebenaran dan keyakinan secara mutlak, {فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ} “maka kepada perkataan apakah selain al-Qur`an ini mereka akan beriman,” apakah pada kebatilan yang sama seperti namanya yang tidak berdasar pada syubhat, lebihlebih pada dalil? Ataukah pada perkataan orang-orang musyrik dan pendusta yang nyata? Yang ada setelah cahaya terang hanyalah pekatnya kegelapan. Yang ada setelah kebenaran yang dikuatkan oleh berbagai dalil jelas dan buktibukti pasti hanyalah kedustaan jelas dan nyata yang hanya layak bagi orang sepertinya. Celakalah mereka dan alangkah butanya mereka. Celakalah mereka, alangkah rugi dan menderitanya mereka. Kita memohon ampunan dan keselamatan kepada Allah جَلَّ جَلالُهُkarena sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Mahamulia.

Selesai.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

46-47. Bagi para pendurhaka, janji kenikmatan surga nampaknya tidak menjadikan mereka tertarik, karena merasa sudah meraihnya itu semua di dunia. Katakan kepada orang-orang kafir, ‘makan dan bersenang-senanglah kamu di dunia sebentar, sesungguhnya kamu orang-orang durhaka dan di akhirat pasti akan mendapat siksa!’ celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran


Al-Mursalat Ayat 46 Arab-Latin, Terjemah Arti Al-Mursalat Ayat 46, Makna Al-Mursalat Ayat 46, Terjemahan Tafsir Al-Mursalat Ayat 46, Al-Mursalat Ayat 46 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Al-Mursalat Ayat 46


Tafsir Surat Al-Mursalat Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50