| {58} Al-Mujadilah / المجادلة | الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ | الممتحنة / Al-Mumtahanah {60} |
Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Hasyr الحشر (Pengusiran) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 59 Tafsir ayat Ke 15.
كَمَثَلِ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ قَرِيبًا ۖ ذَاقُوا وَبَالَ أَمْرِهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ﴿١٥﴾
kamaṡalillażīna ming qablihim qarīban żāqụ wa bāla amrihim, wa lahum ‘ażābun alīm
QS. Al-Hasyr [59] : 15
(Mereka) seperti orang-orang yang sebelum mereka (Yahudi) belum lama berselang, telah merasakan akibat buruk (terusir) disebabkan perbuatan mereka sendiri. Dan mereka akan men-dapat azab yang pedih.
Perumpamaan orang-orang Yahudi yang disiksa Allah adalah seperti orang-orang kafir Quraisy dalam Perang Badar dan seperti orang-orang Yahudi sebelum mereka, yaitu Yahudi dari Bani Qainuqa’. Mereka merasakan akibat buruk dari kekufuran dan permusuhan mereka terhadap Rasulullahdi dunia. Di akhirat kelak mereka mendapatkan siksa yang amat pedih dan menyakitkan.
Kemudian disebutkan dalam firman selanjutnya:
(Mereka adalah) seperti orang-orang Yahudi yang belum lama sebelum mereka telah merasai akibat buruk dari perbuatan mereka dan bagi mereka azab yang pedih. (Al-Hasyr: 15)
Mujahid, As-Saddi, dan Muqatil ibnu Hayyan mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah seperti apa yang dialami oleh orang-orang Quraisy dalam Perang Badar.
Ibnu Abbas mengatakan seperti orang-orang yang sebelum mereka, yakni orang-orang Yahudi Bani Qainuqa’. Hal yang sama telah dikatakan oleh Qatadah dan Muhammad ibnu Ishaq. Pendapat inilah yang lebih mendekati kebenaran karena orang-orang Yahudi Bani Qainuqa’ telah diusir oleh Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ sebelum itu.
Tafsir Ayat:
كَمَثَلِ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ قَرِيبًا “(Mereka adalah) seperti orang-orang Yahudi yang belum lama sebelum mereka,” yakni kaum kafir Quraisy yang
لا غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَإِنِّي جَارٌ لَكُمْ فَلَمَّا تَرَاءَتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَى عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكُمْ إِنِّي أَرَى مَا لا تَرَوْنَ
“Ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan, ‘Tidak ada seorang manusia pun yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu.’ Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), setan itu balik ke belakang seraya berkata, ‘Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat’.” (QS. Al-Anfal: 43).
Mereka pun tertipu dan menipu orang lain. Mereka adalah orang-orang yang sama sekali tidak bisa memberikan manfaat sedikit pun dan tidak bisa menangkal siksaan mereka. Hingga tibalah peristiwa Badar dengan segenap kesombongan dan kebanggaan mereka. Mereka mengira bisa menuntaskan angan-angan mereka terhadap Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ dan kaum Mukminin. Ternyata, Allah جَلَّ جَلالُهُ memberi pertolongan pada RasulNya dan kaum Mukminin. Para pembesar dan antek-antek kaum kafir Quraisy dibunuh dan ditawan. Ada juga yang melarikan diri. Dengan demikian, mereka merasakan akibat buruk perbuatan mereka dan ujung dari kesyi-rikan serta kekejian mereka. Ini yang berlaku di dunia, وَلَهُمْ “dan bagi mereka,” siksaan neraka di akhirat.
Pada awal surah ini dijelaskan bahwa bani qainuqa’ diusir dari madinah pada hari sabtu bulan syawal, 20 bulan setelah nabi hijrah, karena mengkhianati perjanjian damai, menganiaya dan membunuh kaum muslim serta mengganggu keamanan kota madinah. Melalui ayat ini Allah menjelaskan nasib bani nadir di madinah seperti nasib orang-orang yang sebelum mereka, bani qainuqa’, diusir dari madinah karena merencanakan pembunuhan rasulullah. Peristiwa ini terjadi belum lama berselang, tidak lama setelah perang badar. Rasulullah mengepung benteng tempat mereka bersembunyi; menebang pohon kurma yang berada di dekat benteng dan membakarnya sehingga mereka terpaksa keluar dari benteng tersebut dan diusir dari madinah. Dengan demikian, mereka telah merasakan akibat buruk perbuatan mereka mengkhianati perjanjian damai disebabkan perbuatan mereka sendiri, merencanakan pembunuhan rasulullah. Dan di akhirat, mereka akan mendapat azab yang pedih, kekal selama-lamanya di dalam neraka. 16. Bujukan orang-orang munafik kepada bani nadir untuk bekerja sama melawan kaum muslim dan berjanji akan menolong bani nadir, jika diserang dan diusir seperti bujukan setan ketika ia berkata kepada manusia dengan meyakinkan, ‘kafirlah kamu kepada Allah dan rasul-Nya!’ kemudian ketika manusia itu mengikuti bujukan setan menjadi kafir kepada Allah dan rasul-Nya, ia, setan itu, berkata kepada orang-orang yang sudah berhasil dijerumuskan, ‘sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, kamu sendiri yang harus mempertanggungjawabkan perbuatan kamu di hadapan Allah di akhirat, karena sesungguhnya aku sendiri sebenarnya takut kepada Allah, terutama saat diminta pertanggungjawaban di hadapan Allah, tuhan seluruh alam. ‘.
Al-Hasyr Ayat 15 Arab-Latin, Terjemah Arti Al-Hasyr Ayat 15, Makna Al-Hasyr Ayat 15, Terjemahan Tafsir Al-Hasyr Ayat 15, Al-Hasyr Ayat 15 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Al-Hasyr Ayat 15
Tafsir Surat Al-Hasyr Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24