Cara Agar Terlindungi Dari Sifat Munafik Adalah Dengan Banyak Berdzikir Kepada Allah Ta’ala

Berkarta al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah, كثرة ذكر الله عز وجل أمانٌ من النفاق، فإن المُنافقين قليلو الذكر لله ، قال الله تعالى في المنافقين : { ولا يذكرون الله إلا قليلا } “Banyak berzikir mengingat Allah adalah pengaman dari kemunafikan. Orang munafik itu sedikit berzikir.” (al-Wabilus Shayib, hlm. 161)

Di Antara Penyebab Shalatmu Tidak Bisa Khusyu’

Berkata al-Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi rahimahullah, ‎فمتى ﺭﺃﻳﺖ ﻗﻠﺒﻚ ﻻ ﻳﺤﻀﺮ في اﻟﺼﻼﺓ، ﻓﺎﻋﻠﻢ ﺃﻥ ﺳﺒﺒﻪ ﺿﻌﻒ اﻹﻳﻤﺎﻥ، ﻓﺎﺟﺘﻬﺪ في ﺗﻘﻮﻳﺘﻪ. “Kapan saja engkau dapati kalbumu tidak hadir ketika shalat, ketahuilah bahwa hal itu disebabkan lemahnya iman. Oleh karena itu, bersungguh-sungguhlah untuk memperkuat keimanan.” (Mukhtashar Minhaj al-Qashidin, 1/30)

Imam Syafi’i: Seperti Inilah Bahanya Orang Yang Dengki!

Berkata Imam Syafi’i rahimahullah, اَلْحَسَدُ إِنَّمَا يَكُونُ مِنْ لُوْمِ الْعُنْصُرِ، وَتَعَادِي الطَبَائِعِ، وَاخْتِلَافِ التركيبِ، وَفَسَادِ مُزَاجِ الْبنِيَّةِ، وَضَعْفِ عَقْدِ الْعَقْلِ الْحَاسِدُ طَوِيلُ الْحَسَرَاتِ عَادِمُ الدَّرَجَاتِ. “Dengki hanya akan muncul dari sifat yang tercela, tabiat yang melampaui batas, suasana hati yang keruh, dan kendali akal yang lemah. Seorang pendengki akan menyesal berkepanjangan dan martabatnya akan luntur … Read more

Manusia Itu Dianggap Cacat Jika Melakukan Sesuatu Yang Tercela

Berkata Imam Junaid al-Baghdadi rahimahullah, الإِنْسَانُ لَا يُعَابُ بِمَا فِي طَبْعِهِ، إِنَّمَا يُعَابُ إِذَا فَعَلَ بِمَا طبعه. “Manusia tidak dianggap cacat karena wataknya. Namun, ia dianggap cacat ketika melakukan (sesuatu tercela) berdasarkan apa yang ada dalam wataknya.” (Tahdzib Hilyah al-Auliyaa, 3/381)

Renungkanlah! Kita Semakin Dekat Atau Semakin Jauh Dari Allah?

Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah, الأيام تمضي ولا أدري هل ازددت قرباً من الله أو بعداً من الله؟ هل نحاسب أنفسنا على هذا الأمر؟ “Hari-hari terus berlalu, sementara saya tidak tahu, apakah saya semakin dekat kepada Allah atau semakin jauh. Sudahkah kita menghisab diri kita dalam perkara ini?!” (Al-Qaulul Mufid, jilid 1 hlm. … Read more

Ancaman Bagi Yang Membolehkan / Menghalalkan Hubungan Sesama Jenis (LGBT)

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, “من رضي عمل قومٍ حُشِر معهم؛ كما حُشرت امرأة لوط معهم ولم تكن تعمل فاحشة اللواط” “Barang siapa yang ridha dengan perbuatan suatu kaum, maka dia akan dikumpulkan bersama mereka di hari kiamat. Sebagaimana istri Nabi Luth dikumpulkan bersama mereka dalam keadaan dia tidak melakukan perbuatan keji liwath.” (Majmu’ul … Read more

Begitu Tercelanya Sifat Malas-Malasan

Berkata Musyyab Ibnu Rof’i Rahimahullah, “Abu Hurairah Radiyallahuanhu berkata, إني لأبغض الرجل أن أراه فارغا ليس في شيء من عمل الدنيا ولا عمل الآخرة Sungguh aku sangat marah kepada seseorang yang aku lihat dia kosong, dia tidak beramal sedikitpun untuk dunianya maupun beramal untuk akhiratnya.” (az-Zuhud karya imam Ahmad Hlm. 170)

Bersabarlah Wahai Ahlus Sunnah Dalam Mengamalkan dan Mendakwahkan Sunnah Nabi ﷺ

Berkata Syaikh Shalih al-Fauzan hafidzahullah, مَن تَمَسَّك بالسُّنَّة سَيَلقى عَنَتاً وتعباً واحتقاراً وازدراء،أو تهديد من الناس، لكن عليه أن يصبر ولا يَتَضَعضع عن الحق “Siapa saja yang berpegang teguh dengan Sunnah pasti akan menjumpai kesulitan, kepayahan, perendahan, penghinaan dan ancaman dari manusia. Namun dia harus bersabar dan jangan lemah dalam berpegang dengan kebenaran.” (Syarhus Sunnah … Read more

Tidak Sadar Akan Kekurangan Diri Adalah Musibah Besar

Berkata Abdullah Ibnul Mubarak rahimahullah, من أعظم المصائب للرجل أن يعلم من نفسه تقصيرا و لا يبالي و لا يحزن عليه “Termasuk musibah paling besar yang menimpa seseorang adalah, ia tahu adanya kekurangan pada dirinya namun ia tidak peduli dan tidak pula sedih karenanya”. (al-Baihaqi, dalam Syu’abul Iman, hlm. 867)

Hubungan Antara Tawakal Dengan Iman Dan Tauhid

Berkata Ibnu Hibban rahimahullah, ‎التَوكُل هُو نظامُ الإيمَان ، وقرِينُ التوحِيد ، وهو السبب المُؤَدّي إلى نَفي الفَقر ووجود الراحة! . روضة العقلاء ( ص١٥٣ ) “Tawakal adalah tonggaknya keimanan dan pendampingnya tauhid. Tawakal adalah sebab yang akan mengantarkan kepada hilangnya kefakiran dan munculnya ketenangan.” (Raudhatul ‘Uqalla hal. 153)