Kenapa Anak-Anak Dilarang Keluar Di Waktu Maghrib Sampai Isya ?

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, «لاَ تُرْسِلُوا فَوَاشـيكُمْ، وَصِبْيَانَكُمْ إِذَا غَابَتِ الشَّمْسُ، حَتَّى تَذهَبَ فَحْمَةُ الْعِشَاءِ، فَإِنَّ الشـياطِينَ تَنْبَعِثُ إِذَا غَابَتِ الشَّمْسُ حَتَّى تَذْهَبَ فَحْمَةُ الْعِشَاءِ» “Jangan lepaskan hewan-hewan ternak dan anak-anak kalian ketika matahari terbenam sampai berlalunya awal isya karena para setan berkeliaran antara waktu terbenamnya matahari sampai berlalunya awal isya.” (HR.Muslim no.2013)

KAJIAN DAI: MAKNA لا إله إلا الله (LAA ILAAHA ILLALLAH)- Ustadz Abu Rayyan Sakti Lc Hafizhahullah

Bismillah, ▬▬▬▬▬๑๑▬▬▬▬ KAJIAN ISLAM ILMIAH ▬▬▬▬▬๑๑▬▬▬▬ Bersama Ustadz ABU RAYYAN SAKTI, Lc. Hafizhahullah Ta’ala 📚 Pembahasan Kitab AQIDATUL MUSLIM Fii Dhouil Kitab Was Sunnah Sub Tema MAKNA لا إله إلا الله 🕓 Waktu Ahad Sore, 10 Jumadil Awal 1444 04 Desember 2022 InsyaAllah Pukul 16:00 WIB 🎦 Tempat Masjid Besar Kaum Ujung Berung Jl. Kaum … Read more

Abu dan Ummu Ini Yang Harus Dilakukan Ketika Anak Sudah Berusia Tujuh Tahun

⁣Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ ، وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ “Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berumur 7 tahun. Pukul mereka jika tidak mengerjakannya ketika mereka berumur 10 tahun. Pisahkanlah tempat-tempat tidur mereka (antara anak laki-laki dan perempuan)“. … Read more

Menanamkan Aqidah Kepada Anak Sejak Usia Dini

Usia dini adalah golden age yang merupakan saat terpenting untuk menanamkan pondasi aqidah, karena pada usia tersebut fitrah anak masih bersih. Mengajarkan ilmu di usia belia itu jauh lebih mudah. Inilah tanggung jawab Abu dan Ummu agar anak tumbuh di atas fitrah yang lurus. Aqidah merupakan kunci kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Para … Read more

Ajari Anak Agar Tidak Kencing Sembarangan Dikhawatirkan Akan Menjadi Kebiasaan Hingga Dewasa

Kencing sembarangan biasanya tidak diikuti dengan istinjak (membersihkan tempat najis / cebok). Maka orang tua seharusnya tidak membiarkan anaknya kencing sembarangan, karena khawatir akan menjadi kebiaasaan anak hingga dewasa.⁣ Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – … Read more

Semarah Apapun Kita Jangan Mendoakan Kejelekan / Keburukan Kepada Anak

Semarah apapun kita, jangan sampai keluar doa yang jelek dari orang tua kepada anak. Karena bisa jadi doa tersebut terkabul. Doa jelek yang sudah terlanjur terucap, segeralah ganti dengan doa baik. Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, لا تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَوْلَادِكُمْ وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ لَا تُوَافِقُوا … Read more

Jangan Pernah Remehkan Kesalahan Anak Kecil

Berkata Sulaiman bin Harb, “Aku bersama ayahku, lalu aku mengambil sebatang jerami di salah satu kebun, ayah berkata kepadaku: ‘Kenapa engkau mengambilnya?’. Aku menjawab: ‘Toh cuma sebatang jerami.’ Ayah berkata: ‘Apa yang terjadi kalau setiap orang mengambil jerami satu demi satu? Apakah masih tersisa satu batang jerami di kebun?.’ (al-Wara‘ hal.14 oleh Imam Ahmad)

Pentingnya Sosok Orang Tua Yang Bertaqwa Bagi Keluarga

Begitu urgennya pembinaan dan pendidikan anak agar kelak menjadi anak yang shalih, Allah ta’ala memberikan tanggung jawab ini kepada kedua orang tua. Allah ta’ala berfirman, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ (٦) “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” … Read more

Betapa Pentingnya Peran Seorang Ibu Dalam Menyiapakan Peradaban Yang Baik

الأم مدرسة إذا أعددتَها أعددتَ شَعْباً طَيِّبَ الأعراق “Ibu adalah sebuah madrasah (tempat pendidikan) yang jika kamu menyiapkannya, berarti kamu menyiapkan (lahirnya) sebuah masyarakat yang baik budi pekertinya.” Dinukil oleh syaikh Shaleh al-Fauzan dalam kitab “Makaanatul mar-ati fil Islam” (hal. 5)