Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Muddatstsir Ayat 53 المدثر Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{73} Al-Muzzammil / المزمل الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ القيامة / Al-Qiyamah {75}

Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Muddatstsir المدثر (Orang Yang Berkemul) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 74 Tafsir ayat Ke 53.

Al-Qur’an Surah Al-Muddatstsir Ayat 53

كَلَّا ۖ بَلْ لَا يَخَافُونَ الْآخِرَةَ ﴿٥٣﴾

kallā, bal lā yakhāfụnal-ākhirah

QS. Al-Muddatstsir [74] : 53

Arti / Terjemah Ayat

Tidak! Sebenarnya mereka tidak takut kepada akhirat.

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Bahkan setiap orang dari orang-orang musyrik itu berkeinginan agar Allah menurunkan kitab dari langit berupa lembaran-lembaran yang terbuka sebagaimana diturunkan kepada Muhammad sallallahu alaihi wa allam. Tidaklah kenyataannya seperti yang mereka sangka. Sebenarnya, mereka adalah orang-orang yang tidak takut kepada akhirat dan tidak membenarkan adanya kebangkitan dan balasan.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Bahkan tiap-tiap orang dari mereka berkehendak supaya diberikan kepadanya lembaran-lembaran yang terbuka. (Al-Muddatstsir: 52)

Artinya, bahkan setiap orang dari orang-orang musyrik itu menginginkan agar diturunkan kepadanya sebuah kitab sebagaimana kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ Ini menurut pendapat Mujahid dan yang lainnya. Jadi, menurutnya semakna dengan firman-Nya:

Apabila datang sesuatu ayat kepada mereka, mereka berkata, ‘ ‘Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah.” Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya. (Al-An’am: 124)

Menurut riwayat lain yang juga dari Qatadah, mereka menginginkan agar diberi pembebasan tanpa amal perbuatan.

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ selanjutnya menyebutkan:

Sekali-kali tidak. Sebenarnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat. (Al-Muddatstsir: 53)

Yaitu sesungguhnya yang merusak mereka tiada lain ketidakpercayaan mereka kepada hari akhirat, dan mereka mendustakan keberadaannya. Selanjutnya disebutkan oleh firman-Nya:

Sekali-kali tidak demikian halnya. Sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar peringatan. (Al-Muddatstsir: 54)

Yakni benar, Al-Qur’an itu adalah peringatan.

Maka barang siapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran darinya (Al-Qur’an). Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya kecuali (jika) Allah menghendakinya. (Al-Muddatstsir: 55-56)

Semakna dengan firman-Nya:

Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu) kecuali bila dikehendaki Allah. (Al-Insan: 30)

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

{كَلا إِنَّهُ تَذْكِرَةٌ} “Sekali-kali tidak demikian halnya. Sesungguhnya al-Qur`an itu adalah peringatan.” Kata ganti dalam ayat ini kemungkinan merujuk kepada surat atau segala sesuatu yang terdapat dalam nasihat ini. {فَمَنْ شَاءَ ذَكَرَهُ} “Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran darinya (alQur`an),” karena al-Qur`an telah menjelaskan jalan lurus dan petunjuk. {وَمَا يَذْكُرُونَ إِلا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ} “Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya kecuali (jika) Allah menghendakinya,” karena sesungguhnya kehendak Allah جَلَّ جَلالُهُberlaku secara umum. Tidak ada satu kejadian pun, baik kecil atau besar yang luput dari kehendak Allah جَلَّ جَلالُهُ. Di sini terdapat bantahan bagi Qadariyah yang memasukkan perbuatan manusia di bawah kehendak Allah جَلَّ جَلالُهُsekaligus sebagai bantahan bagi Jabariyah yang mengira bahwa manusia tidak memiliki kehendak dan perbuatan secara hakiki, tapi semuanya dipaksa untuk dilakukan. Dalam ayat ini Allah جَلَّ جَلالُهُmenegaskan adanya kehendak hakiki dan nyata bagi manusia. Allah جَلَّ جَلالُهُmenjadikan kehendak manusia sebagai pengikut kehendakNya. {هُوَ أَهْلُ التَّقْوَى وَأَهْلُ الْمَغْفِرَةِ} “Dia (Allah) adalah Rabb Yang patut (kita) bertakwa kepadaNya dan berhak memberi ampun,” yakni, Dia patut ditakuti dan disembah, karena hanya Dialah Tuhan yang sepatutnya disembah dan patut untuk memberi ampunan pada siapa saja yang bertakwa padaNya dan mencari ridhaNya.

Selesai tafsir Surat alMuddatstsir. Segala puji dan karunia hanya milik Allah جَلَّ جَلالُهُsemata.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

53-55. Sebagai tanggapan atas usul dan keinginan mereka tersebut, ayat ini menegaskan, sekali-kali tidak! sebenarnya mereka tidak takut kepada siksa akhirat. Kalau sikap mereka tetap seperti itu maka sekali-kali tidak! sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar suatu peringatan. Maka barangsiapa menghendaki, tentu dia mengambil pelajaran darinya, karena fungsi utama Al-Qur’an di antaranya adalah sebagai peringatan bagi manusia


Al-Muddatstsir Ayat 53 Arab-Latin, Terjemah Arti Al-Muddatstsir Ayat 53, Makna Al-Muddatstsir Ayat 53, Terjemahan Tafsir Al-Muddatstsir Ayat 53, Al-Muddatstsir Ayat 53 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Al-Muddatstsir Ayat 53


Tafsir Surat Al-Muddatstsir Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56