Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah: Jangan Pernah Ketergantungan Kepada Makhluk

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رحمه الله, “‌وَكُلُّ ‌مَنْ ‌عَلَّقَ ‌قَلْبَهُ ‌بِالْمَخْلُوقَاتِ أَنْ يَنْصُرُوهُ أَوْ يَرْزُقُوهُ أَوْ أَنْ يَهْدُوهُ خَضَعَ قَلْبُهُ لَهُمْ؛ وَصَارَ فِيهِ مِنْ الْعُبُودِيَّةِ لَهُمْ بِقَدْرِ ذَلِكَ؛ وَإِنْ كَانَ فِي الظَّاهِرِ أَمِيرًا لَهُمْ مُدَبِّرًا لَهُمْ مُتَصَرِّفًا بِهِمْ” “Setiap orang yang menggantungkan hatinya kepada makhluk-makhluk agar mereka menolongnya, atau memberinya rezeki, atau memberinya hidayah, … Read more

Umar bin Khattab: Berhati-hatilah Dalam Bermuamalah

Berkata Umar bin Khattab رضي الله عنه, لا تكلم فيما لايعنيك؛ واعرف عدوك؛ واحذر صديقك إلا الأمين، ولا أمين إلا من يخشى الله؛ ولا تمش مع الفاجر فيعلمك من فجوره ولا تطلعه على سرك؛ ولا تشاور في أمرك إلا الذين يخشون الله عز وجل. “Janganlah engkau berbicara sesuatu yang tidak ada faedahnya, kenalilah musuhmu, berhati-hatilah … Read more

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin: Karuania Ilmu Adalah Tanda Kebahagiaan

Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin رحمه الله, إذا رأيت أن الله من عليك بالعلم فاستبشر خيرا بأن الله تعالى أراد بك خيرا “Apabila anda melihat bahwa Allah Ta’ala memberikan karunia Ilmu agama kepada anda, maka berbahagialah dengan kabar baik bahwa Allah Ta’ala telah menghendaki kebaikan untuk anda.” (Syarah Hilyah Tholibil Ilm 16)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah: Bersyukur Dan Beristighfar

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رحمه الله, فالمؤمن دائما في نعمة من ربه تقتضي شكرا و في ذنب يحتاج إلى استغفار “Seorang mukmin yang selalu berada dalam kenikmatan dari Rabbnya mengharuskan ia banyak bersyukur. Dan begitu pula dalam kesalahannya, ia membutuhkan kepada istighfar (permohonan ampun kepada Allah).” (Majmu’ Fatawa 16/187)

Imam Ibnul Qayyim: Akibat Lalai Dari Mengingat Allah Ta’ala

Berkata Imam Ibnul Qoyyim رحمه الله, فَالْمُعْرِضُ عَنْهُ لَهُ مِنْ ضَنْكِ الْمَعِيشَةِ بِحَسَبِ إِعْرَاضِهِ، وَإِنْ تَنَعَّمَ فِي الدُّنْيَا بِأَصْنَافِ النِّعَمِ، فَفِي قَلْبِهِ مِنَ الْوَحْشَةِ وَالذُّلِّ وَالْحَسَرَاتِ الَّتِي تَقْطَعُ الْقُلُوبَ “Orang yang berpaling dari mengingat Allah kehidupannya akan sempit walaupun dia menikmati berbagai macam kenikmatan. Namun di dalam hatinya terdapat kerisauan, kehinaan, dan penyesalan yang menyayat-nyayat … Read more

Imam Ibnul Qayyim: Istiqamah Dengan Kokohnya Ilmu

Berkata Imam Ibnul Qayyim رحمه الله, الراسخ في العلم لو وَرَدَتْ عليه من الشُبَه بعدد أمواج البحر ما أزالت يقينه ولا قدحت فيه شكّاً “Seorang yang memiliki kekokohan ilmu, walaupun datang berbagai syubhat sebanyak gelombang di lautan, maka hal tersebut tidaklah menghilangkan keyakinannya dan tidak pula memunculkan padanya keraguan.” (Miftah Daar as-Sa’adah 1/140)

Syaikh Bin Baz: Keutamaan Rezeki Ilmu Yang Bermanfaat

Berkata Syaikh Bin Baz رحمه الله, وَمَنْ ‌رُزِقَ ‌الْعِلْمَ النَّافِعَ فَقَدْ رُزِقَ أَسْبَابَ السَّعَادَةِ إِذَا عَمِلَ بِذَلِكَ وَاتَّقَى اللهَ فِي ذَلِكَ “Barangsiapa yang diberikan rezeki ilmu yang bermanfaat, maka sungguh dia telah diberikan rezeki sebab-sebab kebahagiaan, apabila dia mengamalkannya dan bertakwa kepada Allah dalam hal tersebut.” (Majmu’ Fatawa Wa Maqalat Mutanawwi’ah 9/131)

Imam Ibnu Rajab: Balasan bagi Orang Yang Menyebarkan Aib Orang Lain

Berkata Imam Ibnu Rajab Rahimahullah, وعقوبةُ مَنْ أشَاعَ السُّوءَ على أخيهِ المؤمنِ، وتَتبّعَ عُيوبَه، وكَشَفَ عَورتَهُ؛ أنْ يَتَّبِعَ اللهُ عَورتَه و يَفْضَحَهُ ولو في جَوفِ بَيتِهِ “Hukuman bagi orang yang menyebarkan kejelekan terhadap saudaranya yang mukmin, mencari-cari berbagai kekurangannya, dan menyingkap sesuatu yang tertutupi dari saudaranya; ialah bahwa Allah akan mencari-cari kekurangan-kekurangan dirinya dan mempermalukannya … Read more