Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Hasyr Ayat 24 الحشر Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{58} Al-Mujadilah / المجادلة الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ الممتحنة / Al-Mumtahanah {60}

Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Hasyr الحشر (Pengusiran) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 59 Tafsir ayat Ke 24.

Al-Qur’an Surah Al-Hasyr Ayat 24

هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ﴿٢٤﴾

huwallāhul-khāliqul-bāri`ul-muṣawwiru lahul-asmā`ul-ḥusnā, yusabbiḥu lahụ mā fis-samāwāti wal-arḍ, wa huwal-‘azīzul-ḥakīm

QS. Al-Hasyr [59] : 24

Arti / Terjemah Ayat

Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Dialah Allah yang Maha Pencipta, Penguasa makhluk, yang mengadakan makhluk sesuatu dengan hikmah-Nya, yang membentuk rupa makhluk dalam bentuk yang dikehendaki-Nya, yang mempunyai nama-nama yang baik dan sifat yang mulia. Semua yang ada di langit dan di Bumi bertasbih kepada-Nya. Dia Mahaperkasa yang memberi balasan kepada musuh-musuh-Nya, Mahabijaksana dalam mengatur seluruh urusan makhluk.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Adapun firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk rupa. (Al-Hasyr: 24)

Menciptakan artinya merencanakan, dan mengadakan artinya merealisasikan apa yang telah direncanakan dan ditetapkan ke alam wujud dan alam nyata. Tiada seorang pun yang merencanakan sesuatu dapat melaksanakan dan merealisasikannya selain hanya Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎

Yakni hanya Engkaulah yang mampu merealisasikan apa yang telah Engkau rencanakan. Lain halnya dengan selain Engkau, ia tidak akan mampu merealisasikan apa yang dikehendakinya. Hanya Engkaulah Yang Menciptakan, Yang Merencanakan, Yang Membuat, dan Yang Mengadakan. Termasuk ke dalam pengertian kalimat ini bila dikatakan pejagal hewan telah memotong hewan, lalu merampungkannya, yakni memotong-motong sembelihannya sesuai dengan apa yang diinginkannya.

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk rupa. (Al-Hasyr: 24)

Yaitu Yang apabila Dia menghendaki sesuatu tinggal mengatakan kepadanya, “Jadilah kamu,” maka jadilah dia sesuai dengan gambaran yang dikehendaki dan rupa yang dipilih-Nya. Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu. (Al-Infithar: 8)

Karena itulah disebutkan dalam firman berikutnya:

Yang Membentuk rupa. (Al-Hasyr: 24)

Yakni Yang melaksanakan apa yang ingin direalisasikan-Nya menurut gambaran yang dikehendaki-Nya.

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Yang mempunyai nama-nama Yang Paling baik. (Al-Hasyr: 24)

Pembicaraan mengenai ayat ini telah disebutkan di dalam tafsir surat Al-A’raf. Dan di sini kami akan mengetengahkan sebuah hadis yang diriwayatkan di dalam hadis Sahihain melalui Abu Hurairah, dari Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ yang telah bersabda:

Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama, alias seratus kurang satu. Barang siapa yang menghitung-hitungnya, niscaya masuk surga; Dia Witir dan menyukai yang witir.

Dalam pembahasan terdahulu telah disebutkan konteks yang diriwayatkan oleh Imam Turmuzi dan Imam Ibnu Majah yang juga melalui Abu Hurairah. Dan tambahan, “Dia Witir dan menyukai yang witir,” merupakan lafaz Ibnu Majah. Menurut lafaz Imam Turmuzi disebutkan sebagai berikut:

Dialah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Raja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Mahamulia, Yang Mahaperkasa, Yang Mahabesar, Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk rupa, Yang Maha Pengampun, Yang Maha Mengalahkan, Yang Maha Pemberi karunia, Yang Maha Pemberi rezeki, Yang Maha Pemberi Keputusan, Yang Maha Mengetahui, Yang Menyempitkan rezeki dan Yang Melapangkan rezeki, Yang Merendahkan dan Yang Meninggikan, Yang Memuliakan dan Yang Menghinakan, Yang Maha Mendengar, Yang Maha Melihat, Yang Memutuskan, YangMahaadil, Yang Mahalembut, Yang Maha Mengenal, Yang Maha Penyantun, Yang Mahaagung, Yang Maha Pemberi ampunan, Yang Maha Mensyukuri, Yang Mahatinggi, Yang Mahabesar, Yang Maha Memelihara, Yang Memberi waktu, Yang Maha Menghitung, Yang Mahaagung, Yang Mahamulia, Yang Mengawasi, Yang Memperkenankan, Yang Mahaluas, Yang Mahabijaksana, Yang Maha Mencintai, Yang Maha Pemurah, Yang Membangkitkan, Yang Maha Menyaksikan, Yang Hak, Yang Melindungi, Yang Mahakuat, Yang Mahakokoh, Yang Menolong, Yang Maha Terpuji, Yang Maha Mencatat, Yang Memulai (penciptaan), Yang Mengembalikan (penciptaan), Yang Menghidupkan, Yang Mematikan, Yang Mahahidup, Yang Mengatur makhluk-Nya, Yang Mahakaya, Yang Mahaagung, Yang Maha Esa, Yang Bergantung kepada-Nya segala sesuatu, Yang Mahakuasa, Yang Berkuasa, Yang Mendahulukan, Yang Mengakhirkan, Yang Awwal, Yang Akhir, Yang Zahir, Yang Batin, Yang Menolong, Yang Mahatinggi, Yang Melimpahkan kebaikan, Yang Maha Menerima tobat, Yang Membalas, Yang Memaaf, Yang Pengasih, Raja semua raja, Yang mempunyai Keagungan dan Kemuliaan, Yang Adil, Yang Menghimpun, Yang Kaya, Yang memberi kekayaan, Yang Memberi, Yang mencegah, Yang Menimpakan Mudarat, Yang memberi manfaat, Cahaya (Mahaterang), Yang Memberi petunjuk, Yang Membuat, Yang Kekal, Yang Mewarisi, Yang Memberi petunjuk, Yang Maha Penyabar.

Sedangkan menurut konteks Ibnu Majah ada kelebihan dan kekurangannya, dan ada yang didahulukan dan yang diakhirkan. Hal ini telah kami sebutkan dengan panjang lebar, lengkap berikut semua jalur periwayatan dan lafaz-lafaznya yang tidak perlu lagi dikemukakan di sini.

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. (Al-Hasyr: 24)

Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (Al-Isra: 44)

Adapun firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Dan Dialah Yang Mahaperkasa. (Al-Hasyr: 24)

Yakni Zat-Nya tidak dapat dicapai.

lagi Mahabijaksana. (Al-Hasyr: 24)

dalam syariat dan ketetapan-Nya.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad Az-Zubairi, telah menceritakan kepada kami Khalid (yakni Ibnu Tahman alias Abul Ala Al-Khaffaf), telah menceritakan kepada kami Nafi’ ibnu Abu Nafi’, dari Ma’qal ibnu Yasar, dari Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ yang telah bersabda: Barang siapa mengucapkan doa ini di waktu pagi hari sebanyak tiga kali, yaitu: “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan setan yang terkutuk, ” kemudian membaca pula tiga ayat dari akhir surat Al-Hasyr, maka Allah memerintahkan kepada tujuh puluh ribu malaikat untuk memohonkan ampunan baginya hingga petang hari. Dan jika ia mati di hari itu, maka ia mati sebagai syahid. Dan barang siapa yang mengucapkannya di kala petang hari, maka ia beroleh kedudukan yang seperti itu.

Imam Turmuzi meriwayatkannya dari Mahmud ibnu Gailan, dari Abu Ahmad Az-Zubairi dengan sanad yang sama, lalu ia mengatakan bahwa hadis ini garib, kami tidak mengenalnya kecuali hanya melalui jalur ini.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Tafsir Ayat:

هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ “Dialah Allah Yang Menciptakan” semua makhluk, الْبَارِئُ “Yang Mengadakan” bagi semua yang diadakan, الْمُصَوِّرُ “Yang Membentuk rupa” semua wujud.

Nama-nama indah ini berkaitan dengan penciptaan, pengaturan, dan penetapan ukuran. Semua itu hanya Allah جَلَّ جَلالُهُ semata yang melakukannya, tidak ada satu sekutu pun yang menyertai Allah جَلَّ جَلالُهُ dalam hal itu. لَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى “Yang Mempunyai Nama-nama Yang Paling baik.” Maksudnya, Dia memiliki nama-nama yang amat banyak sekali, yang tidak dapat dihitung dan diketahui melainkan Dia sendiri. Meski demikian, semua namaNya indah. Maksudnya, sifat-sifat yang sempurna bahkan menunjukkan sifat-sifat yang paling sempurna dan agung, tidak ada satu pun kekurangan pada masing-masingnya dari segala sisi.

Di antara keindahannya, Allah جَلَّ جَلالُهُ menyukainya dan mencintai orang yang mencintainya serta mencintai hambaNya yang berdoa dan meminta dengan nama-nama indahNya. Dan di antara tanda kesempurnaan Allah جَلَّ جَلالُهُ adalah Dia memiliki nama-nama indah dan sifat-sifat agung. Semua makhluk yang ada di langit dan di bumi memerlukan bantuan Allah جَلَّ جَلالُهُ selamanya. Semuanya bertasbih memahasucikanNya dengan memujiNya. Mereka meminta kepadaNya segala yang mereka perlukan. Kemudian Allah جَلَّ جَلالُهُ memberi mereka karena kemuliaan dan karuniaNya sesuai rahmat dan hikmahNya.

وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ “Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” Yang tidaklah menginginkan sesuatu melainkan pasti terjadi dan tidaklah menciptakan sesuatu melainkan karena hikmah dan maslahat.

Selesai tafsir Surat al-Hasyr.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Dialah Allah yang menciptakan seluruh makhluk dengan hikmah yang mengagumkan. Yang mengadakan segala sesuatu dari tiada menjadi ada. Yang membentuk rupa manusia ketika masih janin dalam rahim. Dia memiliki nama-nama yang indah yang menggambarkan sifat dan perbuatan-Nya yang mempesona. Apa yang di langit: bintang, bulan, planet, dan seluruh isi galaksi dan apa yang ada di bumi lautan, daratan, gunung, sungai, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan lain-lain semuanya bertasbih kepada-Nya, tetapi manusia tidak memahami tas-bihnya. Dan dia-lah yang mahaperkasa menghentikan rencana dan harapan manusia dengan kematian. Mahabijaksana dalam memperlakukan manusia dan menata jagat raya. 1. Wahai orang-orang yang beriman di mana pun dan kapan pun kamu hidup! janganlah kamu menjadikan musuh-ku, yaitu mereka yang menolak ajaran-ku, dan musuhmu yang membenci, menganiaya, berencana membunuh dan mengusir kamu dari tanah kelahiran kamu hanya karena kamu beriman kepada-ku sebagai teman setia sehingga kamu merasa perlu menyampaikan kepada mereka informasi tentang nabi Muhammad yang membahayakan islam dan kaum muslim, karena kasih sayang kamu kepada mereka, padahal mereka telah ingkar kepada kebenaran, menolak beriman kepada Al-Qur’an yang disampaikan kepada kamu melalui rasulullah. Mereka mengusir rasul dan kamu sendiri, ketika kamu bersama rasulullah berada di mekah sebelum hijrah ke madinah, tanpa ada alasan apa pun hanya karena kamu beriman kepada Allah, tuhan kamu, yang memelihara kamu dan seluruh jagat raya. Janganlah kamu berbuat demikan, bersahabat dengan orang-orang kafir dan membocorkan rahasia kepada mereka, jika kamu benar-benar keluar dari kota kelahiran kamu, mekah dan berhijrah ke madinah bersama rasul untuk berjihad pada jalan-ku guna mengharumkan islam dan kaum muslim. Kamu benar-benar pengkhianat, karena kamu memberitahukan secara rahasia informasi-informasi tentang nabi Muhammad kepada mereka, yang membahayakan islam dan kaum muslim serta keamanan negara madinah, karena kecintaan kamu kepada mereka, dan aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dari rasul dan kaum muslim dan apa yang kamu nyatakan secara terbuka di hadapan publik. Dan barang siapa di antara kamu, wahai orang-orang beriman, melakukannya, membocorkan rahasia kepada orang-orang kafir, maka sungguh dia telah tersesat dari jalan yang lurus hingga bertobat dan kembali setia kepada ajaran islam.


Al-Hasyr Ayat 24 Arab-Latin, Terjemah Arti Al-Hasyr Ayat 24, Makna Al-Hasyr Ayat 24, Terjemahan Tafsir Al-Hasyr Ayat 24, Al-Hasyr Ayat 24 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Al-Hasyr Ayat 24


Tafsir Surat Al-Hasyr Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24